Oleh.Sebelum Engkau Halal BagiKu.
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Duh... Sore ini entah kenapa ingin sekali membahas judul di atas ^_^
Berani Mencintai, Berani Menikahi. Yo, siapa yang siap????
♥•♥Sadar gak ya, selama ini mudah kita mencintai.. Namun kita tak berani untuk mengambil langkah pasti?
♥•♥Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah merupakan persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?
♥•♥Kalau kita berani mencintai, sejatinya kita sedang belajar untuk bertindak dewasa. Mengapa? Karena MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya.
♥•♥Kedengarannya sih indah,tapi kenyataannya? Harus ada ‘Komunikasi dua arah’, ‘Ada kerelaan mendengar kritik’, ‘Ada keikhlasan meminta maaf’, ‘Ada ketulusan melupakan kesalahan,dan Keberanian untuk mengemukakan pendapat’.
♥•♥Sekali lagi,apa sudah selesai sampai disini saja dalam hal cinta-mencintai? Salah.
♥•♥Ketika memutuskan untuk siap mencintai,selanjutnya kita harus bersiap memasuki pintu gerbang cinta yang sebenarnya. Ya. gerbang itu bernama PERNIKAHAN. MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.
♥•♥MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuhnya cinta,ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil……
♥•♥MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana kan diuji sejauh mana pembuktian cinta mereka yang sebenarnya.
♥•♥Karena MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan kita. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana kita bisa memahami orang lain…?? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana kita bisa memperhatikan pasangan hidup…??
♥•♥Jika berani mencintai,
♥•♥Harus berani menikahi.
♥•♥Khususnya bagi para kaum lelaki.
♥•♥Jangan bisanya cuma obral janji..
♥•♥Sana-sini banyak yang terlukai.
♥•♥Akhrnya menumpuk sakit hati.
♥•♥Karena MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk ‘Menerima’ apa yang ada dan apa adanya.
♥•♥Siapa yang berani mencintai,maka harus bersiap untuk menikahi...
♥•♥Bukankah dengan menikah,mereka akan disejajarkan Rasululloh SAW dengan mujahid fii sabilillah yang dijanjikan akan mendapat pertolongannya! Karena kata beliau, tiga golongan yang menjadi keharusan Alloh untuk membantu mereka adalah orang yang menikah untuk memelihara kesucian diri, budak yang hendak membayar kemerdekaan dirinya, dan orang-orang yang berperang di jalan Alloh. [HR Ahmad, Turmudzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah]
♥•♥Tuh… Subhanalloh khan? Nunggu apa lagi! Kalau udah siap lahir bathin, ikrarkan cinta dengan menikah saat ini! Jangan beraninya cuma bermain cinta sembunyi, diam-diam tapi gak punya nyali...
*♥*•*´¨`*•.*♥*.•*´¨`*•. ♥♥~*♥**♥*~♥♥ .•*´¨`*•.*♥*.•*´¨`*•*♥*
(¯`v´¯) ♥♥♥•♥•♥
`·.¸.·´ ♥♥.........¸.·´
Semoga bermanfaat...
Tampilkan postingan dengan label The Inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Inspiration. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 30 April 2011
Kamis, 28 April 2011
Siapa Bilang Ukhti Tidak Cantik....???
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Oleh : admin membumikan dan menghidupkan Al Qur’an dan hadist tanggal 28 April 2011 pukul 15.28
CANTIK....
Bagi sebagian wanita, Beberapa orang mungkin mempunyai persepsi beda-beda tentang cantik.
Bahkan ada yang bilang kalau cantik itu relatif. Itu benar.
Tapi saya tambahkan sebait puisi beriku sebagai Motivasi:
Menjadi wanita itu kehendak Tuhan
Menjadi Cantik itu relatif
Menjadi muslimah itu anugrah
Tetapi menjadi muslimah yg sholehah itu PILIHAN !
---------------------------------------------------------
Namun, seiring dengan maraknya produk-produk kecantikan di TV. Kita jadi berpikir kalau yang di sebut wanita cantik itu adalah yang seperti model di produk kecantikan tersebut. Berkulit putih, berhidung mancung, berbibir tipis, dan semua yang tampak pada si model.
Sehingga terciptalah image, bahwa wanita yang berkulit gelap, hidungnya mancung ke dalam dan berbibir tebal itu adalah wanita yang jelek.
Ukhti, jika sekarang kamu merasa kalau wajahmu gak cantik. Cobalah pandang kembali wajahmu ke cermin. Lihatlah betapa Allah telah menyempurnakan bentuk wajahmu. Bayangkanlah jika seandainya Allah menciptakan lubang hidungmu bukan menghadap ke bawah, tapi ke depan. Bisa ukhti bayangkan apa yang terjadi jika ada lalat dan nyamuk yang terbang nyasar ke dalam hidung mu. Atau jika Allah menciptakan lubang hidung mu menghadap ke atas, bisa dibayangkan jika musim hujan tiba, Ukh. Hidung kita akan menampung air hujan yang turun dari langit.
Atau bisa kamu bayangkan jika Allah menciptakan sepasang matamu ditaruh dijidat atau telingamu hanya sebelah. Wah, bentuknya pasti gak karuan rupa. Jangankan manusia yg melihatnya, hantupun juga akan takut melihatnya...hihi..
Sungguh Maha Suci Allah atas semua ciptaan-Nya. Karena Allah sendiri yang bersumpah dalam firman-Nya :
“ Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. ” (QS. At-Tin: 4)
Sungguh, mudah bagi Allah menciptakan seluruh wanita di dunia ini dengan wajah yang cantik semua. Tapi dengan begitu, kita jadi sama. Tidak ada yang menjadi pembedanya. Kita jadi sulit mengenal jika wajah kita sama semua, Ukh....
Allah ingin menciptakan keindahan di dunia ini, dengan banyak perbedaan di dalamnya....
Maka biarlah kita menjadi salah satu yang indah itu, Ukh. Dengan segala perbedaan di antara kita....
Aku jadi teringat dialog salah seorang sahabatku dengan mamanya beberapa tahun yang lalu.
“ Ma, hidung Aya kok pesek sih? Gak kayak temen-temen Aya yang lain. Aya jadi keliatan jelek. ”
Waktu itu mamanya ketawa, dan bilang :
“ Aya harus bersyukur karena di beri hidung sama Allah. Coba bayangin kalo Aya gak di kasih hidung sama Allah? Trus siapa yang bilang kalau hidung pesek itu jelek? Buktinya banyak kok yang hidungnya mancung tapi kelihatan jelek. Sedangkan Aya, walaupun pesek tapi cantik. Aya anak mama yang paling cantik.. ”
Ya jelas aja mama bilang kalo aku adalah anaknya yang paling cantik, karena adek-adeknya 'kan cowok semua.
Tapi waktu itu Aya serasa melambung ke langit, karena di puji oleh mama. Dan ketika Aya beranjak dewasa, Aya tau mamanya hanya ingin membuat Aya merasa selalu bersyukur atas pemberian-Nya.
Yaa Ukhti, Syukur. Itulah perasaan yang harus kita miliki. Bukan perasaan minder dan sedih.
Bersyukurlah, karena Allah menciptakan mu dengan sempurna. Bersyukurlah, karena banyak yang telah Dia beri pada mu, pada kita. Bahkan jika kita mencoba menghitung nikmat-Nya, tidak akan cukup waktu kita untuk menghitungnya.
Bersyukurlah Ukhti....Seperti yang Dia katakan padamu :
“ Jika engkau bersyukur kepada-Ku, niscaya akan Ku tambah nikmat-Ku kepadamu. Namun jika engkau mengingkari nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku amat pedih. ” (QS. Ibrahim : 7)
Aku pun jadi teringat dengan ucapan salah seorang temanku beberapa waktu lalu,
“aku ini jelek, pasti nggak ada ikhwan yang mau jadi suami ku.”
Tapi ternyata, 4 bulan sesudahnya dia menikah. Subhanallah..
Masyaallah Ukh....jika ada pikiran suudzon kepada Allah terlintas di dada dan otakmu tentang bentuk wajahmu ,maka Ingatlah kembali janji-Nya pada kita,
“ ....perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik..... ” (QS. An-Nur : 26)
Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya, Ukh....
Di ayat itu, Allah tidak berfirman kalau perempuan-perempuan yang cantik untuk laki-laki yang baik.
Bukan, Ukh...bukan cantik....tapi baik !
Maka perbaikilah diri kita dengan akhlak Qur’ani, bukan malah mempercantik diri dengan make-up tebal seperti wanita-wanita jahiliyah di zaman Rasulullah dulu.
Percayalah, Ukh..! Laki-laki itu datang bukan karena kecantikan, kekayaan dan kepandaianmu.
Bukan, Ukhti...!! tapi karena Allah lah yang menggerakkan hatinya untuk mengkhitbahmu, untuk menyempurnakan setengah agama bersama-sama denganmu.
maka tunggulah janji Allah itu, karena janji Allah akan pasti datangnya.
Kalaupun tidak di dunia ini, insyaallah... Allah mempertemukanmu dengannya di alam yang abadi....alam yang tidak ada keburukan di dalamnya....hanya ada keindahan....
insyaallah....
Jadi, jangan merasa minder atau sedih jika ada yang mengatakan kalau wajahmu gak cantik, Ukhti
Karena Allah yang menjamin, bahwa Dia telah menciptakanmu dengan sebaik-baiknya bentuk.
Dan bila rasa sedih itu masih ada karena seisi dunia menganggapmu bukanlah wanita yang cantik, dengarkanlah kembali firman-Nya yang dapat menenangkan hatimu....
“ Dan janganlah kamu merasa lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati. Sebab kamu paling tinggi derajatnya, jika kamu orang yang beriman. ” (QS. Ali ‘Imran : 139)
Percayalah, Ukhti.. Beratnya timbangan amalanmu di Hari Akhir nanti tidak lah di tentukan dengan seberapa banyak orang di dunia ini yang menganggap kamu cantik. Tapi seberapa banyak orang di dunia ini yang menganggap kamu baik. Insyaallah, mereka akan menjadi saksi di hadapan Allah atas semua amal kebaikanmu....
Insyaallah....
Untuk yang terakhir, izinkan aku mengutip salah satu kalimat dari sebuah buku yang pernah ku baca:
“ Semua bunga itu cantik. Tidak ada bunga yang tidak cantik, walaupun mekar dengan cara yang berbeda-beda. ”
Subhanallah, kita semua cantik Ukhti !
Dan semoga, kita bukan hanya cantik, tapi juga baik.....
Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua.
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....
semoga bermanfaat
Oleh : admin membumikan dan menghidupkan Al Qur’an dan hadist tanggal 28 April 2011 pukul 15.28
CANTIK....
Bagi sebagian wanita, Beberapa orang mungkin mempunyai persepsi beda-beda tentang cantik.
Bahkan ada yang bilang kalau cantik itu relatif. Itu benar.
Tapi saya tambahkan sebait puisi beriku sebagai Motivasi:
Menjadi wanita itu kehendak Tuhan
Menjadi Cantik itu relatif
Menjadi muslimah itu anugrah
Tetapi menjadi muslimah yg sholehah itu PILIHAN !
---------------------------------------------------------
Namun, seiring dengan maraknya produk-produk kecantikan di TV. Kita jadi berpikir kalau yang di sebut wanita cantik itu adalah yang seperti model di produk kecantikan tersebut. Berkulit putih, berhidung mancung, berbibir tipis, dan semua yang tampak pada si model.
Sehingga terciptalah image, bahwa wanita yang berkulit gelap, hidungnya mancung ke dalam dan berbibir tebal itu adalah wanita yang jelek.
Ukhti, jika sekarang kamu merasa kalau wajahmu gak cantik. Cobalah pandang kembali wajahmu ke cermin. Lihatlah betapa Allah telah menyempurnakan bentuk wajahmu. Bayangkanlah jika seandainya Allah menciptakan lubang hidungmu bukan menghadap ke bawah, tapi ke depan. Bisa ukhti bayangkan apa yang terjadi jika ada lalat dan nyamuk yang terbang nyasar ke dalam hidung mu. Atau jika Allah menciptakan lubang hidung mu menghadap ke atas, bisa dibayangkan jika musim hujan tiba, Ukh. Hidung kita akan menampung air hujan yang turun dari langit.
Atau bisa kamu bayangkan jika Allah menciptakan sepasang matamu ditaruh dijidat atau telingamu hanya sebelah. Wah, bentuknya pasti gak karuan rupa. Jangankan manusia yg melihatnya, hantupun juga akan takut melihatnya...hihi..
Sungguh Maha Suci Allah atas semua ciptaan-Nya. Karena Allah sendiri yang bersumpah dalam firman-Nya :
“ Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. ” (QS. At-Tin: 4)
Sungguh, mudah bagi Allah menciptakan seluruh wanita di dunia ini dengan wajah yang cantik semua. Tapi dengan begitu, kita jadi sama. Tidak ada yang menjadi pembedanya. Kita jadi sulit mengenal jika wajah kita sama semua, Ukh....
Allah ingin menciptakan keindahan di dunia ini, dengan banyak perbedaan di dalamnya....
Maka biarlah kita menjadi salah satu yang indah itu, Ukh. Dengan segala perbedaan di antara kita....
Aku jadi teringat dialog salah seorang sahabatku dengan mamanya beberapa tahun yang lalu.
“ Ma, hidung Aya kok pesek sih? Gak kayak temen-temen Aya yang lain. Aya jadi keliatan jelek. ”
Waktu itu mamanya ketawa, dan bilang :
“ Aya harus bersyukur karena di beri hidung sama Allah. Coba bayangin kalo Aya gak di kasih hidung sama Allah? Trus siapa yang bilang kalau hidung pesek itu jelek? Buktinya banyak kok yang hidungnya mancung tapi kelihatan jelek. Sedangkan Aya, walaupun pesek tapi cantik. Aya anak mama yang paling cantik.. ”
Ya jelas aja mama bilang kalo aku adalah anaknya yang paling cantik, karena adek-adeknya 'kan cowok semua.
Tapi waktu itu Aya serasa melambung ke langit, karena di puji oleh mama. Dan ketika Aya beranjak dewasa, Aya tau mamanya hanya ingin membuat Aya merasa selalu bersyukur atas pemberian-Nya.
Yaa Ukhti, Syukur. Itulah perasaan yang harus kita miliki. Bukan perasaan minder dan sedih.
Bersyukurlah, karena Allah menciptakan mu dengan sempurna. Bersyukurlah, karena banyak yang telah Dia beri pada mu, pada kita. Bahkan jika kita mencoba menghitung nikmat-Nya, tidak akan cukup waktu kita untuk menghitungnya.
Bersyukurlah Ukhti....Seperti yang Dia katakan padamu :
“ Jika engkau bersyukur kepada-Ku, niscaya akan Ku tambah nikmat-Ku kepadamu. Namun jika engkau mengingkari nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku amat pedih. ” (QS. Ibrahim : 7)
Aku pun jadi teringat dengan ucapan salah seorang temanku beberapa waktu lalu,
“aku ini jelek, pasti nggak ada ikhwan yang mau jadi suami ku.”
Tapi ternyata, 4 bulan sesudahnya dia menikah. Subhanallah..
Masyaallah Ukh....jika ada pikiran suudzon kepada Allah terlintas di dada dan otakmu tentang bentuk wajahmu ,maka Ingatlah kembali janji-Nya pada kita,
“ ....perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik..... ” (QS. An-Nur : 26)
Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya, Ukh....
Di ayat itu, Allah tidak berfirman kalau perempuan-perempuan yang cantik untuk laki-laki yang baik.
Bukan, Ukh...bukan cantik....tapi baik !
Maka perbaikilah diri kita dengan akhlak Qur’ani, bukan malah mempercantik diri dengan make-up tebal seperti wanita-wanita jahiliyah di zaman Rasulullah dulu.
Percayalah, Ukh..! Laki-laki itu datang bukan karena kecantikan, kekayaan dan kepandaianmu.
Bukan, Ukhti...!! tapi karena Allah lah yang menggerakkan hatinya untuk mengkhitbahmu, untuk menyempurnakan setengah agama bersama-sama denganmu.
maka tunggulah janji Allah itu, karena janji Allah akan pasti datangnya.
Kalaupun tidak di dunia ini, insyaallah... Allah mempertemukanmu dengannya di alam yang abadi....alam yang tidak ada keburukan di dalamnya....hanya ada keindahan....
insyaallah....
Jadi, jangan merasa minder atau sedih jika ada yang mengatakan kalau wajahmu gak cantik, Ukhti
Karena Allah yang menjamin, bahwa Dia telah menciptakanmu dengan sebaik-baiknya bentuk.
Dan bila rasa sedih itu masih ada karena seisi dunia menganggapmu bukanlah wanita yang cantik, dengarkanlah kembali firman-Nya yang dapat menenangkan hatimu....
“ Dan janganlah kamu merasa lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati. Sebab kamu paling tinggi derajatnya, jika kamu orang yang beriman. ” (QS. Ali ‘Imran : 139)
Percayalah, Ukhti.. Beratnya timbangan amalanmu di Hari Akhir nanti tidak lah di tentukan dengan seberapa banyak orang di dunia ini yang menganggap kamu cantik. Tapi seberapa banyak orang di dunia ini yang menganggap kamu baik. Insyaallah, mereka akan menjadi saksi di hadapan Allah atas semua amal kebaikanmu....
Insyaallah....
Untuk yang terakhir, izinkan aku mengutip salah satu kalimat dari sebuah buku yang pernah ku baca:
“ Semua bunga itu cantik. Tidak ada bunga yang tidak cantik, walaupun mekar dengan cara yang berbeda-beda. ”
Subhanallah, kita semua cantik Ukhti !
Dan semoga, kita bukan hanya cantik, tapi juga baik.....
Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua.
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci....
semoga bermanfaat
Hadiah Untuk Jiwa Yang Bersedih
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Oleh : admin membumikan dan menghidupkan Al Qur’an dan hadist tanggal 28 April 2011 pukul 15.33
Hadiah tuk jiwa yang bersedih...
Tersenyum dan lupakan semua gundah dihati
Mencintailah dalam hening dalam DIAM
Tak perlu kau Lari
Tak perlu kau Hindari
Jangan kau sikapi dengan berlebihan
Jangan kau umbar rasa mu
Jangan kau tumpahkan segala suka mu
Sadarilah gadis.. firtah kita sebagai wanita adalah " PEMALU "
Kau indah karena sifat MALU mu
Lalu.. masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikkan,..???
heem......
Jangan berselimut dengan airmata cz semuanya telah berlalu.. jika pun merasa bersalah mohon ampun dengan segera karena tugas qT bukan tuk menyesali dan menagis.. setiap ujian akan membuatmu tampak dewasa dalam memaknai hidup.. tak ada resep tuk wujudkan kesuksesan, sbb KESUKSESAN adlh hasil dr persiapan, kerja keras... dan kesediaan belajar pada KESALAHAN..
ALLAH sangat menyayangi AKU,.. kita semuanya
Syukur . . syukur . . . .
Syukur ya Allah . . . . .
Syukur ALHAMDULILLAH....
semoga bermanfaat
Oleh : admin membumikan dan menghidupkan Al Qur’an dan hadist tanggal 28 April 2011 pukul 15.33
Hadiah tuk jiwa yang bersedih...
Tersenyum dan lupakan semua gundah dihati
Mencintailah dalam hening dalam DIAM
Tak perlu kau Lari
Tak perlu kau Hindari
Jangan kau sikapi dengan berlebihan
Jangan kau umbar rasa mu
Jangan kau tumpahkan segala suka mu
Sadarilah gadis.. firtah kita sebagai wanita adalah " PEMALU "
Kau indah karena sifat MALU mu
Lalu.. masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikkan,..???
heem......
Jangan berselimut dengan airmata cz semuanya telah berlalu.. jika pun merasa bersalah mohon ampun dengan segera karena tugas qT bukan tuk menyesali dan menagis.. setiap ujian akan membuatmu tampak dewasa dalam memaknai hidup.. tak ada resep tuk wujudkan kesuksesan, sbb KESUKSESAN adlh hasil dr persiapan, kerja keras... dan kesediaan belajar pada KESALAHAN..
ALLAH sangat menyayangi AKU,.. kita semuanya
Syukur . . syukur . . . .
Syukur ya Allah . . . . .
Syukur ALHAMDULILLAH....
semoga bermanfaat
Rumus Wanita Cantik
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Oleh : admin membumikan dan menghidupkan Al Qur’an dan hadist tanggal 28 April 2011 pukul 15.40
Tidak cantik = Minder dan jarang disukai orang.
Cantik = Percaya diri, terkenal dan banyak yang suka.
AH MASA SIH??
Itulah sekelumit rumus yang ada dalam fikiran wanita atau bisa juga akhwat. Sebuah rumus simple namun amat berbahaya. Darimanakah asal muasal rumus ini? Bisa jadi dari media ataupun oleh opini masyarakat yang juga telah teracuni oleh media- baik cetak maupun elektronik- bahwa kecantikan hanya sebatas kulit luar saja.
Semua warga Indonesia seolah satu kata bahwa yang cantik adalah yang berkulit putih, tinggi semampai, hidung mancung, bibir merah, mata jeli, langsing, dll. Akibatnya banyak kaum hawa yang ingin memiliki image cantik seperti yang digambarkan khalayak ramai, mereka tergoda untuk membeli kosmetika yang dapat mewujudkan mimpi-mimpi mereka dan mulai melalaikan koridor syari’at yang telah mengatur batasan-batasan untuk tampil cantik. Ada yang harap-harap cemas mengoleskan pemutih kulit, pelurus rambut, mencukur alis, mengeriting bulu mata, mengecat rambut sampai pada usaha memancungkan hidung melalui serangkaian treatment silikon, dll. Singkat kata, mereka ingin tampil secantik model sampul, bintang iklan ataupun teman pengajian yang qadarullah tampilannya memikat hati. Maka tidak heran setiap saya melewati toko kosmetik terbesar di kota saya, toko tersebut tak pernah sepi oleh riuh rendah kaum hawa yang memilah milih kosmetik dalam deretan etalase dan mematut di depan kaca sambil terus mendengarkan rayuan manis dari si mba SPG.
Kata cantik telah direduksi sedemikian rupa oleh media, sehingga banyak yang melalaikan hakikat cantik yang sesungguhnya. Mereka sibuk memoles kulit luar tanpa peduli pada hati mereka yang kian gersang. Tujuannya? Jelas, untuk menambah deretan fans dan agar kelak bisa lebih mudah mencari pasangan hidup, alangkah naifnya. Faktanya, banyak dari teman-teman pengajian saya yang sukses menikah bukanlah termasuk wanita yang cantik ataupun banyak kasus yang muncul di media massa bahwa si cantik ini dan itu perkawinannya kandas di tengah jalan. Jadi, tidak ada korelasi antara cantik dan kesuksesan hidup!.
Teman-teman saya yang sukses menikah walaupun tidak cantik-cantik amat tapi kepribadiannya amat menyenangkan, mereka tidak terlalu fokus pada rehab kulit luar tapi mereka lebih peduli pada recovery iman yang berkelanjutan sehingga tampak dalam sikap dan prinsip hidup mereka, kokoh tidak rapuh. Pun, jika ada teman yang berwajah elok mereka malah menutupinya dengan cadar supaya kecantikannya tidak menjadi fitnah bagi kaum adam dan hanya dipersembahkan untuk sang suami saja, SubhanAlloh. Satu kata yang terus bergema dalam hidup mereka yakni bersyukur pada apa-apa yang telah Alloh berikan tanpa menuntut lagi, ridho dengan bentuk tubuh dan lekuk wajah yang dianugerahkan Alloh karena inilah bentuk terbaik menurut-Nya, bukan menurut media ataupun pikiran dangkal kita. Kalau kita boleh memilih, punya wajah dan kepribadian yang cantik itu lebih enak tapi tidak semua orang dianugerahi hal semacam itu, itulah ke maha adilan Alloh, ada kelebihan dan kekurangan pada diri tiap orang. Dan satu hal yang pasti, semua orang bertingkah laku sesuai pemahaman mereka, jika kita rajin menuntut ilmu agama InsyaAlloh gerak-gerik kita sesuai dengan ilmu yang kita miliki. Demikian pula yang terjadi pada wanita-wanita yang terpaku pada kecantikan fisik semata, menurut asumsi saya, mereka merupakan korban-korban iklan dan kurang tekun menuntut ilmu agama, sehingga lahirlah wanita-wanita yang berpikiran dangkal, mudah tergoda dan menggoda. Mengutip salah satu hadist, Rasulullah Shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda :
“Siapa yang Alloh kehendaki kebaikan baginya, Alloh akan pahamkan ia dalam agamanya”(Shahih, Muttafaqun ‘alaihi).
Hadist diatas dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Baz bahwa ia menunjukkan keutamaan ilmu. Jika Alloh menginginkan seorang hamba memperoleh kebaikan, Alloh akan memahamkan agama-Nya hingga ia dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang bathil, mana petunjuk mana kesesatan. Dengannya pula ia dapat mengenal Rabbnya dengan nama dan sifat-sifat-Nya serta tahu keagungan hak-Nya. Ia pun akan tahu akhir yang akan diperoleh para wali Alloh dan para musuh Alloh.
Syaikh Ibnu Baz lebih lanjut juga mengingatkan betapa urgennya menuntut ilmu syari’at:
“Adapun ilmu syar’i, haruslah dituntut oleh setiap orang (fardhu ‘ain), karena Alloh menciptakan jin dan manusia untuk beribadah dan bertaqwa kepada-Nya. Sementara tidak ada jalan untuk beribadah dan bertaqwa kecuali dengan ilmu syar’i, ilmu Al-Qur’an dan as Sunnah”.
Dus, sadari sejak semula bahwa Alloh menciptakan kita tidak dengan sia-sia. Kita dituntut untuk terus menerus beribadah kepadaNya. Ilmu agama yang harus kita gali adalah ilmu yang Ittibaurrasul (mencontoh Rasulullah) sesuai pemahaman generasi terbaik yang terdahulu (salafusshalih), itu adalah tugas pokok dan wajib. Jika kita berilmu niscaya kita akan mengetahui bahwa mencukur alis (an-namishah), tatto (al-wasyimah), mengikir gigi (al-mutafallijah) ataupun trend zaman sekarang seperti menyambung rambut asli dengan rambut palsu (al-washilah) adalah haram karena perbuatan-perbuatan tersebut termasuk merubah ciptaan Alloh. Aturan-aturan syari’at adalah seperangkat aturan yang lengkap dan universal, sehingga keinginan untuk mempercantik diri seyogyanya dengan tetap berpedoman pada kaidah-kaidah syara’ sehingga kecantikan kita tidak mendatangkan petaka dan dimurkai Alloh. Apalah gunanya cantik tapi hati tidak tentram atau cantik tapi dilaknat oleh Alloh dan rasul-Nya, toh kecantikan fisik tidak akan bertahan lama, ia semu saja. Ada yang lebih indah dihadapan Alloh, Rabb semesta alam, yaitu kecantikan hati yang nantinya akan berdampak pada mulianya akhlaq dan berbalaskan surga. Banyak-banyaklah introspeksi diri (muhasabah), kenali apa-apa yang masih kurang dan lekas dibenahi. Jangan ikuti langkah-langkah syaitan dengan melalaikan kita pada tugas utama karena memoles kulit luar bukanlah hal yang gratis, ia butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit. Bukankah menghambur-hamburkan uang (boros) adalah teman syaitan?. JADI, mari kita ubah sedikit demi sedikit mengenai paradigma kecantikan.
Faham Syari’at = CANTIK
Tidak Faham Syari’at = Tidak CANTIK sama sekali!
Bagaimana? setuju?.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu ’alaihi Wa sallam bersabda:
”Innallaha la yanzhuru ila ajsamikum wa la ila shuwarikum walakin yanzhuru ila qulubikum”
”Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik kalian dan rupa kalian akan tetapi Allah melihat hati dan kalian” (HR. Muslim)
Mari kita simak syair indah dibawah ini:
Banyak lebah mendatangi bunga yang kurang harum
Karena banyaknya madu yang dimiliki bunga
Tidak sedikit lebah meninggalkan bunga yang harum karena sedikitnya madu
Banyak laki-laki tampan yang tertarik dan terpesona oleh wanita yang kurang cantik
Karena memiliki hati yang cantik
Dan tidak sedikit pula wanita cantik ditinggalkan laki-laki karena jelek hatinya
Karena kecantikan yang sejati bukanlah cantiknya wajah tapi apa yang ada didalam dada
Maka percantiklah hatimu agar dicintai dan dirindukan semua orang.
Wallahu ‘alam bisshowab (ummu Zahwa).
Maroji’:
297 Larangan Dalam Islam dan Fatwa-Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syaikh Ali Ahmad Abdul ‘Aal ath-Thahthawi.
semoga bermanfaat
Oleh : admin membumikan dan menghidupkan Al Qur’an dan hadist tanggal 28 April 2011 pukul 15.40
Tidak cantik = Minder dan jarang disukai orang.
Cantik = Percaya diri, terkenal dan banyak yang suka.
AH MASA SIH??
Itulah sekelumit rumus yang ada dalam fikiran wanita atau bisa juga akhwat. Sebuah rumus simple namun amat berbahaya. Darimanakah asal muasal rumus ini? Bisa jadi dari media ataupun oleh opini masyarakat yang juga telah teracuni oleh media- baik cetak maupun elektronik- bahwa kecantikan hanya sebatas kulit luar saja.
Semua warga Indonesia seolah satu kata bahwa yang cantik adalah yang berkulit putih, tinggi semampai, hidung mancung, bibir merah, mata jeli, langsing, dll. Akibatnya banyak kaum hawa yang ingin memiliki image cantik seperti yang digambarkan khalayak ramai, mereka tergoda untuk membeli kosmetika yang dapat mewujudkan mimpi-mimpi mereka dan mulai melalaikan koridor syari’at yang telah mengatur batasan-batasan untuk tampil cantik. Ada yang harap-harap cemas mengoleskan pemutih kulit, pelurus rambut, mencukur alis, mengeriting bulu mata, mengecat rambut sampai pada usaha memancungkan hidung melalui serangkaian treatment silikon, dll. Singkat kata, mereka ingin tampil secantik model sampul, bintang iklan ataupun teman pengajian yang qadarullah tampilannya memikat hati. Maka tidak heran setiap saya melewati toko kosmetik terbesar di kota saya, toko tersebut tak pernah sepi oleh riuh rendah kaum hawa yang memilah milih kosmetik dalam deretan etalase dan mematut di depan kaca sambil terus mendengarkan rayuan manis dari si mba SPG.
Kata cantik telah direduksi sedemikian rupa oleh media, sehingga banyak yang melalaikan hakikat cantik yang sesungguhnya. Mereka sibuk memoles kulit luar tanpa peduli pada hati mereka yang kian gersang. Tujuannya? Jelas, untuk menambah deretan fans dan agar kelak bisa lebih mudah mencari pasangan hidup, alangkah naifnya. Faktanya, banyak dari teman-teman pengajian saya yang sukses menikah bukanlah termasuk wanita yang cantik ataupun banyak kasus yang muncul di media massa bahwa si cantik ini dan itu perkawinannya kandas di tengah jalan. Jadi, tidak ada korelasi antara cantik dan kesuksesan hidup!.
Teman-teman saya yang sukses menikah walaupun tidak cantik-cantik amat tapi kepribadiannya amat menyenangkan, mereka tidak terlalu fokus pada rehab kulit luar tapi mereka lebih peduli pada recovery iman yang berkelanjutan sehingga tampak dalam sikap dan prinsip hidup mereka, kokoh tidak rapuh. Pun, jika ada teman yang berwajah elok mereka malah menutupinya dengan cadar supaya kecantikannya tidak menjadi fitnah bagi kaum adam dan hanya dipersembahkan untuk sang suami saja, SubhanAlloh. Satu kata yang terus bergema dalam hidup mereka yakni bersyukur pada apa-apa yang telah Alloh berikan tanpa menuntut lagi, ridho dengan bentuk tubuh dan lekuk wajah yang dianugerahkan Alloh karena inilah bentuk terbaik menurut-Nya, bukan menurut media ataupun pikiran dangkal kita. Kalau kita boleh memilih, punya wajah dan kepribadian yang cantik itu lebih enak tapi tidak semua orang dianugerahi hal semacam itu, itulah ke maha adilan Alloh, ada kelebihan dan kekurangan pada diri tiap orang. Dan satu hal yang pasti, semua orang bertingkah laku sesuai pemahaman mereka, jika kita rajin menuntut ilmu agama InsyaAlloh gerak-gerik kita sesuai dengan ilmu yang kita miliki. Demikian pula yang terjadi pada wanita-wanita yang terpaku pada kecantikan fisik semata, menurut asumsi saya, mereka merupakan korban-korban iklan dan kurang tekun menuntut ilmu agama, sehingga lahirlah wanita-wanita yang berpikiran dangkal, mudah tergoda dan menggoda. Mengutip salah satu hadist, Rasulullah Shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda :
“Siapa yang Alloh kehendaki kebaikan baginya, Alloh akan pahamkan ia dalam agamanya”(Shahih, Muttafaqun ‘alaihi).
Hadist diatas dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Baz bahwa ia menunjukkan keutamaan ilmu. Jika Alloh menginginkan seorang hamba memperoleh kebaikan, Alloh akan memahamkan agama-Nya hingga ia dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang bathil, mana petunjuk mana kesesatan. Dengannya pula ia dapat mengenal Rabbnya dengan nama dan sifat-sifat-Nya serta tahu keagungan hak-Nya. Ia pun akan tahu akhir yang akan diperoleh para wali Alloh dan para musuh Alloh.
Syaikh Ibnu Baz lebih lanjut juga mengingatkan betapa urgennya menuntut ilmu syari’at:
“Adapun ilmu syar’i, haruslah dituntut oleh setiap orang (fardhu ‘ain), karena Alloh menciptakan jin dan manusia untuk beribadah dan bertaqwa kepada-Nya. Sementara tidak ada jalan untuk beribadah dan bertaqwa kecuali dengan ilmu syar’i, ilmu Al-Qur’an dan as Sunnah”.
Dus, sadari sejak semula bahwa Alloh menciptakan kita tidak dengan sia-sia. Kita dituntut untuk terus menerus beribadah kepadaNya. Ilmu agama yang harus kita gali adalah ilmu yang Ittibaurrasul (mencontoh Rasulullah) sesuai pemahaman generasi terbaik yang terdahulu (salafusshalih), itu adalah tugas pokok dan wajib. Jika kita berilmu niscaya kita akan mengetahui bahwa mencukur alis (an-namishah), tatto (al-wasyimah), mengikir gigi (al-mutafallijah) ataupun trend zaman sekarang seperti menyambung rambut asli dengan rambut palsu (al-washilah) adalah haram karena perbuatan-perbuatan tersebut termasuk merubah ciptaan Alloh. Aturan-aturan syari’at adalah seperangkat aturan yang lengkap dan universal, sehingga keinginan untuk mempercantik diri seyogyanya dengan tetap berpedoman pada kaidah-kaidah syara’ sehingga kecantikan kita tidak mendatangkan petaka dan dimurkai Alloh. Apalah gunanya cantik tapi hati tidak tentram atau cantik tapi dilaknat oleh Alloh dan rasul-Nya, toh kecantikan fisik tidak akan bertahan lama, ia semu saja. Ada yang lebih indah dihadapan Alloh, Rabb semesta alam, yaitu kecantikan hati yang nantinya akan berdampak pada mulianya akhlaq dan berbalaskan surga. Banyak-banyaklah introspeksi diri (muhasabah), kenali apa-apa yang masih kurang dan lekas dibenahi. Jangan ikuti langkah-langkah syaitan dengan melalaikan kita pada tugas utama karena memoles kulit luar bukanlah hal yang gratis, ia butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit. Bukankah menghambur-hamburkan uang (boros) adalah teman syaitan?. JADI, mari kita ubah sedikit demi sedikit mengenai paradigma kecantikan.
Faham Syari’at = CANTIK
Tidak Faham Syari’at = Tidak CANTIK sama sekali!
Bagaimana? setuju?.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu ’alaihi Wa sallam bersabda:
”Innallaha la yanzhuru ila ajsamikum wa la ila shuwarikum walakin yanzhuru ila qulubikum”
”Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik kalian dan rupa kalian akan tetapi Allah melihat hati dan kalian” (HR. Muslim)
Mari kita simak syair indah dibawah ini:
Banyak lebah mendatangi bunga yang kurang harum
Karena banyaknya madu yang dimiliki bunga
Tidak sedikit lebah meninggalkan bunga yang harum karena sedikitnya madu
Banyak laki-laki tampan yang tertarik dan terpesona oleh wanita yang kurang cantik
Karena memiliki hati yang cantik
Dan tidak sedikit pula wanita cantik ditinggalkan laki-laki karena jelek hatinya
Karena kecantikan yang sejati bukanlah cantiknya wajah tapi apa yang ada didalam dada
Maka percantiklah hatimu agar dicintai dan dirindukan semua orang.
Wallahu ‘alam bisshowab (ummu Zahwa).
Maroji’:
297 Larangan Dalam Islam dan Fatwa-Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syaikh Ali Ahmad Abdul ‘Aal ath-Thahthawi.
semoga bermanfaat
Setetes Parfum Yang Kau Usapkan Pada Tubuhmu
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Oleh : admin membumikan dan menghidupkan Al Qur’an dan hadist tanggal 28 April 2011 pukul 15.46
Parfum dan wanita merupakan bagian yang tak terpisahkan.Saking pentingnya banyak kaum hawa yang tak percaya diri bila tidak memakai benda ini. Sekejap saja kita keluar rumah dijalan, di pasar, di tempat keramaian maka akan dengan mudah hidung kita mencium bau yang semerbak dari wewangian parfum.Berbagai macam merek parfum dijual dari harga di bawah sepuluh ribu rupiah sampai ratusan ribu bahkan ada yang mencapai jutaan.Yang menjadi masalah bukannya merek atau harganya . Sebenarnya boleh nggak sih seorang wanita muslimah keluar dengan memakai parfum?walaupun hanya setetes saja?
Wajib bagi setiap muslimah mengetahui tentang masalah ini agar nantinya bermanfaat bagi diri kita, apakah yang kita lakukan sudah sesuai dengan garis syariat agama kita , sayang kan kalau ternyata hal ini kita anggap enteng (disepelekan)ternyata merupakan suatu kesalahan besar setelah di tinjau dari kacamata islam sehingga anggapan semacam ….ah itukan hanya setetes saja apa salahnya??, atau hanya parfum ini …tidak akan kita dengar lagi ……lalu bagaimana sebenarnya islam memandang masalah wanita yang keluar rumah dengan memakai parfum ??? Ada baiknya kita simak penjelasan berikut ini.
Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman (parfum) maka janganlah ia menghadiri shalat isya (dimasjid) bersama kami” {Shahih riwayat Imam Ahmad,Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari jalan Abu Hurairah, juga lihat kitab Ash-shahihah hadits no.1094)
Dari Abu hurairah : “Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian (parfum) menerpanya.Maka Abu Hurairah berkata:”Wahai hamba Allah! apakah kamu hendak kemasjid?”ia menjawab:”Ya!” Abu Hurairah kemudian berkata lagi:”Pulanglah saja, lalu mandilah! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangiannya menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi (baru kemudian shalat kemasjid” {Hadits shahih, dikeluarkan oleh Al-baihaqi (III/133 dan 246) lihat silsilah Hadits Shahihah Syaikh Albani 3/1031)
Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima shalatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut) ” {Shahih riwayatb Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah}
Hadits pertama menjelaskan haramnya seorang wanita keluar ke masjid untuk menghadiri shalat isya dengan memakai wewangian.Disebutnya shalat isya disini tidak berarti menghadiri shalat-shalat lainnya diperbolehkan.Tentu saja tidak!!karena pada hadits kedua dan ketiganya menunjukkan keumuman seluruh macam shalat baik shalat fardhu maupun sunnah (seperti shalat tarawih dan shalat hari raya). Disebut shalat isya pada hadits no. 1 karena fitnahnya lebih besar.Kita lihat penjelasan Ibnul Malik mengenai hal ini :”shalat isya itu dikerjakan pada waktu malam hari, dimana kondisi jalanan pada waktu itu sepi dan gelap, sedangkan bau harum itu dapat membangkitkan birahi laki-laki, sehingga kaum wanita tidak bisa aman dari fitnah pada saat-saat seperti itu.Berbeda dengan waktu lainnya seperti Shubuh dan Magrib yang agak terang. Sudah jelas bahwa memakai wewangian itu menghalangi seorang wanita untuk mendatangi masjid secara mutlak”(Jilbab Wanita Muslimah:143-144)’
Apakah benar hanya ke masjid saja yang dilarang??? kalau begitu keluar rumah asalkan kita nggak ke masjid sah-sah saja kita memakai minyak wangi.Pembahasan ini belum lah selesai. Penulis menemukan satu hadits lagi yang patut kita camkan baik-baik karena apabila kita meremehkan bahaya sekali akibatnya .Ingin tahu lebih detail lagi???
Hadits ini diriwayatkan dari jalan Abu Musa Al-Asyari Radhiyallahu anhu dia menceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam telah bersabda:
“Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi, kemudian ia keluar lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium )baunya , maka dia itu adalah perempuan zina /tuna susila”(Hadits ini hasan shahih diriwayatkan Imam Ahmad(4/414),Abu Dawud(4173),Tirmidzi(2786),An-Nasa’i(8/153)).
Jadi bagi siapa saja wanita muslimah yang memakai parfum ketika keluar rumah akan terkena ancaman ini. Alasan pelarangannya sudah jelas yaitu bahwa hal itu dapat membangkitkan syahwat kaum laki-laki.Al-Alamah Al-Mubarakafuri Rahimahullah menjelaskan hadits diatas dengan mengatakan:
“Yang demikian itu disebut berzina karena wangi-wangian yang dikenakan wanita dapat membangkitkan syahwat laki-laki dan menarik perhatian mereka. Laki-laki yang melihatnya berarti telah berzina dengan mata dan dengan demikian wanita itu telah melakukan perbuatan dosa “(30 larangan Wanita 30-31).
begitu pula dengan Syaikh Albani beliaupun menyampaikan penjelasan hadits diatas (hadits 1,2,3 dan yang terakhir ) dengan berkata:
“Jika hal itu (memakai wewangian ) saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya??tidak diragukan lagi bahwa hal ini jauh lebih haram dan lebih besar dosanya.AlHaitsami dalam kitabnya Az-Zawajir (2/37) menyebutkan bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai harum-haruman dan berhias adalah termasuk perbuatan dosa besar, meskipun suaminya mengijinkannya.(Jilbab Wanita muslimah 143).
Mungkin akan timbul pertanyaan dalam benak kita, kalau memakai parfum haram hukumnya (ketika keluar rumah) lalu bagaimana mengatasi bau badan kita???tentunya kita akan malu dan tidak percaya diri berdekatan dengan teman-teman di kampus, sekolah, rumah sakit dan sebagainya.Bagaimana ini???ukhti-ukhti jangan khawatir sekarang ini banyak produk yang dijual dipasaran untuk mengatasi masalah tersebut.Dari yang berbentuk bubuk sampai cairpun dijual bebas.Pilihlah yang tidak memakai wewangian (fragarance free),apalagi kalau ukhti rajin minum jamu maka tidaklah sulit untuk mengatasi masalah “bau badan ini” dengan rajin mandi, minum jamu dan memakai produk khusus untuk mengatasi “bau badan” maka insya Allah kita akan terhindar dari bau yang tidak menyenangkan itu.Sehingga kita tidak akan bergantung lagi dengan parfum , bila ukhti dirumah maka islam tidak melarang seorang wanita muslimah memakainya, kita bebas memakainya asalkan kita yakin parfum itu tidak akan tercium oleh laki-laki yang bukan mahram kita.jadi kita nggak mau kan terjerumus dalam kesalahan fatal (dosa) hanya gara-gara dari setetes parfum yang kita pakai ketika keluar rumah.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita , sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.amin.
Daftar Pustaka:
Jilbab Wanita Muslimah,Syaikh Albani,Pustaka Tibyan, 2000M
30 Larangan Wanita,Amr bin Abdul Mun’im,Pustaka Azzam,2000M
Al-Masail, jilid 2, Abdul Hakim bin Amir Abdat,Darul Qalam,2003M
semoga bermanfaat
Oleh : admin membumikan dan menghidupkan Al Qur’an dan hadist tanggal 28 April 2011 pukul 15.46
Parfum dan wanita merupakan bagian yang tak terpisahkan.Saking pentingnya banyak kaum hawa yang tak percaya diri bila tidak memakai benda ini. Sekejap saja kita keluar rumah dijalan, di pasar, di tempat keramaian maka akan dengan mudah hidung kita mencium bau yang semerbak dari wewangian parfum.Berbagai macam merek parfum dijual dari harga di bawah sepuluh ribu rupiah sampai ratusan ribu bahkan ada yang mencapai jutaan.Yang menjadi masalah bukannya merek atau harganya . Sebenarnya boleh nggak sih seorang wanita muslimah keluar dengan memakai parfum?walaupun hanya setetes saja?
Wajib bagi setiap muslimah mengetahui tentang masalah ini agar nantinya bermanfaat bagi diri kita, apakah yang kita lakukan sudah sesuai dengan garis syariat agama kita , sayang kan kalau ternyata hal ini kita anggap enteng (disepelekan)ternyata merupakan suatu kesalahan besar setelah di tinjau dari kacamata islam sehingga anggapan semacam ….ah itukan hanya setetes saja apa salahnya??, atau hanya parfum ini …tidak akan kita dengar lagi ……lalu bagaimana sebenarnya islam memandang masalah wanita yang keluar rumah dengan memakai parfum ??? Ada baiknya kita simak penjelasan berikut ini.
Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman (parfum) maka janganlah ia menghadiri shalat isya (dimasjid) bersama kami” {Shahih riwayat Imam Ahmad,Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari jalan Abu Hurairah, juga lihat kitab Ash-shahihah hadits no.1094)
Dari Abu hurairah : “Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian (parfum) menerpanya.Maka Abu Hurairah berkata:”Wahai hamba Allah! apakah kamu hendak kemasjid?”ia menjawab:”Ya!” Abu Hurairah kemudian berkata lagi:”Pulanglah saja, lalu mandilah! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangiannya menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi (baru kemudian shalat kemasjid” {Hadits shahih, dikeluarkan oleh Al-baihaqi (III/133 dan 246) lihat silsilah Hadits Shahihah Syaikh Albani 3/1031)
Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima shalatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut) ” {Shahih riwayatb Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah}
Hadits pertama menjelaskan haramnya seorang wanita keluar ke masjid untuk menghadiri shalat isya dengan memakai wewangian.Disebutnya shalat isya disini tidak berarti menghadiri shalat-shalat lainnya diperbolehkan.Tentu saja tidak!!karena pada hadits kedua dan ketiganya menunjukkan keumuman seluruh macam shalat baik shalat fardhu maupun sunnah (seperti shalat tarawih dan shalat hari raya). Disebut shalat isya pada hadits no. 1 karena fitnahnya lebih besar.Kita lihat penjelasan Ibnul Malik mengenai hal ini :”shalat isya itu dikerjakan pada waktu malam hari, dimana kondisi jalanan pada waktu itu sepi dan gelap, sedangkan bau harum itu dapat membangkitkan birahi laki-laki, sehingga kaum wanita tidak bisa aman dari fitnah pada saat-saat seperti itu.Berbeda dengan waktu lainnya seperti Shubuh dan Magrib yang agak terang. Sudah jelas bahwa memakai wewangian itu menghalangi seorang wanita untuk mendatangi masjid secara mutlak”(Jilbab Wanita Muslimah:143-144)’
Apakah benar hanya ke masjid saja yang dilarang??? kalau begitu keluar rumah asalkan kita nggak ke masjid sah-sah saja kita memakai minyak wangi.Pembahasan ini belum lah selesai. Penulis menemukan satu hadits lagi yang patut kita camkan baik-baik karena apabila kita meremehkan bahaya sekali akibatnya .Ingin tahu lebih detail lagi???
Hadits ini diriwayatkan dari jalan Abu Musa Al-Asyari Radhiyallahu anhu dia menceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam telah bersabda:
“Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi, kemudian ia keluar lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium )baunya , maka dia itu adalah perempuan zina /tuna susila”(Hadits ini hasan shahih diriwayatkan Imam Ahmad(4/414),Abu Dawud(4173),Tirmidzi(2786),An-Nasa’i(8/153)).
Jadi bagi siapa saja wanita muslimah yang memakai parfum ketika keluar rumah akan terkena ancaman ini. Alasan pelarangannya sudah jelas yaitu bahwa hal itu dapat membangkitkan syahwat kaum laki-laki.Al-Alamah Al-Mubarakafuri Rahimahullah menjelaskan hadits diatas dengan mengatakan:
“Yang demikian itu disebut berzina karena wangi-wangian yang dikenakan wanita dapat membangkitkan syahwat laki-laki dan menarik perhatian mereka. Laki-laki yang melihatnya berarti telah berzina dengan mata dan dengan demikian wanita itu telah melakukan perbuatan dosa “(30 larangan Wanita 30-31).
begitu pula dengan Syaikh Albani beliaupun menyampaikan penjelasan hadits diatas (hadits 1,2,3 dan yang terakhir ) dengan berkata:
“Jika hal itu (memakai wewangian ) saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya??tidak diragukan lagi bahwa hal ini jauh lebih haram dan lebih besar dosanya.AlHaitsami dalam kitabnya Az-Zawajir (2/37) menyebutkan bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai harum-haruman dan berhias adalah termasuk perbuatan dosa besar, meskipun suaminya mengijinkannya.(Jilbab Wanita muslimah 143).
Mungkin akan timbul pertanyaan dalam benak kita, kalau memakai parfum haram hukumnya (ketika keluar rumah) lalu bagaimana mengatasi bau badan kita???tentunya kita akan malu dan tidak percaya diri berdekatan dengan teman-teman di kampus, sekolah, rumah sakit dan sebagainya.Bagaimana ini???ukhti-ukhti jangan khawatir sekarang ini banyak produk yang dijual dipasaran untuk mengatasi masalah tersebut.Dari yang berbentuk bubuk sampai cairpun dijual bebas.Pilihlah yang tidak memakai wewangian (fragarance free),apalagi kalau ukhti rajin minum jamu maka tidaklah sulit untuk mengatasi masalah “bau badan ini” dengan rajin mandi, minum jamu dan memakai produk khusus untuk mengatasi “bau badan” maka insya Allah kita akan terhindar dari bau yang tidak menyenangkan itu.Sehingga kita tidak akan bergantung lagi dengan parfum , bila ukhti dirumah maka islam tidak melarang seorang wanita muslimah memakainya, kita bebas memakainya asalkan kita yakin parfum itu tidak akan tercium oleh laki-laki yang bukan mahram kita.jadi kita nggak mau kan terjerumus dalam kesalahan fatal (dosa) hanya gara-gara dari setetes parfum yang kita pakai ketika keluar rumah.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita , sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.amin.
Daftar Pustaka:
Jilbab Wanita Muslimah,Syaikh Albani,Pustaka Tibyan, 2000M
30 Larangan Wanita,Amr bin Abdul Mun’im,Pustaka Azzam,2000M
Al-Masail, jilid 2, Abdul Hakim bin Amir Abdat,Darul Qalam,2003M
semoga bermanfaat
Berikan Kami Al Qur'an, Bukan Cokelat !!...
•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Oleh : admin membumikan dan menghidupkan Al Qur’an dan hadist tanggal 29 April 2011 pukul 10.30
“Al Qur’an! Al Qur’an! Bukan cokelat! Bukan Cokelat!” kata anak perempuan setengah berteriak ke beberapa teman lain yang sedang mengurus pengungsi.
Dua Pasang Mata di Tengah Salju: Al Qur’an Bukan Cokelat!
(Banyak yang sebenarnya harus saya catat ketika bekerja menemani anak-anak di berbagai daerah dan negara. Namun,cerita yang satu ini amat berkesan. Menohok konsep diri.)
Anak-anak hebat tidak selamanya lahir dari fasilitas yang serba lengkap, bahkan sebagian dari mereka disembulkan dari kehidupan sulit yang berderak-derak. Mereka tumbuh dan berkembang dari kekurangan.
Pada sebuah musim dingin yang menggigit, di sebuah pedalaman, di belahan timur Eropa, kisah ini bermula. Kejadian menakjubkan, setidaknya bagi saya.
Salju bagai permadani putih dingin menyelimuti pedalaman yang telah kusut masai dirobek perang yang tak kunjung usai. Dentuman bom dan letupan senjata meraung-raung dimana-mana. Sesekali, terdengar ibu dan anak menjerit dan kemudian hilang.
Di tenda kami, puluhan anak duduk memojok dalam keadaan teramat takut. Sepi. Takada percakapan. Takada jeritan. Hanya desah pasrah merayap dari mulut mereka terutama ketika terdengar letupan atau ledakan.
Di luar, selimut putih beku telah menutup hampir semua jengkal tanah. Satu-dua pohon perdu masih keras kepala mendongak, menyeruak. Beberapa di antara kami terlihat masih berlari ke sana-kemari. Memangku anak atau membopong anak-anak yang terjebak perang dan musim dingin yang menggigit tulang.
Tiba-tiba dari kejauhan, saya melihat dua titik hitam kecil. Lambat laun, terus bergerak menuju tenda kami. Teman di samping yang berkebangsaan Mesir mengambil teropong.
“Allahu Akbar!” teriaknya meloncat sambil melemparkan teropong sekenanya.
Saya juga meloncat dan ikut berlari menyusul dua titik hitam kecil itu. Seperti dua rusa yang dikejar Singa Kalahari, kami berlari.
Dari jarak beberapa meter, dapat kami pastikan bahwa dua titik hitam kecil itu adalah sepasang anak. Anak perempuan lebih besar dan tinggi dari anak lelaki. Anak perempuan yang manis khas Eropa Timur itu terlihat amat lelah. Matanya redup. Sementara, anak lelaki berusaha terus tegar.
“Cokelat …,” sodor teman saya setelah mereka sampai di tenda penampungan kami.
Anak yang lebih besar dengan mata tajamnya menatap teman saya yang menyodorkan sebungkus cokelat tadi.
Teman saya merasa mendapat perhatian maka dia semakin semangat menyodorkan cokelat. Diangsurnya tiga bungkus cokelat ke kepalan tangan anak yang kecil (yang ternyata adalah adiknya).
Sang Kakak dengan cepat dan mengejutkan kami mengibaskan tangannya menolak dua bungkus cokelat yang diberikan. Teman saya yang berkebangsaan Mesir itu terkesiap.
“Berikan kami Al Qur’an, bukan cokelat!” katanya hampir setengah berteriak.
Kalimatnya yang singkat dan tegas seperti suara tiang pancang dihantam berkali-kali.
Belum seluruhnya nyawa kami berkumpul, sang Kakak melanjutkan ucapannya,
“Kami membutuhkan bantuan abadi dari Allah! Kami ingin membaca Al Qur’an. Tapi, ndak ada satu pun Al Qur’an.”
Saya tercekat apalagi teman saya yang dari Mesir. Kakinya seperti terbenam begitu dalam dan berat di rumput salju. Kami bergeming.
Dua titik hitam yang amat luar biasa meneruskan perjalanannya menuju tenda pengungsi. Mereka berusaha tegap berjalan.
“Al Qur’an! Al Qur’an! Bukan cokelat! Bukan Cokelat!” kata anak perempuan setengah berteriak ke beberapa teman lain yang sedang mengurus pengungsi.
Saya dan teman Mesir yang juga adalah kandidat doktor ilmu tafsir Al Qur’an Universitas Al Azhar Kairo itu kaku.
[Takakan pernah terlupakan kejadian di sekitar Mostar ini. Meski musim dingin dan dalam dentuman senjata pembunuh yang tak terkendali, angsa-angsa terus berenang di sebuah danau berteratai yang luar biasa indahnya. Beberapa anak menangis dipangkuan. Darah menetes. Beberapa anak-anak bertanya, dimana ayah dan ibu mereka. (Saya ingin melupakan tahunnya.)]
semoga bermanfaat
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Oleh : admin membumikan dan menghidupkan Al Qur’an dan hadist tanggal 29 April 2011 pukul 10.30
“Al Qur’an! Al Qur’an! Bukan cokelat! Bukan Cokelat!” kata anak perempuan setengah berteriak ke beberapa teman lain yang sedang mengurus pengungsi.
Dua Pasang Mata di Tengah Salju: Al Qur’an Bukan Cokelat!
(Banyak yang sebenarnya harus saya catat ketika bekerja menemani anak-anak di berbagai daerah dan negara. Namun,cerita yang satu ini amat berkesan. Menohok konsep diri.)
Anak-anak hebat tidak selamanya lahir dari fasilitas yang serba lengkap, bahkan sebagian dari mereka disembulkan dari kehidupan sulit yang berderak-derak. Mereka tumbuh dan berkembang dari kekurangan.
Pada sebuah musim dingin yang menggigit, di sebuah pedalaman, di belahan timur Eropa, kisah ini bermula. Kejadian menakjubkan, setidaknya bagi saya.
Salju bagai permadani putih dingin menyelimuti pedalaman yang telah kusut masai dirobek perang yang tak kunjung usai. Dentuman bom dan letupan senjata meraung-raung dimana-mana. Sesekali, terdengar ibu dan anak menjerit dan kemudian hilang.
Di tenda kami, puluhan anak duduk memojok dalam keadaan teramat takut. Sepi. Takada percakapan. Takada jeritan. Hanya desah pasrah merayap dari mulut mereka terutama ketika terdengar letupan atau ledakan.
Di luar, selimut putih beku telah menutup hampir semua jengkal tanah. Satu-dua pohon perdu masih keras kepala mendongak, menyeruak. Beberapa di antara kami terlihat masih berlari ke sana-kemari. Memangku anak atau membopong anak-anak yang terjebak perang dan musim dingin yang menggigit tulang.
Tiba-tiba dari kejauhan, saya melihat dua titik hitam kecil. Lambat laun, terus bergerak menuju tenda kami. Teman di samping yang berkebangsaan Mesir mengambil teropong.
“Allahu Akbar!” teriaknya meloncat sambil melemparkan teropong sekenanya.
Saya juga meloncat dan ikut berlari menyusul dua titik hitam kecil itu. Seperti dua rusa yang dikejar Singa Kalahari, kami berlari.
Dari jarak beberapa meter, dapat kami pastikan bahwa dua titik hitam kecil itu adalah sepasang anak. Anak perempuan lebih besar dan tinggi dari anak lelaki. Anak perempuan yang manis khas Eropa Timur itu terlihat amat lelah. Matanya redup. Sementara, anak lelaki berusaha terus tegar.
“Cokelat …,” sodor teman saya setelah mereka sampai di tenda penampungan kami.
Anak yang lebih besar dengan mata tajamnya menatap teman saya yang menyodorkan sebungkus cokelat tadi.
Teman saya merasa mendapat perhatian maka dia semakin semangat menyodorkan cokelat. Diangsurnya tiga bungkus cokelat ke kepalan tangan anak yang kecil (yang ternyata adalah adiknya).
Sang Kakak dengan cepat dan mengejutkan kami mengibaskan tangannya menolak dua bungkus cokelat yang diberikan. Teman saya yang berkebangsaan Mesir itu terkesiap.
“Berikan kami Al Qur’an, bukan cokelat!” katanya hampir setengah berteriak.
Kalimatnya yang singkat dan tegas seperti suara tiang pancang dihantam berkali-kali.
Belum seluruhnya nyawa kami berkumpul, sang Kakak melanjutkan ucapannya,
“Kami membutuhkan bantuan abadi dari Allah! Kami ingin membaca Al Qur’an. Tapi, ndak ada satu pun Al Qur’an.”
Saya tercekat apalagi teman saya yang dari Mesir. Kakinya seperti terbenam begitu dalam dan berat di rumput salju. Kami bergeming.
Dua titik hitam yang amat luar biasa meneruskan perjalanannya menuju tenda pengungsi. Mereka berusaha tegap berjalan.
“Al Qur’an! Al Qur’an! Bukan cokelat! Bukan Cokelat!” kata anak perempuan setengah berteriak ke beberapa teman lain yang sedang mengurus pengungsi.
Saya dan teman Mesir yang juga adalah kandidat doktor ilmu tafsir Al Qur’an Universitas Al Azhar Kairo itu kaku.
[Takakan pernah terlupakan kejadian di sekitar Mostar ini. Meski musim dingin dan dalam dentuman senjata pembunuh yang tak terkendali, angsa-angsa terus berenang di sebuah danau berteratai yang luar biasa indahnya. Beberapa anak menangis dipangkuan. Darah menetes. Beberapa anak-anak bertanya, dimana ayah dan ibu mereka. (Saya ingin melupakan tahunnya.)]
semoga bermanfaat
Ngemil Kerikil Neraka
Kehidupan dunia menawarkan kesenangan semu yang tiada batas. Dan manusia di `anugrahi` cobaan berupa nafsu sebagai pengikut setia atas semua itu. Berbagai tawaran menggiurkanpun tak luput menyemarakkan kelezatan dosa. Namun sangat disayangkan bahwa Kesemua itu berujung pada neraka yang mengerikan.
Betapa batin manusia sering kali terlupa atas dosa yang nyata apalagi yang tersamar. Saat kelalaian malah dianggap atraksi hiburan yang menyenangkan, dan atau dosa dinilai sebagai improfisasi brilian, maka kabut hitam penutup pintu hidayah manusia pun menjadi terasa sesak untuk dilewati.
Bisakah kita mengkaji ulang sebentar dan melihat kembali kebelakang jalan hidup yang selama ini telah kita tempuh. Adakah barang haram yang telah kita relakan menjadi bagian dari darah kita saat ini? Dan atau mungkin bukan hanya kita, jangan- jangan suapan dosa itu telah kita suguhkan kepada anak- anak kita?
Menghadirkan neraka sebagai bagian dari sarapan pagi anda dan keluarga, tentu saja bukan mencerminkan cita rasa yang baik dari orang tua yang pantas diteladani.Bagaimana mungkin orangtua yang baik bisa begitu egois. Egois? ya, keegoisan orang tua yang dengan kesenangan dan kepuasan pribadinya telah mengumpulkan harta haram, yang kemudian memenuhi perut anak- anak terkasih yang jelas- jelas tidak tahu menahu tentang tingkah polah ayah ibunya.Parahnya lagi, jika hal itu disampaikan orang lain sebagai nasehat bagi mereka, sejuta dalih atas dasar tanggung jawabpun mengalir dari mulut agar terbuka jalan pemakluman orang lain atas dirinya. Bagaimana mungkin orang tua teladan akan bangga mengajak anak- anak untuk secara berjamaah ngemil kerikil neraka sebagai rutinitas harian dan kudapan favorit mereka? Tentu saja kita berharap kepada Allah agar melindungi kita dari menjadi hambanya yang tergambarkan seperti hal tersebut diatas.
untuk mendapat rizki halal atau haram bukanlah tentang idealisme dan atau sekedar jargon- jargon tak berguna. Kesemua itu adalah pencerminan kualitas orang tua sebagai seorang hamba. Jangan anggap remeh sebuah pilihan, karena hitungan Allah yang sangat maha akurat dalam segala hal, akan memberikan balasan atas apa yang kita pilih dengan sangat tepat pula.Saat ini, besok, didunia, ataupun diakherat, cepat atau lambat, layaknya bumerang balasan itu akan kembali menimpa kita. Benar- benar tidak ada yang gratis apalagi tertebus dengan cuma- cuma untuk sebuah kejahatan ataupun kebaikan. Semua akan menuai balasannya sendiri- sendiri sesuai dengan kadarnya.
Usia kita akan menua, dan kita tidak akan tahu apa yang akan Allah rencanakan dalam episode penempuhan jalan itu. Beberapa orang sengaja menunggu umur senja mereka untuk memanen tangis penyesalan. Sebagian dari mereka mungkin tak sadar atas proses menunggu itu, dengan membiarkan diri lalai terus menerus dalam dosa. Hal itu sama saja mereka membangun jalan takdir mereka selanjutnya. Dan kapan tepatnya episode kesedihan itu akan terjadi, tentunya itu hanya masalah waktu saja.
Saat mata sudah buram untuk melihat, saat lutut tak mampu menopang penuh badan untuk melangkah, dan atau malah justru saat harta yang seumur hidup dikumpulkannya tenyata tak lagi mengakrabinya. Apalagi yang mampu dicapai saat itu, kecuali dengan rahmat Allah subhanahu Wata`ala yang kembali merengkuh kita dalam sebuah kebahagiaan.
Hanya hati yang penuh kesyukuran yang akan dengan gagah berani menatap kenyataan dan memandang langkah takdir berikutnya sebagai perjuangan.Bagi pribadi seperti ini,kekurangan dipandang sebagai tantangan yang dengan ijin Allah akan selalu bisa ditaklukkan.
Perjuangan menghadiahi keluarga dengan hidangan kesenangan dalam rizki yang halal, walaupun dalam keterbatasan, akan menjadikan anda kebanggaan keluarga. Keselamatan dunia akherat yang anda bangun atas keluarga, menjadikan anda sebagai harta yang tak ternilai bagi keluarga, sangat lebih bernilai, bahkan lebih dari nilai harta yang telah anda berikan untuk mereka.
Betapa batin manusia sering kali terlupa atas dosa yang nyata apalagi yang tersamar. Saat kelalaian malah dianggap atraksi hiburan yang menyenangkan, dan atau dosa dinilai sebagai improfisasi brilian, maka kabut hitam penutup pintu hidayah manusia pun menjadi terasa sesak untuk dilewati.
Bisakah kita mengkaji ulang sebentar dan melihat kembali kebelakang jalan hidup yang selama ini telah kita tempuh. Adakah barang haram yang telah kita relakan menjadi bagian dari darah kita saat ini? Dan atau mungkin bukan hanya kita, jangan- jangan suapan dosa itu telah kita suguhkan kepada anak- anak kita?
Menghadirkan neraka sebagai bagian dari sarapan pagi anda dan keluarga, tentu saja bukan mencerminkan cita rasa yang baik dari orang tua yang pantas diteladani.Bagaimana mungkin orangtua yang baik bisa begitu egois. Egois? ya, keegoisan orang tua yang dengan kesenangan dan kepuasan pribadinya telah mengumpulkan harta haram, yang kemudian memenuhi perut anak- anak terkasih yang jelas- jelas tidak tahu menahu tentang tingkah polah ayah ibunya.Parahnya lagi, jika hal itu disampaikan orang lain sebagai nasehat bagi mereka, sejuta dalih atas dasar tanggung jawabpun mengalir dari mulut agar terbuka jalan pemakluman orang lain atas dirinya. Bagaimana mungkin orang tua teladan akan bangga mengajak anak- anak untuk secara berjamaah ngemil kerikil neraka sebagai rutinitas harian dan kudapan favorit mereka? Tentu saja kita berharap kepada Allah agar melindungi kita dari menjadi hambanya yang tergambarkan seperti hal tersebut diatas.
untuk mendapat rizki halal atau haram bukanlah tentang idealisme dan atau sekedar jargon- jargon tak berguna. Kesemua itu adalah pencerminan kualitas orang tua sebagai seorang hamba. Jangan anggap remeh sebuah pilihan, karena hitungan Allah yang sangat maha akurat dalam segala hal, akan memberikan balasan atas apa yang kita pilih dengan sangat tepat pula.Saat ini, besok, didunia, ataupun diakherat, cepat atau lambat, layaknya bumerang balasan itu akan kembali menimpa kita. Benar- benar tidak ada yang gratis apalagi tertebus dengan cuma- cuma untuk sebuah kejahatan ataupun kebaikan. Semua akan menuai balasannya sendiri- sendiri sesuai dengan kadarnya.
Usia kita akan menua, dan kita tidak akan tahu apa yang akan Allah rencanakan dalam episode penempuhan jalan itu. Beberapa orang sengaja menunggu umur senja mereka untuk memanen tangis penyesalan. Sebagian dari mereka mungkin tak sadar atas proses menunggu itu, dengan membiarkan diri lalai terus menerus dalam dosa. Hal itu sama saja mereka membangun jalan takdir mereka selanjutnya. Dan kapan tepatnya episode kesedihan itu akan terjadi, tentunya itu hanya masalah waktu saja.
Saat mata sudah buram untuk melihat, saat lutut tak mampu menopang penuh badan untuk melangkah, dan atau malah justru saat harta yang seumur hidup dikumpulkannya tenyata tak lagi mengakrabinya. Apalagi yang mampu dicapai saat itu, kecuali dengan rahmat Allah subhanahu Wata`ala yang kembali merengkuh kita dalam sebuah kebahagiaan.
Hanya hati yang penuh kesyukuran yang akan dengan gagah berani menatap kenyataan dan memandang langkah takdir berikutnya sebagai perjuangan.Bagi pribadi seperti ini,kekurangan dipandang sebagai tantangan yang dengan ijin Allah akan selalu bisa ditaklukkan.
Perjuangan menghadiahi keluarga dengan hidangan kesenangan dalam rizki yang halal, walaupun dalam keterbatasan, akan menjadikan anda kebanggaan keluarga. Keselamatan dunia akherat yang anda bangun atas keluarga, menjadikan anda sebagai harta yang tak ternilai bagi keluarga, sangat lebih bernilai, bahkan lebih dari nilai harta yang telah anda berikan untuk mereka.
Dengan Cara Ini Aku Mencintaimu
oleh ~*•.Sebelum Engkau Halal BagiKu.•*~
ƸӜƷ ♥بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ♥ƸӜƷ
♥♥Ada kekasih yg membuktikan cintanya dgn jutaan kalimat pujian dan rayuan..
Ada pula dgn sikap nan penuh kasih..
Tak sedikit dgn pengorbanan yg meluluh lantakkan harga diri..
Ada pula dengan menguras tenaga dan materi..
♥♥Namun bagiku..
♥♥Aku mencintai mu dengan menundukkan wajahku pd mu,bukan krn ku ingin berpaling dari mu, tp krn ku ingin menjaga pandanganmu dr panah” iblis..
♥♥Ku mencintaimu dengan tdk melemah lembutkan suaraku padamu,bukan krn aku ingin menyakitimu,namun krn aku ingin menjaga hatimu dari bisikan syaitan yg menipu..
♥♥Ku mencintaimu dengan menjauh darimu,bukan karena ku membencimu,namun krn ku ingin menjagamu dari khalwat yg menjebak..
♥♥Ku mencintaimu dengan menjaga diri mu dan diriku.. Menjaga kesucianmu dan ksucianku.. Menjaga kehormatanmu dan kehormatanku.. Menjaga kebeningan hatimu dan hatiku..
♥♥Cinta.. Tak mengapa saat ini kita jauh,krn kelak Allah yg akan menyatukan kita dalam ikatan suci-Nya..
♥♥Karena itu jauh lebih berarti.. Jauh lebih abadi..
♥♥Karena ku yakin.. Janji Allah adalah pasti, wanita yg baik hanya untuk laki-Laki yg baik..
♥♥Seperti inilah ku mencintaimu..
♥♥Dngn menjaga kesucian diri’ jiwa dan hatiku.. Hanya untuk ku persembahkan padamu kelak..
♥♥Oleh karena itu cinta.. Jaga kesucian cintamu juga hanya untukku..
♥♥Rabb.. padaMu ku titipkan cintaku padanya..
ƸӜƷ ♥بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ♥ƸӜƷ
♥♥Ada kekasih yg membuktikan cintanya dgn jutaan kalimat pujian dan rayuan..
Ada pula dgn sikap nan penuh kasih..
Tak sedikit dgn pengorbanan yg meluluh lantakkan harga diri..
Ada pula dengan menguras tenaga dan materi..
♥♥Namun bagiku..
♥♥Aku mencintai mu dengan menundukkan wajahku pd mu,bukan krn ku ingin berpaling dari mu, tp krn ku ingin menjaga pandanganmu dr panah” iblis..
♥♥Ku mencintaimu dengan tdk melemah lembutkan suaraku padamu,bukan krn aku ingin menyakitimu,namun krn aku ingin menjaga hatimu dari bisikan syaitan yg menipu..
♥♥Ku mencintaimu dengan menjauh darimu,bukan karena ku membencimu,namun krn ku ingin menjagamu dari khalwat yg menjebak..
♥♥Ku mencintaimu dengan menjaga diri mu dan diriku.. Menjaga kesucianmu dan ksucianku.. Menjaga kehormatanmu dan kehormatanku.. Menjaga kebeningan hatimu dan hatiku..
♥♥Cinta.. Tak mengapa saat ini kita jauh,krn kelak Allah yg akan menyatukan kita dalam ikatan suci-Nya..
♥♥Karena itu jauh lebih berarti.. Jauh lebih abadi..
♥♥Karena ku yakin.. Janji Allah adalah pasti, wanita yg baik hanya untuk laki-Laki yg baik..
♥♥Seperti inilah ku mencintaimu..
♥♥Dngn menjaga kesucian diri’ jiwa dan hatiku.. Hanya untuk ku persembahkan padamu kelak..
♥♥Oleh karena itu cinta.. Jaga kesucian cintamu juga hanya untukku..
♥♥Rabb.. padaMu ku titipkan cintaku padanya..
Berdamai Dengan Kekurangan
Dunia pasti berputar.Siapa yang tahu tentang hari esok. Jika sekarang kita dalam keadaan serba ada dan tersedia, siapa yang bakal tahu yang akan terjadi selanjutnya. Dan saat itu akan pasti tiba, saat dimana putaran dunia membawa kita pada posisi dibawah, saat itulah seorang manusia biasa menjumpai sebuah kenyataan yaitu kekurangan.
Siapa pun pasti tidak mau pada keadaan ini. Dan bukan hal yang mudah untuk melaluinya. Bahkan pada keadaan ini, banyak sikap manusia yang berubah dan tak lagi sejalan dengan-Nya yang justru akan menghalangi karunia Allah dan perbaikan yang dianugrahkannya untuk mencapai kita. Banyak diantara mereka menggadaikan sebuah aset berharga yang harganya tidak terbatas, yang justru tanpa mereka sadari, hal tersebut membuat batasan bagi kemuliaannya sendiri. Aset berharga itu bernama kejujuran.
Memang tidak mudah untuk hidup dalam kekurangan, namun tidak seharusnya kita bersikap semakin memperburuk keadaan dengan mengeliminasi kejujuran. Karena kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimanapun dan dapat digunakan untuk apapun dan dalam situasi bagaimanapun. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimanapun dan dapat digunakan untuk apapun dan dalam situasi bagaimanapun. Kejujuran adalah lebih berharga dari pada apapun yang dimiliki seseorang, bahkan disituasi saat dia tak mempunyai apapun dan siapapun. Ketika seseorang telah kehilangan kejujuran, maka dia seperti tidak memiliki apapun. Manusia disekelilingnya akan berbalik dan mengacuhkannya, dan Allahpun akan mencatatnya sebagai pembohong.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
...Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimanapun dan dapat digunakan untuk apapun dan dalam situasi bagaimanapun. Kejujuran adalah lebih berharga dari pada segala yang dimiliki seseorang, bahkan disituasi saat dia tak mempunyai apa-apa dan siapa-siapa lagi....
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ketika seseorang sedang berlaku jujur walaupun dia sendiri dalam keadan kekurangan, namun tanpa dia sadari, dia sedang membangun sebuah pencukupan besar atas masa depannya sendiri. Dengan kejujuran, kepercayaan orang lain akan sangat mudah sekali didapat, ini berarti jalan menuju kesuksesan pun sudah digenggaman. Dan soal pemenuhan atas kekurangan itu, hanya masalah waktu saja.
Ketika seseorang memenuhi dirinya tetap dengan sebuah energi positif yaitu kejujuran, walaupun berkubang dengan segudang kekurangan, maka orang seperti ini sebenarnya sedang belajar menerima dan bersahabat dengan dirinya sendiri. Karena itu, terima saja, nikmati saja dahulu kenyataan yang "disuguhkan" kepada kita saat ini. Hal ini insyaallah akan menjadi pembangun kesadaran untuk menerima diri apa adanya. Tidak perlu memoles kekurangan tersebut dengan berbagai hal yang memberi kesan hebat pada diri kita dihadapan manusia. Menutupi kekurangan dengan polesan-polesan hanyalah membuat hidup semakin terjerumus ke dalam kesulitan baru. Kita tidak perlu takut atau malu bila hal tersebut diketahui atau menjadi bahan pembicaraan orang lain. Justru orang mesti bersyukur bahwa Allah masih berkenan menguji, dan hal itu mengindikasikan bahwa Allah masih perduli kepada kita.
Kekurangan apapun dalam hidup bila disikapi dengan damai, maka akan terasa mendamaikan. Kekurangan justru akan berubah menjadi suatu pemacu semangat yang membantu orang untuk bertumbuh dan berkembang dalam hidupnya.Ikhlaskan saja semua untuk berputar, dan yang kita tetap harus lakukan adalah berusaha dan berusaha sebaik mungkin untuk mencapai keadaan yang lebih baik, soal hasil... Allah tentu sudah punya skenario hidup yang lebih cantik untuk kita.
Siapa pun pasti tidak mau pada keadaan ini. Dan bukan hal yang mudah untuk melaluinya. Bahkan pada keadaan ini, banyak sikap manusia yang berubah dan tak lagi sejalan dengan-Nya yang justru akan menghalangi karunia Allah dan perbaikan yang dianugrahkannya untuk mencapai kita. Banyak diantara mereka menggadaikan sebuah aset berharga yang harganya tidak terbatas, yang justru tanpa mereka sadari, hal tersebut membuat batasan bagi kemuliaannya sendiri. Aset berharga itu bernama kejujuran.
Memang tidak mudah untuk hidup dalam kekurangan, namun tidak seharusnya kita bersikap semakin memperburuk keadaan dengan mengeliminasi kejujuran. Karena kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimanapun dan dapat digunakan untuk apapun dan dalam situasi bagaimanapun. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimanapun dan dapat digunakan untuk apapun dan dalam situasi bagaimanapun. Kejujuran adalah lebih berharga dari pada apapun yang dimiliki seseorang, bahkan disituasi saat dia tak mempunyai apapun dan siapapun. Ketika seseorang telah kehilangan kejujuran, maka dia seperti tidak memiliki apapun. Manusia disekelilingnya akan berbalik dan mengacuhkannya, dan Allahpun akan mencatatnya sebagai pembohong.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
...Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimanapun dan dapat digunakan untuk apapun dan dalam situasi bagaimanapun. Kejujuran adalah lebih berharga dari pada segala yang dimiliki seseorang, bahkan disituasi saat dia tak mempunyai apa-apa dan siapa-siapa lagi....
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ketika seseorang sedang berlaku jujur walaupun dia sendiri dalam keadan kekurangan, namun tanpa dia sadari, dia sedang membangun sebuah pencukupan besar atas masa depannya sendiri. Dengan kejujuran, kepercayaan orang lain akan sangat mudah sekali didapat, ini berarti jalan menuju kesuksesan pun sudah digenggaman. Dan soal pemenuhan atas kekurangan itu, hanya masalah waktu saja.
Ketika seseorang memenuhi dirinya tetap dengan sebuah energi positif yaitu kejujuran, walaupun berkubang dengan segudang kekurangan, maka orang seperti ini sebenarnya sedang belajar menerima dan bersahabat dengan dirinya sendiri. Karena itu, terima saja, nikmati saja dahulu kenyataan yang "disuguhkan" kepada kita saat ini. Hal ini insyaallah akan menjadi pembangun kesadaran untuk menerima diri apa adanya. Tidak perlu memoles kekurangan tersebut dengan berbagai hal yang memberi kesan hebat pada diri kita dihadapan manusia. Menutupi kekurangan dengan polesan-polesan hanyalah membuat hidup semakin terjerumus ke dalam kesulitan baru. Kita tidak perlu takut atau malu bila hal tersebut diketahui atau menjadi bahan pembicaraan orang lain. Justru orang mesti bersyukur bahwa Allah masih berkenan menguji, dan hal itu mengindikasikan bahwa Allah masih perduli kepada kita.
Kekurangan apapun dalam hidup bila disikapi dengan damai, maka akan terasa mendamaikan. Kekurangan justru akan berubah menjadi suatu pemacu semangat yang membantu orang untuk bertumbuh dan berkembang dalam hidupnya.Ikhlaskan saja semua untuk berputar, dan yang kita tetap harus lakukan adalah berusaha dan berusaha sebaik mungkin untuk mencapai keadaan yang lebih baik, soal hasil... Allah tentu sudah punya skenario hidup yang lebih cantik untuk kita.
Ketika Pasangan Tak Seindah Harapan
Saat kita masih sendiri, pastilah tersirat dibenak kita untuk bertekad menjadi isteri shalihat yang taat dan selalu tersenyum manis. Kitapun selalu ingin memberikan yang terbaik bagi suami kelak sebagai jalan pintas menuju surga.
Figur isteri yang sholihat, taat, dan setia benar-benar terpatri kuat di benak kita. Maka, tatkala Allah SWT telah menakdirkan kita mendapat jodoh seorang Muslim yang sholih kita pun melangkah ke gerbang pernikahan dengan mantap. Begitu khidmat dan khusyu karena kesadaran penuh untuk beribadah dan menjadikan jihad dan syahid sebagai tujuan hidup berumah tangga.
Kini ketika telah menjalani kehidupan rumah tangga, banyak hal-hal realistis yang harus dihadapi. Sifat, karakter, pembawaan, selera, dan kegemaran serta perbedaan latar belakang keluarga yang semula mudah terjembatani oleh kesatuan iman, cita-cita, dan komitmen ternyata lambat laun menjadi bahan-bahan perselisihan. Pertengkaran memang bumbunya perkawinan,tetapi manakala bumbu yang dibubuhkan terlalu banyak, tentu rasanya menjadi tajam dan tak enak lagi.
Berbagai masalah kehidupan dalam perkawinan harus dihadapi ketika mengetahui kenyataan bahwa pasangan tak seindah harapan, Bagi yang tidak siap dan atau menyiapkan diri, mereka seakan mengalami penderitaan kejiwaan berkepanjangan yang imbasnya akan menjalar terhadap perbuatan "anarkis" kepada diri dan orang- orang sekitarnya. Tak lupa pula, doa- doa patah hatipun dilantunkannya setiap hari.
Ternyata, ada banyak hal yang tak seindah bayangan semula. Antara harapan dan kenyataan ada terbentang satu jarak. Taman bunga yang dilalui ternyata pendek dan singkat saja. Cukup banyak onak dan duri siap menghadang.
Kekecewaan yang besar bersumber dari persepsi yang ideal yang kemudian menggiring kita pada gambaran2 indah tentang pasangan kita. Suami diharapkan bermental Super dan menjadi sosok pribadi yang istimewa layaknya Rasulullah SAW. Sedangkan Istripun juga dipersepsikan layaknya Ibunda Fathimah yang tanpa cela dalam mengabdi kepada suami.
Harapan yang besar tersebut seakan pula menghapus pemakluman atas segala kekurangan dari suami. Hal ini tentu saja bisa berdampak fatal, konflik bisa saja menjadi jadwal harian jika harapan itu berlawanan dengan fakta yang ditemukan di dalam sebuah rumah tangga
Lantas apakah berharap itu tidak boleh ? berharap sah-sah saja dan memanglah wajar, namun perlu diingat bahwa seseorang yang akan kita nikahi itu manusia bukan malaikat, banyak kekurangan yang mungkin terjadi di kemudian hari yang disebabkan oleh kekurangan2 dari pasangan kita tersebut..
Berkaca dari hal di atas, oleh karena itu tidak berlebihan apabila kita mensyarakatkan diri sendiri untuk bersikap ikhlas ketika akan menikah. Sikap ikhlas membuat kita lebih siap untuk menghadapi perbedan-perbedaan nanti. Selain itu, sikap ikhlas juga akan menumbuhkan prasangka baik kita kepada Allah.
Sikap ikhlas pun akan menumbuhkan sifat memaafkan dan berpikir positif. kita perlu menyadari bahwa semua orang berusaha hidup dengan cara yang paling baik menurut mereka, namun terkadang "kebaikan" itu mungkin kurang pas jika diterapkan untuk kita. Tapi satu hal yang harus tetap kita lakukan, cobalah mendidik diri sendiri untuk tetap menghargai niat baik mereka tersebut. Maka dengan memaafkan dan berpikir positif, semua akan kembali pada jalur yang semestinya.
Jika sikap semua hal tersebut semua telah mendarah daging, Alih –alih menyebabkan konflik atau kekerasan dalam rumah tangga, kejutan-kejutan yang terjadi kemudian, justru akan manambah benih-benih romantisme sehingga cinta dan dukungan kita terhadap pasangan kitamalah akan menjadi semakin besar. Dan kalau sudah begini Bukan tidak mungkin kita akan benar2 menikmati indahnya surga dunia.
Dan yang terakhir, untuk menghindari kekecewaan juga diperlukan sikap kita untuk mencintai pasangan kita dengan cinta yang proporsional. Karena jika kita memang harus menghadapi kenyataan bahwa pasangan kita hanyalah manusia lengkap dengan kekurangan dan kelebihannya, hati akan terasa lebih lapang dan kekecewaan dapat lebih mudah untuk direlakan karena besarnya pengertian bahwa tidak selamanya hidup itu indah.
Figur isteri yang sholihat, taat, dan setia benar-benar terpatri kuat di benak kita. Maka, tatkala Allah SWT telah menakdirkan kita mendapat jodoh seorang Muslim yang sholih kita pun melangkah ke gerbang pernikahan dengan mantap. Begitu khidmat dan khusyu karena kesadaran penuh untuk beribadah dan menjadikan jihad dan syahid sebagai tujuan hidup berumah tangga.
Kini ketika telah menjalani kehidupan rumah tangga, banyak hal-hal realistis yang harus dihadapi. Sifat, karakter, pembawaan, selera, dan kegemaran serta perbedaan latar belakang keluarga yang semula mudah terjembatani oleh kesatuan iman, cita-cita, dan komitmen ternyata lambat laun menjadi bahan-bahan perselisihan. Pertengkaran memang bumbunya perkawinan,tetapi manakala bumbu yang dibubuhkan terlalu banyak, tentu rasanya menjadi tajam dan tak enak lagi.
Berbagai masalah kehidupan dalam perkawinan harus dihadapi ketika mengetahui kenyataan bahwa pasangan tak seindah harapan, Bagi yang tidak siap dan atau menyiapkan diri, mereka seakan mengalami penderitaan kejiwaan berkepanjangan yang imbasnya akan menjalar terhadap perbuatan "anarkis" kepada diri dan orang- orang sekitarnya. Tak lupa pula, doa- doa patah hatipun dilantunkannya setiap hari.
Ternyata, ada banyak hal yang tak seindah bayangan semula. Antara harapan dan kenyataan ada terbentang satu jarak. Taman bunga yang dilalui ternyata pendek dan singkat saja. Cukup banyak onak dan duri siap menghadang.
Kekecewaan yang besar bersumber dari persepsi yang ideal yang kemudian menggiring kita pada gambaran2 indah tentang pasangan kita. Suami diharapkan bermental Super dan menjadi sosok pribadi yang istimewa layaknya Rasulullah SAW. Sedangkan Istripun juga dipersepsikan layaknya Ibunda Fathimah yang tanpa cela dalam mengabdi kepada suami.
Harapan yang besar tersebut seakan pula menghapus pemakluman atas segala kekurangan dari suami. Hal ini tentu saja bisa berdampak fatal, konflik bisa saja menjadi jadwal harian jika harapan itu berlawanan dengan fakta yang ditemukan di dalam sebuah rumah tangga
Lantas apakah berharap itu tidak boleh ? berharap sah-sah saja dan memanglah wajar, namun perlu diingat bahwa seseorang yang akan kita nikahi itu manusia bukan malaikat, banyak kekurangan yang mungkin terjadi di kemudian hari yang disebabkan oleh kekurangan2 dari pasangan kita tersebut..
Berkaca dari hal di atas, oleh karena itu tidak berlebihan apabila kita mensyarakatkan diri sendiri untuk bersikap ikhlas ketika akan menikah. Sikap ikhlas membuat kita lebih siap untuk menghadapi perbedan-perbedaan nanti. Selain itu, sikap ikhlas juga akan menumbuhkan prasangka baik kita kepada Allah.
Sikap ikhlas pun akan menumbuhkan sifat memaafkan dan berpikir positif. kita perlu menyadari bahwa semua orang berusaha hidup dengan cara yang paling baik menurut mereka, namun terkadang "kebaikan" itu mungkin kurang pas jika diterapkan untuk kita. Tapi satu hal yang harus tetap kita lakukan, cobalah mendidik diri sendiri untuk tetap menghargai niat baik mereka tersebut. Maka dengan memaafkan dan berpikir positif, semua akan kembali pada jalur yang semestinya.
Jika sikap semua hal tersebut semua telah mendarah daging, Alih –alih menyebabkan konflik atau kekerasan dalam rumah tangga, kejutan-kejutan yang terjadi kemudian, justru akan manambah benih-benih romantisme sehingga cinta dan dukungan kita terhadap pasangan kitamalah akan menjadi semakin besar. Dan kalau sudah begini Bukan tidak mungkin kita akan benar2 menikmati indahnya surga dunia.
Dan yang terakhir, untuk menghindari kekecewaan juga diperlukan sikap kita untuk mencintai pasangan kita dengan cinta yang proporsional. Karena jika kita memang harus menghadapi kenyataan bahwa pasangan kita hanyalah manusia lengkap dengan kekurangan dan kelebihannya, hati akan terasa lebih lapang dan kekecewaan dapat lebih mudah untuk direlakan karena besarnya pengertian bahwa tidak selamanya hidup itu indah.
Sya' ir Cinta Rabiah al - Adawiyah
oleh ~*•.Sebelum Engkau Halal BagiKu.•*~
ƸӜƷ ♥بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ♥ƸӜƷ
♥~~♥
Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cintaMu
Hingga tak ada sesuatupun yang menggangguku dalam jumpaMu
Tuhanku, bintang-gemintang berkelap-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu-pintu istana pun telah rapat tertutup
Tuhanku, demikian malampun berlalu
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku Kau Terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau Tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaan-Mu
Inilah yang akan selalu ku lakukan
Selama Kau Beri aku kehidupan
Demi kemanusiaan-Mu,
Andai Kau Usir aku dari pintuMu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku padaMu sepenuh kalbu
♥~~♥
Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuhMu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku
♥~~♥
Aku mengabdi kepada Tuhan
Bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku padaNya
Ya Allah, jika aku menyembahMu
Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembahMu
Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembahMu
Demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu
Yang abadi padaku
♥~~♥
Ya Allah
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
Kesenangan-kesenangan
Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau
Dan di akhirat nanti, diantara segala kesenangan
Adalah untuk berjumpa denganMu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakana
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau Kehendaki
♥~~♥
Aku mencintaiMu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diriMu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingatMu
Cinta karena diriMu, adalah keadaanMu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
BagiMu pujian untuk semua itu
♥~~♥
Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi
Beri ampunlah pembuat dosa yang datang kehadiratMu
Engkaulah harapanku, kebahagiaan dan kesenanganku
Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau
♥~~♥
Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri
Ketika Kekasih bersamaku
CintaNya padaku tak pernah terbagi
Dan dengan benda yang fana selalu mengujiku
Kapan dapat kurenungi keindahanNya
Dia akan menjadi mihrabku
Dan rahasiaNya menjadi kiblatku
Bila aku mati karena cinta, sebelum terpuaskan
Akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini
O, penawar jiwaku
Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mauMu
Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu dengan Mu
O, sukacita dan nyawaku, semoga kekallah
Jiwaku, Kaulah sumber hidupku
Dan dariMu jua birahiku berasal
Dari semua benda fana di dunia ini
Dariku telah tercerah
Hasratku adalah bersatu denganMu
Melabuhkan rindu
♥~~♥
Sendiri daku bersama Cintaku
Waktu rahasia yang lebih lembut dari udara petang
Lintas dan penglihatan batin
Melimpahkan karunia atas doaku
Memahkotaiku, hingga enyahlah yang lain, sirna
Antara takjub atas keindahan dan keagunganNya
Dalam semerbak tiada tara
Aku berdiri dalam asyik-masyuk yang bisu
Ku saksikan yang datang dan pergi dalam kalbu
Lihat, dalam wajahNya
Tercampur segenap pesona dan karunia
Seluruh keindahan menyatu
Dalam wajahNya yang sempurna
Lihat Dia, yang akan berkata
“Tiada Tuhan selain Dia, dan Dialah Yang maha Mulia.
♥~~♥
Rasa riangku, rinduku, lindunganku,
Teman, penolong dan tujuanku,
Kaulah karibku, dan rindu padaMu
Meneguhkan daku
Apa bukan padaMu aku ini merindu
O, nyawa dan sahabatku
Aku remuk di rongga bumi ini
Telah banyak karunia Kau berikan
Telah banyak..
Namun tak ku butuh pahala
Pemberian ataupun pertolongan
CintaMu semata meliput
Rindu dan bahagiaku
Ia mengalir di mata kalbuku yang dahaga
Adapun di sisiMu aku telah tiada
Kau bikin dada kerontang ini meluas hijau
Kau adalah rasa riangku
Kau tegak dalam diriku
Jika aku telah memenuhiMu
O, rindu hatiku, aku pun bahagia
♥♥ ...
♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
ƸӜƷ ♥بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ♥ƸӜƷ
♥~~♥
Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cintaMu
Hingga tak ada sesuatupun yang menggangguku dalam jumpaMu
Tuhanku, bintang-gemintang berkelap-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu-pintu istana pun telah rapat tertutup
Tuhanku, demikian malampun berlalu
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku Kau Terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau Tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaan-Mu
Inilah yang akan selalu ku lakukan
Selama Kau Beri aku kehidupan
Demi kemanusiaan-Mu,
Andai Kau Usir aku dari pintuMu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku padaMu sepenuh kalbu
♥~~♥
Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuhMu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku
♥~~♥
Aku mengabdi kepada Tuhan
Bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku padaNya
Ya Allah, jika aku menyembahMu
Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembahMu
Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembahMu
Demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu
Yang abadi padaku
♥~~♥
Ya Allah
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
Kesenangan-kesenangan
Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau
Dan di akhirat nanti, diantara segala kesenangan
Adalah untuk berjumpa denganMu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakana
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau Kehendaki
♥~~♥
Aku mencintaiMu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diriMu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingatMu
Cinta karena diriMu, adalah keadaanMu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
BagiMu pujian untuk semua itu
♥~~♥
Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi
Beri ampunlah pembuat dosa yang datang kehadiratMu
Engkaulah harapanku, kebahagiaan dan kesenanganku
Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau
♥~~♥
Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri
Ketika Kekasih bersamaku
CintaNya padaku tak pernah terbagi
Dan dengan benda yang fana selalu mengujiku
Kapan dapat kurenungi keindahanNya
Dia akan menjadi mihrabku
Dan rahasiaNya menjadi kiblatku
Bila aku mati karena cinta, sebelum terpuaskan
Akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini
O, penawar jiwaku
Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mauMu
Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu dengan Mu
O, sukacita dan nyawaku, semoga kekallah
Jiwaku, Kaulah sumber hidupku
Dan dariMu jua birahiku berasal
Dari semua benda fana di dunia ini
Dariku telah tercerah
Hasratku adalah bersatu denganMu
Melabuhkan rindu
♥~~♥
Sendiri daku bersama Cintaku
Waktu rahasia yang lebih lembut dari udara petang
Lintas dan penglihatan batin
Melimpahkan karunia atas doaku
Memahkotaiku, hingga enyahlah yang lain, sirna
Antara takjub atas keindahan dan keagunganNya
Dalam semerbak tiada tara
Aku berdiri dalam asyik-masyuk yang bisu
Ku saksikan yang datang dan pergi dalam kalbu
Lihat, dalam wajahNya
Tercampur segenap pesona dan karunia
Seluruh keindahan menyatu
Dalam wajahNya yang sempurna
Lihat Dia, yang akan berkata
“Tiada Tuhan selain Dia, dan Dialah Yang maha Mulia.
♥~~♥
Rasa riangku, rinduku, lindunganku,
Teman, penolong dan tujuanku,
Kaulah karibku, dan rindu padaMu
Meneguhkan daku
Apa bukan padaMu aku ini merindu
O, nyawa dan sahabatku
Aku remuk di rongga bumi ini
Telah banyak karunia Kau berikan
Telah banyak..
Namun tak ku butuh pahala
Pemberian ataupun pertolongan
CintaMu semata meliput
Rindu dan bahagiaku
Ia mengalir di mata kalbuku yang dahaga
Adapun di sisiMu aku telah tiada
Kau bikin dada kerontang ini meluas hijau
Kau adalah rasa riangku
Kau tegak dalam diriku
Jika aku telah memenuhiMu
O, rindu hatiku, aku pun bahagia
♥♥ ...
♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥
Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN”
Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :
1. ”AMIN” (aliF dan mim sama- samapendek),artinya AMAN, TENTRAM
2. “AAMIN ” (alif panjang & mim pendek),artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang),artinya JUJUR TERPERCAYA
4.“AAMIIN ” (alif & mim sama-sama panjang),artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI
Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ??? Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari,
karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do ’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa
Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat
menyebutnya Amun-Ra)
Semoga bermanfaat ^_ting
1. ”AMIN” (aliF dan mim sama- samapendek),artinya AMAN, TENTRAM
2. “AAMIN ” (alif panjang & mim pendek),artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang),artinya JUJUR TERPERCAYA
4.“AAMIIN ” (alif & mim sama-sama panjang),artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI
Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ??? Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari,
karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do ’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa
Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat
menyebutnya Amun-Ra)
Semoga bermanfaat ^_ting
Ciri- ciri Cowok genit
1. Ikhwan genit akan bergaya dia paham agama tapi
sebenarnya biasa-biasa saja. 2. Ikhwan genit jarang ke Masjid, ke Masjidnya pas
jum’atan saja. Pas Jum’atan aja masih diselingi ngantuk, rame sendiri, dan sibuk dengan HP nya. 3.Ikhwan genit, akan menyingsingkan celananya alias
menjadi sosok congklangers ( biar ga isbal ) di depan
para akhwat sedang klo bertemu dengan cewek biasa
diturunkan lagi celananya. 4.Ikhwan genit suka chating dengan akhwat, diskusi
dengan hal-hal yang ga perlu, katanya segalah dakwah
di dunia maya, tetapi yang diobrolkan jauh dari nilai
esensi dakwah. 5.Ikhwan genit suka nelpon-nelpon akhwat tanpa
agenda yang jelas, lama banget,n mendayu-dayu,
padahal sms saja bisa. 6.Ikhwan genit, memanfaatkan amanah dakwah nya
untuk kepentingan dirinya, dan menseleksi akhwat,
menilai akhwat layak tidak untuk dirinya, sekufu tidak
dengan dirinya,dan orientasi pribadi lainnya. 7.Ikhwan genit memanfaatkan kepandaiannya dalam
skill tertentu untuk menarik akhwat, misal skill
memperbaiki komputer,HP, pemrograman, buat blog
(site) dan buat proposal atau kerja teknis lainnya. 8.Ikhwan genit berjalan suka jelalatan, klo ada akhwat
yang melintas di depannya selalu memberi penilaian,
“ akhwat ini 80, akhwat itu 70 … dsb” 9.Ikhwan genit, sok perhatian ke akhwat, mempunyai
belas kasihan yang terlalu berlebihan, padahal biasa-
biasa saja sebenarnya bisa. 10.Ikhwan genit, suka bercanda dan cair dengan
akhwat, dan ga risih dengan syuro yang berhadap-
hadapan. 11.Ikhwan genit suka sekali sms tausiyah padahal
sebenarnya dia lagi kangen saja sama akhwat
idolanya, menurut saya etika sms tausiyah, ” sent to all”, ga ada spesifikasi untuk ikhwan/akhwat tertentu, atau untuk lebih berhati-hati ikhwan sms tausiyahnya
ke ikhwan dan akhwat ke akhwat. 12. Ikhwan genit yang kebetulan mendapat amanah di
kaderisasi, perhatian n sok campur tangan dengan
kaderisasi akhwat, padahal jelas-jelas kaderisasi
ikhwan dan akhwat benar-banar sesuatu yang
terpisah, dan semuanya sudah ada yang ngurusin. 13.Ikhwan genit suka menjanjikan “ nikah “ kepada seorang akhwat padahal itu masih lama banget
menikahnya alias ngetek duluan, n yang terjadi
akhirnya adalah back street.. wew parah!! 14.Ikhwan genit suka koleksi foto akhwat, dan suka
menge-crop foto akhwat yang jadi idolanya, dan lebih
gila lagi, menjadikannya background atau screen
servernya di komputernya atau laptopnya. 15.Ikhwan genit suka koleksi teman-teman akhwat
dengan FS, YM, dan sok perhatian ngasih komen di FS
nya. 16.Ikhwan genit ga suka kajian, tapi seneng beli buku,
padahal bukunya juga ga di baca. 17.Ikhwan genit suka jalan-jalan di Sunday morning dan
melotot lihat akhwat cantik, n ga bisa Godhul
bashor,ayo ikhwan tundukkan pandanganmu, biar kami
bisa leluasa kalau harus berjalan di depanmu. “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah
lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara
kemaluannya, … (QS.An-Nuur[24]:30-31) 18. Ikhwan genit dalam obrolan teman sesamanya
yang dibicarakan selalu seputar akhwat, minim
membahas ilmu dien, dan strategi dakwah. 19.Ikhwan genit sering berkunjung ke tempat akhwat,
banyak sekali alasannya, entah mau pinjem buku, mau
ngantar sesuatu, atau apalah tanpa ada alasan yang
jelas. 20.Ikhwan genit suka tertawa terbahak-bahak ga
karuan kalau lagi berkumpul sesamanya, padahal
kelihatannya antheng & alim banget pas di depan
akhwat & pas syuro ’. Jadi ikhwan jangan genit..!!
status tiap menit ganti,
yang dibahas tentang isi hati.
Buka-bukaan ngincer ci wati,
nunjukin diri lg patah hati.
Minta di komen agar tidak bunuh diri, weleh-weleh ko nulis status bikin ruhiyah mati. Jadi ikhwan jangan lebay lah!
tujuan dakwah bukan amanah, tapi cari aminah
aminah dapat pingin walimah
padahal belum punya ma’isyah. akhirnya dakwahnya hilang dihutan antah barantah.. Hayoo merasa ikhwan kaya gini siapa hayoo … Haha GIRLs… BEWARE..!!!! *waduh ane sendiri masih ada yang termasuk dari
daftar itu…. waks..!!!!! O.o lsyami On Maret - 23 - 2011 ***
Bagi sahabat Group Oase Jiwa (Setetes Embun di Padang
Pasir) yang ingin namanya di TAG di Notes atau pict
Notes silahkan add dulu akun berikut agar Team kami
bisa dan memudahkan untuk men TAG sahabat
sekalian ! TeamAdmin Oase Jiwa (SetetesEmbun di PadangPasir) http://www.facebook.com/theadmin.oasejiwa 1 Menit saja, SARANKAN/SUGGEST keTeman Anda ! "Barang siapa MENUNJUKKAN pada KEBAIKAN ,
maka baginya PAHALA seperti orang yang
MELAKUKANnya ."
(HR.Muslim) Mohon maaf atas ketidak nyamanan ini
assalamu'alaikumussalam warahmatullahi
wabarakatuh... ==================================
Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata
“AMIN” yaitu : 1. ”AMIN” (aliF dan mim sama-samapendek),artinya AMAN, TENTRAM
2. “AAMIN ” (alif panjang & mim pendek),artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang),artinya JUJUR TERPERCAYA
4.“AAMIIN ” (alif & mim sama-sama panjang),artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ??? Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari,
karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do ’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa
Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat
menyebutnya Amun-Ra)
sebenarnya biasa-biasa saja. 2. Ikhwan genit jarang ke Masjid, ke Masjidnya pas
jum’atan saja. Pas Jum’atan aja masih diselingi ngantuk, rame sendiri, dan sibuk dengan HP nya. 3.Ikhwan genit, akan menyingsingkan celananya alias
menjadi sosok congklangers ( biar ga isbal ) di depan
para akhwat sedang klo bertemu dengan cewek biasa
diturunkan lagi celananya. 4.Ikhwan genit suka chating dengan akhwat, diskusi
dengan hal-hal yang ga perlu, katanya segalah dakwah
di dunia maya, tetapi yang diobrolkan jauh dari nilai
esensi dakwah. 5.Ikhwan genit suka nelpon-nelpon akhwat tanpa
agenda yang jelas, lama banget,n mendayu-dayu,
padahal sms saja bisa. 6.Ikhwan genit, memanfaatkan amanah dakwah nya
untuk kepentingan dirinya, dan menseleksi akhwat,
menilai akhwat layak tidak untuk dirinya, sekufu tidak
dengan dirinya,dan orientasi pribadi lainnya. 7.Ikhwan genit memanfaatkan kepandaiannya dalam
skill tertentu untuk menarik akhwat, misal skill
memperbaiki komputer,HP, pemrograman, buat blog
(site) dan buat proposal atau kerja teknis lainnya. 8.Ikhwan genit berjalan suka jelalatan, klo ada akhwat
yang melintas di depannya selalu memberi penilaian,
“ akhwat ini 80, akhwat itu 70 … dsb” 9.Ikhwan genit, sok perhatian ke akhwat, mempunyai
belas kasihan yang terlalu berlebihan, padahal biasa-
biasa saja sebenarnya bisa. 10.Ikhwan genit, suka bercanda dan cair dengan
akhwat, dan ga risih dengan syuro yang berhadap-
hadapan. 11.Ikhwan genit suka sekali sms tausiyah padahal
sebenarnya dia lagi kangen saja sama akhwat
idolanya, menurut saya etika sms tausiyah, ” sent to all”, ga ada spesifikasi untuk ikhwan/akhwat tertentu, atau untuk lebih berhati-hati ikhwan sms tausiyahnya
ke ikhwan dan akhwat ke akhwat. 12. Ikhwan genit yang kebetulan mendapat amanah di
kaderisasi, perhatian n sok campur tangan dengan
kaderisasi akhwat, padahal jelas-jelas kaderisasi
ikhwan dan akhwat benar-banar sesuatu yang
terpisah, dan semuanya sudah ada yang ngurusin. 13.Ikhwan genit suka menjanjikan “ nikah “ kepada seorang akhwat padahal itu masih lama banget
menikahnya alias ngetek duluan, n yang terjadi
akhirnya adalah back street.. wew parah!! 14.Ikhwan genit suka koleksi foto akhwat, dan suka
menge-crop foto akhwat yang jadi idolanya, dan lebih
gila lagi, menjadikannya background atau screen
servernya di komputernya atau laptopnya. 15.Ikhwan genit suka koleksi teman-teman akhwat
dengan FS, YM, dan sok perhatian ngasih komen di FS
nya. 16.Ikhwan genit ga suka kajian, tapi seneng beli buku,
padahal bukunya juga ga di baca. 17.Ikhwan genit suka jalan-jalan di Sunday morning dan
melotot lihat akhwat cantik, n ga bisa Godhul
bashor,ayo ikhwan tundukkan pandanganmu, biar kami
bisa leluasa kalau harus berjalan di depanmu. “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah
lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara
kemaluannya, … (QS.An-Nuur[24]:30-31) 18. Ikhwan genit dalam obrolan teman sesamanya
yang dibicarakan selalu seputar akhwat, minim
membahas ilmu dien, dan strategi dakwah. 19.Ikhwan genit sering berkunjung ke tempat akhwat,
banyak sekali alasannya, entah mau pinjem buku, mau
ngantar sesuatu, atau apalah tanpa ada alasan yang
jelas. 20.Ikhwan genit suka tertawa terbahak-bahak ga
karuan kalau lagi berkumpul sesamanya, padahal
kelihatannya antheng & alim banget pas di depan
akhwat & pas syuro ’. Jadi ikhwan jangan genit..!!
status tiap menit ganti,
yang dibahas tentang isi hati.
Buka-bukaan ngincer ci wati,
nunjukin diri lg patah hati.
Minta di komen agar tidak bunuh diri, weleh-weleh ko nulis status bikin ruhiyah mati. Jadi ikhwan jangan lebay lah!
tujuan dakwah bukan amanah, tapi cari aminah
aminah dapat pingin walimah
padahal belum punya ma’isyah. akhirnya dakwahnya hilang dihutan antah barantah.. Hayoo merasa ikhwan kaya gini siapa hayoo … Haha GIRLs… BEWARE..!!!! *waduh ane sendiri masih ada yang termasuk dari
daftar itu…. waks..!!!!! O.o lsyami On Maret - 23 - 2011 ***
Bagi sahabat Group Oase Jiwa (Setetes Embun di Padang
Pasir) yang ingin namanya di TAG di Notes atau pict
Notes silahkan add dulu akun berikut agar Team kami
bisa dan memudahkan untuk men TAG sahabat
sekalian ! TeamAdmin Oase Jiwa (SetetesEmbun di PadangPasir) http://www.facebook.com/theadmin.oasejiwa 1 Menit saja, SARANKAN/SUGGEST keTeman Anda ! "Barang siapa MENUNJUKKAN pada KEBAIKAN ,
maka baginya PAHALA seperti orang yang
MELAKUKANnya ."
(HR.Muslim) Mohon maaf atas ketidak nyamanan ini
assalamu'alaikumussalam warahmatullahi
wabarakatuh... ==================================
Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata
“AMIN” yaitu : 1. ”AMIN” (aliF dan mim sama-samapendek),artinya AMAN, TENTRAM
2. “AAMIN ” (alif panjang & mim pendek),artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang),artinya JUJUR TERPERCAYA
4.“AAMIIN ” (alif & mim sama-sama panjang),artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ??? Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari,
karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do ’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa
Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat
menyebutnya Amun-Ra)
Salam dari akhwat, Salam dari ikhwat, (maaf) Genit
Assalamualaikum yaa akhi, kamu gak seperti
kebanyakan laki-laki, biasanya laki-laki suka menggoda
dan mendekatiku, kenapa kamu tidak? Apa kamu
homo? Ah, masa sih kamu makhluk yang lain dari
cowok yang saya kenal selama ini? Kamu pasti juga
cowok seperti mereka yang suka dengan cewek dan pastinya suka dengan keindahan kami. Akhi, itu panggilan buat kamu dan teman-temanmu
yah? Walaupun lucu kan kalo dipanggil jadinya Aki, hihi..
aki-aki yah? Walaupun penampilanmu begitu standart
tetapi ada yang berbeda deh dengan diri kalian, entah
apa itu, kenapa kalian bisa dibilang sebagai cowok
idaman sebagai suami mungkin pacar juga bisa. Ah begitu susahnya mendekatimu, kenapa kau tidak
suka melihatku? Apakah tubuhku kurang bagus? Atau
wajahku ga bersih?lihat dong ke matsaya! Uh, mungkin
kamu lebih tertarik seperti para akhwat itu ya? Apasih
bagusnya? Pake jubah gede, siapa tau kulitnya ga
semulus saya dan mungkin bodynya ga sebagus saya. Tapi demi rasa penasaranku padamu, saya akan seperti
akhwat walaupun rasanya pasti panas banget pake
baju dan kerudung seguede itu. Saya juga ikut mengaji
kok, yah walaupun hanya mendengarkan sambil
chatting dengan hapeku dibelakang, paling enggak
dengerin mp3 or radio, kan ga ketahuan kalo pake headset. Akhirnya kamu mau juga berbicara denganku,
walaupun awalnya hanya dibalik kain pembatas ini,
dan akhirnya saya juga bisa berbicara walaupun kita
saling memunggungi, tapi sadarga akh? Kitakan hanya
ngobrol berdua? Walaupun saling memunggungi kita
hanya berdua saling berbicara. Kamu begitu tau kalau kaum wanita itu “lemah” maka kumanfaatkan kelemahanku untuk menarik
perhatianmu, saya minta nasihat dengamu, saling
mengingatkan sholat tahajud yach walaupun saya
males sholat. Saya kadang ga ngerti apa yang kamu
bicarakan tapi biarlah yang penting kamu selalu kasih
semangat ke saya. Wah ternyata, walaupun saya tidak bisa memamerkan
keindahan tubuhku, saya tahu bagaimana menarik
perhatian matamu, setiap ada acara bersama maka
saya akan menggunakan baju yang sangat cerah
seperti merah, pink dan yang pastinya ga warna gelap
deh, pasti kamu menyukainya, karena kalo kamu ga suka berarti kamu ga normal. Di internet, gimana yah, mungkin saya akan pajang
muksaya ku jamin kamu akan membayangkan diriku
disaat senggang, walaupun saya hanya
memperlihatkan matsaya saya tahu kalau cowok itu
pengkhayal tingkat tinggi, kamu pasti bisa
membayangkan bagaimana diriku. Kita sering chatting, saya selalu bertanya tentang
pribadimu dan pastinya kamupun akan bertanya
tentang diriku, tentang masalah kita, bahkan kamupun
tidak akan menolak bila kita chatting dengan webcam.
Kita sudah saling teleponan, smsan yang padahal ga
ada sangkut pautnya dengan yang kamu bilang dakwah. Sekarang saya menunggu khitbahmu, atau sayapun
berani mengajakmu ta’arufan. Dengan begitu kamu mau mengantarkanku pergi jauh keluar kota, saling
mengingatkan padahal teman sepengajianmupun tidak
kamu peringatkan. Sempurnalah kamu menjadi milikku,
dan saya yakin dipikiranmu hanya ada saya, saya dan
saya. Walaupun saya ga pernah pacaran seperti ini tapi tak
apalah ternyata kamu tetaplah seorang pria yang
normal, hanya mungkin sudut pandangmu sajalah yang
berbeda kamu tetaplah mudah tertarik dengan apa
yang kamu lihat, dan saya sudah berhasil berpacaran
dengamu walaupun dengan bentuk lain yang berbeda, hihi… dasar cowok! Bismillahirrahmanirrahiiim… Jikalau mengetahui bahwa lawan jenis merupakan
godaan terberat, maka jangan pernah mencoba untuk
membuat syaitan menjadikan indah perbuatanmu
terhadap sikap mu dan dirinya. Janganlah membuat
Kekasih Sejati yang Mencintaimu Cemburu, Karena Dia
dapat Cemburu, ketika seorang diri bermaksiat kepada di hadapanNya. Bertaubatlah, karena kekasihmu itu
Mencintai orang-orang yang bertaubat dan Mensucikan
diri.. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu
oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua
ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya
pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya
‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut- pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang
kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami
telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-
pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. Al-
Araaf:27
kebanyakan laki-laki, biasanya laki-laki suka menggoda
dan mendekatiku, kenapa kamu tidak? Apa kamu
homo? Ah, masa sih kamu makhluk yang lain dari
cowok yang saya kenal selama ini? Kamu pasti juga
cowok seperti mereka yang suka dengan cewek dan pastinya suka dengan keindahan kami. Akhi, itu panggilan buat kamu dan teman-temanmu
yah? Walaupun lucu kan kalo dipanggil jadinya Aki, hihi..
aki-aki yah? Walaupun penampilanmu begitu standart
tetapi ada yang berbeda deh dengan diri kalian, entah
apa itu, kenapa kalian bisa dibilang sebagai cowok
idaman sebagai suami mungkin pacar juga bisa. Ah begitu susahnya mendekatimu, kenapa kau tidak
suka melihatku? Apakah tubuhku kurang bagus? Atau
wajahku ga bersih?lihat dong ke matsaya! Uh, mungkin
kamu lebih tertarik seperti para akhwat itu ya? Apasih
bagusnya? Pake jubah gede, siapa tau kulitnya ga
semulus saya dan mungkin bodynya ga sebagus saya. Tapi demi rasa penasaranku padamu, saya akan seperti
akhwat walaupun rasanya pasti panas banget pake
baju dan kerudung seguede itu. Saya juga ikut mengaji
kok, yah walaupun hanya mendengarkan sambil
chatting dengan hapeku dibelakang, paling enggak
dengerin mp3 or radio, kan ga ketahuan kalo pake headset. Akhirnya kamu mau juga berbicara denganku,
walaupun awalnya hanya dibalik kain pembatas ini,
dan akhirnya saya juga bisa berbicara walaupun kita
saling memunggungi, tapi sadarga akh? Kitakan hanya
ngobrol berdua? Walaupun saling memunggungi kita
hanya berdua saling berbicara. Kamu begitu tau kalau kaum wanita itu “lemah” maka kumanfaatkan kelemahanku untuk menarik
perhatianmu, saya minta nasihat dengamu, saling
mengingatkan sholat tahajud yach walaupun saya
males sholat. Saya kadang ga ngerti apa yang kamu
bicarakan tapi biarlah yang penting kamu selalu kasih
semangat ke saya. Wah ternyata, walaupun saya tidak bisa memamerkan
keindahan tubuhku, saya tahu bagaimana menarik
perhatian matamu, setiap ada acara bersama maka
saya akan menggunakan baju yang sangat cerah
seperti merah, pink dan yang pastinya ga warna gelap
deh, pasti kamu menyukainya, karena kalo kamu ga suka berarti kamu ga normal. Di internet, gimana yah, mungkin saya akan pajang
muksaya ku jamin kamu akan membayangkan diriku
disaat senggang, walaupun saya hanya
memperlihatkan matsaya saya tahu kalau cowok itu
pengkhayal tingkat tinggi, kamu pasti bisa
membayangkan bagaimana diriku. Kita sering chatting, saya selalu bertanya tentang
pribadimu dan pastinya kamupun akan bertanya
tentang diriku, tentang masalah kita, bahkan kamupun
tidak akan menolak bila kita chatting dengan webcam.
Kita sudah saling teleponan, smsan yang padahal ga
ada sangkut pautnya dengan yang kamu bilang dakwah. Sekarang saya menunggu khitbahmu, atau sayapun
berani mengajakmu ta’arufan. Dengan begitu kamu mau mengantarkanku pergi jauh keluar kota, saling
mengingatkan padahal teman sepengajianmupun tidak
kamu peringatkan. Sempurnalah kamu menjadi milikku,
dan saya yakin dipikiranmu hanya ada saya, saya dan
saya. Walaupun saya ga pernah pacaran seperti ini tapi tak
apalah ternyata kamu tetaplah seorang pria yang
normal, hanya mungkin sudut pandangmu sajalah yang
berbeda kamu tetaplah mudah tertarik dengan apa
yang kamu lihat, dan saya sudah berhasil berpacaran
dengamu walaupun dengan bentuk lain yang berbeda, hihi… dasar cowok! Bismillahirrahmanirrahiiim… Jikalau mengetahui bahwa lawan jenis merupakan
godaan terberat, maka jangan pernah mencoba untuk
membuat syaitan menjadikan indah perbuatanmu
terhadap sikap mu dan dirinya. Janganlah membuat
Kekasih Sejati yang Mencintaimu Cemburu, Karena Dia
dapat Cemburu, ketika seorang diri bermaksiat kepada di hadapanNya. Bertaubatlah, karena kekasihmu itu
Mencintai orang-orang yang bertaubat dan Mensucikan
diri.. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu
oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua
ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya
pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya
‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut- pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang
kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami
telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-
pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. Al-
Araaf:27
Ta'aruf Islami ( Tambahan Menuju Walimatul Ur'si)
Lalu bagaimanakah kiat-kita ta ’aruf Islami yang benar agar nantinya tercipta rumah tangga sakinah
mawaddah warohmah,yaitu : 1.Melakukan Istikharoh dengan sekhusyu-khusyunya
------------------------------------------------------------
Setelah ikhwan mendapatkan data dan foto, lakukanlah
istikharoh dengan sebaik-baiknya, agar Allah SWT
memberikan jawaban yang terbaik. Dalam melakukan
istikharoh ini, jangan ada kecenderungan dulu pada calon yang diberikan kepada kita. Tapi ikhlaskanlah
semua hasilnya pada Allah SWT. Luruskan niat kita,
bahwa kita menikah memang ingin benar-benar
membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah
warohmah. Seseorang biasanya mendapatkan sesuatu
sesuai dengan apa yang diniatkannya. 2.Menentukan Jadwal Pertemuan (ta’aruf Islami) Setelah Ikhwan melakukan istikharoh dan adanya
kemantapan hati, maka segerlah melaporkan pada
Ustadz, lalu Ustadz pun memberikan data dan foto
kepada Ustadzah (guru akhwat), dan memberikan data
dan foto ikhwan tersebut kepada Akhwat. Biasanya
akhwat yang memang sudah siap, Insya Allah setelah istikharoh juga segera melaporkan kepada
Ustadzahnya. Lalu segeralah atur jadwal pertemuan
ta’aruf tersebut. Bisa dilakukan di rumah Ustadzah akhwatnya. Memang idealnya kedua pembimbing juga
hadir, sebagai tanda kasih sayang dan perhatian
terhadap mutarabbi (murid-murid). Hendaknya jadwal
pertemuan disesuaikan waktunya, agar semua bisa
hadir, pilihlah hari Ahad, karena hari libur. 3.Gali pertanyaan sedalam-dalamnya
-------------------------------------------
Setelah bertemu, hendaknya didampingi Ustadz dan
Ustadzah, lalu saling bertanyalah sedalam-dalamnya,
ya bisa mulai dari data pribadi, keluarga, hobi, penyakit
yang diderita, visi dan misi tentang rumah tangga. Biasanya pada tahap ini, baik ikhwan maupun akhwat
agak malu-malu dan grogi, maklum tidak mengenal
sebelumnya. Tapi dengan berjalannya waktu, semua
akan menjadi cair. Peran pembimbing juga sangat
dibutuhkan untuk mencairkan suasana. Jadi tidak
terlihat kaku dan terlalu serius. Dibutuhkan jiwa humoris, santai namun tetap serius.Silakan baik ikhwan
maupun akhwat saling bertanya sedalam-dalamnya,
jangan sungkan-sungkan, pada tahap ini. Biasanya
pertanyaan-pertanyaan pun akan mengalir. 4.Menentukan waktu ta ’aruf dengan keluarga akhwat -------------------------------------------------------------
Setelah melakukan ta’aruf dan menggali pertanyaan- pertanyaan sedalam-dalamnya, dan pihak ikhwan
merasakan adanya kecocokan visi dan misi dengan
sang akhwat, maka ikhwan pun segera memutuskan
untuk melakukan ta ’aruf ke rumah akhwat, untuk berkenalan dengan keluarga besarnya. Ini pun sudah
diketahui oleh Ustadz maupun Ustadzah dari kedua
belah pihak. Jadi memang semua harus selalu
dikomunikasikan, agar nantinya hasilnya juga baik. Jangan berjalan sendiri. Sebaiknya ketika datang
bersilaturahim ke rumah akhwat, Ustadz pun
mendampingi ikhwan sebagai rasa sayang seorang
guru terhadap muridnya. Tetapi jika memang Ustadz
sangat sibuk dan ada da’wah yang tidak bisa ditinggalkan, bisa saja ikhwan didampingi oleh teman
pengajian lainnya. Namun ingat,ikhwan jangan datang
seorang diri, untuk menghindarkan fitnah dan untuk
membedakan dengan orang lain yang terkenal di
masyarakat dengan istilah
’ngapel’ (pacaran).Hendaknya waktu ideal untuk silaturahim ke rumah akhwat pada sore hari, biasanya
lebih santai. Tapi bisa saja diatur oleh kedua pihak,
kapan waktu yang paling tepat untuk silaturahim
tersebut. 5.Keluarga Ikhwan pun boleh mengundang silaturahim
akhwat ke rumahnya
-------------------------------------------------------------------------------
Dalam hal menikah tanpa pacaran, adalah wajar jika
orang tua ikhwan ingin mengenal calon menantunya
(akhwat). Maka sah-sah saja, jika orang tua ikhwan ingin berkenalan dengan akhwat (calon menantunya).
Sebaiknya ketika datang ke rumah ikhwan, akhwat pun
tidak sendirian, untuk menghindari terjadinya fitnah.
Dalam hal ini bisa saja akhwat ditemani Ustadzahnya
ataupun teman pengajiannya sebagai tanda perhatian
dan kasih sayang pada mutarabbi. 6.Menentukan Waktu Khitbah
---------------------------------
Setelah terjadinya silaturahim kedua belah pihak, dan
sudah ada kecocokan visi dan misi dari ikhwan dan
akhwat juga dengan keluarga besanya, maka jangalah
berlama-lama. Segeralah tentukan kapan waktu untuk mengkhitbah akhwat. Jarak waktu antara ta ’aruf dengan khitbah, sebaiknya tidak terlalu lama, karena
takut menimbulkan fitnah. 7.Tentukan waktu dan tempat pernikahan
------------------------------------------------
Pada prinsipnya semua hari dan bulan dalam Islam
adalah baik. Jadi hindarkanlah mencari tanggal dan
bulan baik, karena takut jatuh ke arah syirik. Lakukan
pernikahan sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW, yaitu sederhana, mengundang anak yatim,
memisahkan antara tamu pria dan wanita, pengantin
wanita tidak bertabarruj (berdandan),makanan dan
minuman juga tidak berlebihan. Semoga dengan menjalankan kiat-kiat ta ’aruf secara Islami di atas, Insya Allah akan terbentuk rumah tangga
yang sakinah mawaddah warohmah …yang menjadi dambaan setiap keluarga muslim baik di dunia maupun
di akhirat. Teriring doaku yang tulus kepada ikhwah dan akhwat
fillah yang akan melangsungkan pernikahan kuucapkan
”Baarokallahu laka wa baaroka ’alaika wajama’a bainakumaa fii khoirin.. Dan bagi sahabat-sahabatku yang belum menikah,
teriring doa yang tulus dari hatiku, semoga Allah SWT
memberikan jodoh yang terbaik untuk semua baik di
dunia maupun di akhirat..
Aamiin ya Robbal ’alamiin
mawaddah warohmah,yaitu : 1.Melakukan Istikharoh dengan sekhusyu-khusyunya
------------------------------------------------------------
Setelah ikhwan mendapatkan data dan foto, lakukanlah
istikharoh dengan sebaik-baiknya, agar Allah SWT
memberikan jawaban yang terbaik. Dalam melakukan
istikharoh ini, jangan ada kecenderungan dulu pada calon yang diberikan kepada kita. Tapi ikhlaskanlah
semua hasilnya pada Allah SWT. Luruskan niat kita,
bahwa kita menikah memang ingin benar-benar
membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah
warohmah. Seseorang biasanya mendapatkan sesuatu
sesuai dengan apa yang diniatkannya. 2.Menentukan Jadwal Pertemuan (ta’aruf Islami) Setelah Ikhwan melakukan istikharoh dan adanya
kemantapan hati, maka segerlah melaporkan pada
Ustadz, lalu Ustadz pun memberikan data dan foto
kepada Ustadzah (guru akhwat), dan memberikan data
dan foto ikhwan tersebut kepada Akhwat. Biasanya
akhwat yang memang sudah siap, Insya Allah setelah istikharoh juga segera melaporkan kepada
Ustadzahnya. Lalu segeralah atur jadwal pertemuan
ta’aruf tersebut. Bisa dilakukan di rumah Ustadzah akhwatnya. Memang idealnya kedua pembimbing juga
hadir, sebagai tanda kasih sayang dan perhatian
terhadap mutarabbi (murid-murid). Hendaknya jadwal
pertemuan disesuaikan waktunya, agar semua bisa
hadir, pilihlah hari Ahad, karena hari libur. 3.Gali pertanyaan sedalam-dalamnya
-------------------------------------------
Setelah bertemu, hendaknya didampingi Ustadz dan
Ustadzah, lalu saling bertanyalah sedalam-dalamnya,
ya bisa mulai dari data pribadi, keluarga, hobi, penyakit
yang diderita, visi dan misi tentang rumah tangga. Biasanya pada tahap ini, baik ikhwan maupun akhwat
agak malu-malu dan grogi, maklum tidak mengenal
sebelumnya. Tapi dengan berjalannya waktu, semua
akan menjadi cair. Peran pembimbing juga sangat
dibutuhkan untuk mencairkan suasana. Jadi tidak
terlihat kaku dan terlalu serius. Dibutuhkan jiwa humoris, santai namun tetap serius.Silakan baik ikhwan
maupun akhwat saling bertanya sedalam-dalamnya,
jangan sungkan-sungkan, pada tahap ini. Biasanya
pertanyaan-pertanyaan pun akan mengalir. 4.Menentukan waktu ta ’aruf dengan keluarga akhwat -------------------------------------------------------------
Setelah melakukan ta’aruf dan menggali pertanyaan- pertanyaan sedalam-dalamnya, dan pihak ikhwan
merasakan adanya kecocokan visi dan misi dengan
sang akhwat, maka ikhwan pun segera memutuskan
untuk melakukan ta ’aruf ke rumah akhwat, untuk berkenalan dengan keluarga besarnya. Ini pun sudah
diketahui oleh Ustadz maupun Ustadzah dari kedua
belah pihak. Jadi memang semua harus selalu
dikomunikasikan, agar nantinya hasilnya juga baik. Jangan berjalan sendiri. Sebaiknya ketika datang
bersilaturahim ke rumah akhwat, Ustadz pun
mendampingi ikhwan sebagai rasa sayang seorang
guru terhadap muridnya. Tetapi jika memang Ustadz
sangat sibuk dan ada da’wah yang tidak bisa ditinggalkan, bisa saja ikhwan didampingi oleh teman
pengajian lainnya. Namun ingat,ikhwan jangan datang
seorang diri, untuk menghindarkan fitnah dan untuk
membedakan dengan orang lain yang terkenal di
masyarakat dengan istilah
’ngapel’ (pacaran).Hendaknya waktu ideal untuk silaturahim ke rumah akhwat pada sore hari, biasanya
lebih santai. Tapi bisa saja diatur oleh kedua pihak,
kapan waktu yang paling tepat untuk silaturahim
tersebut. 5.Keluarga Ikhwan pun boleh mengundang silaturahim
akhwat ke rumahnya
-------------------------------------------------------------------------------
Dalam hal menikah tanpa pacaran, adalah wajar jika
orang tua ikhwan ingin mengenal calon menantunya
(akhwat). Maka sah-sah saja, jika orang tua ikhwan ingin berkenalan dengan akhwat (calon menantunya).
Sebaiknya ketika datang ke rumah ikhwan, akhwat pun
tidak sendirian, untuk menghindari terjadinya fitnah.
Dalam hal ini bisa saja akhwat ditemani Ustadzahnya
ataupun teman pengajiannya sebagai tanda perhatian
dan kasih sayang pada mutarabbi. 6.Menentukan Waktu Khitbah
---------------------------------
Setelah terjadinya silaturahim kedua belah pihak, dan
sudah ada kecocokan visi dan misi dari ikhwan dan
akhwat juga dengan keluarga besanya, maka jangalah
berlama-lama. Segeralah tentukan kapan waktu untuk mengkhitbah akhwat. Jarak waktu antara ta ’aruf dengan khitbah, sebaiknya tidak terlalu lama, karena
takut menimbulkan fitnah. 7.Tentukan waktu dan tempat pernikahan
------------------------------------------------
Pada prinsipnya semua hari dan bulan dalam Islam
adalah baik. Jadi hindarkanlah mencari tanggal dan
bulan baik, karena takut jatuh ke arah syirik. Lakukan
pernikahan sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW, yaitu sederhana, mengundang anak yatim,
memisahkan antara tamu pria dan wanita, pengantin
wanita tidak bertabarruj (berdandan),makanan dan
minuman juga tidak berlebihan. Semoga dengan menjalankan kiat-kiat ta ’aruf secara Islami di atas, Insya Allah akan terbentuk rumah tangga
yang sakinah mawaddah warohmah …yang menjadi dambaan setiap keluarga muslim baik di dunia maupun
di akhirat. Teriring doaku yang tulus kepada ikhwah dan akhwat
fillah yang akan melangsungkan pernikahan kuucapkan
”Baarokallahu laka wa baaroka ’alaika wajama’a bainakumaa fii khoirin.. Dan bagi sahabat-sahabatku yang belum menikah,
teriring doa yang tulus dari hatiku, semoga Allah SWT
memberikan jodoh yang terbaik untuk semua baik di
dunia maupun di akhirat..
Aamiin ya Robbal ’alamiin
Cintamu Tak Ku miliki Tapi Cintanya ku Raih
" Ukhti,kenapa menangis ?"Nina sahabat sekamarku
membelai jilbabku penuh tanya. " Dia memutuskan hubungan ta'aruf nya dengan
ku,karna merasa aku bukan yag terbaik buat dia." Aku
masih menangis tersedu. " Ikhlaskan saja ukhti,insya Allah nanti akan datang
ikhwan yang juga lebih baik dari dia" Nina mencoba
memotivasiku. " Sulit ukhti,aku sudah berharap besar padanya." " Aku tahu itu sulit,tapi bukan berarti ga bisa kan. Cinta
mu sudah berselimut nafsu,makanya sulit untukmu
melepasnya. Bila cintamu hanya bersandar
padaNya,orang yang belum halal bagimu tak akan
membuatmu bersedih belama-lama apalagi sampai
putus asa. Apa ukhti tak yakin dengan janji AllOh?? Dia bukan jodohmu,jangan sia-siakan air matamu demi
cinta yang belum halal" Sahabatku Nina mencoba mengingatkan ku dan
membuatku tersadar hanya cinta Nya yang harus ku
harapkan. Sahabat,Ingatlah cinta kepada makhluk hanya sebuah
aplikasi cinta kepadaNya,kepada Allah tentunya.
Jangan sampai kita tergolong orang-orang yang "Mabuk
Cinta" terhadap dunia dan isinya. Ketika cinta yang di wakili oleh syetan maka nafsulah
yang akan berbicara. Syetan lah yang akan membuat
kita berbuat maksiat atas nama cinta..Naudzubillah.. "Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-
rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi
setan menjadikan umat-umat itu memandang baik
perbuatan mereka (yang buruk), maka setan menjadi
pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab
yang sangat pedih" ( An Nahl 63 ) Sungguh syetanlah yang membuat kemaksiatan indah
di mata kita,dan kita dengan pasrahnya rela di butakan
syetan cinta dalam ketidak halalan. Cinta seperti inilah
yang membuatmu menangis berkepanjangan karna
cinta yang tidak halal. Singkirkanlah syetan cinta itu dalam hatimu ketika cinta
yang belum halal bagimu meninggalkanmu,gantikanlah
cintamu pada cinta Nya,cinta pada Allah Subhanahu Wa
Ta'ala,maka engkau akan di mudahkan untuk
mendapakan kekasih sejatimu. Karna Allah lebih
mengetahui yang lebih baik bagimu. Apabila kita mencintai sesuatu tentu kita akan selalu
mengingatnya,menyebut namanya,itu pun yang akan
kita lakukan ketika cinta yang tak kekal itu
meninggalkanmu,gantikan dengan menyebut dan
mengingat pada Sang Maha Pecinta Yang Kekal. Ladang cinta yang di sirami oleh cinta Nya tentu akan
terus subur dan tumbuh terus mejulang sehingga
jannahNya.. Subhanallah.. Sahabat,memang melupakan kekasih yang telah kita
taruh harapan besar padanya,tapi sungguh selalu
mengingatnya pun hanya akan menjauhkan kita pada
mengingatNya. Hanya dengan dekat dengaNya,dengan
Sang Pecinta Sejati,cinta palsu yang didukung syetan itu
akan hilang. Yakinlah,Allah akan terus dekat denganmu dan tak akan membiarkanmu hidup tanpaNya. Janganlah kau kejar cinta duniamu,tapi kejarlah cinta
akhiratmu. Maka cinta dunia akan mengikutimu saat
engkau mengejar akhirat. Biarkan ku kehilangan cinta yang tak halal
bagiku,tapiku kan mendapatkan yang jauh lebih indah.
Cinta pada Sang Maha Pecinta. Wallahu'alam bi Showwab.
(¯`v´¯) ♥♥♥•♥•♥ `·.¸.·´ ♥♥.........¸.·´ Semoga bermanfaat...
♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫ Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir Salam Ukhuwah fillah
membelai jilbabku penuh tanya. " Dia memutuskan hubungan ta'aruf nya dengan
ku,karna merasa aku bukan yag terbaik buat dia." Aku
masih menangis tersedu. " Ikhlaskan saja ukhti,insya Allah nanti akan datang
ikhwan yang juga lebih baik dari dia" Nina mencoba
memotivasiku. " Sulit ukhti,aku sudah berharap besar padanya." " Aku tahu itu sulit,tapi bukan berarti ga bisa kan. Cinta
mu sudah berselimut nafsu,makanya sulit untukmu
melepasnya. Bila cintamu hanya bersandar
padaNya,orang yang belum halal bagimu tak akan
membuatmu bersedih belama-lama apalagi sampai
putus asa. Apa ukhti tak yakin dengan janji AllOh?? Dia bukan jodohmu,jangan sia-siakan air matamu demi
cinta yang belum halal" Sahabatku Nina mencoba mengingatkan ku dan
membuatku tersadar hanya cinta Nya yang harus ku
harapkan. Sahabat,Ingatlah cinta kepada makhluk hanya sebuah
aplikasi cinta kepadaNya,kepada Allah tentunya.
Jangan sampai kita tergolong orang-orang yang "Mabuk
Cinta" terhadap dunia dan isinya. Ketika cinta yang di wakili oleh syetan maka nafsulah
yang akan berbicara. Syetan lah yang akan membuat
kita berbuat maksiat atas nama cinta..Naudzubillah.. "Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-
rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi
setan menjadikan umat-umat itu memandang baik
perbuatan mereka (yang buruk), maka setan menjadi
pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab
yang sangat pedih" ( An Nahl 63 ) Sungguh syetanlah yang membuat kemaksiatan indah
di mata kita,dan kita dengan pasrahnya rela di butakan
syetan cinta dalam ketidak halalan. Cinta seperti inilah
yang membuatmu menangis berkepanjangan karna
cinta yang tidak halal. Singkirkanlah syetan cinta itu dalam hatimu ketika cinta
yang belum halal bagimu meninggalkanmu,gantikanlah
cintamu pada cinta Nya,cinta pada Allah Subhanahu Wa
Ta'ala,maka engkau akan di mudahkan untuk
mendapakan kekasih sejatimu. Karna Allah lebih
mengetahui yang lebih baik bagimu. Apabila kita mencintai sesuatu tentu kita akan selalu
mengingatnya,menyebut namanya,itu pun yang akan
kita lakukan ketika cinta yang tak kekal itu
meninggalkanmu,gantikan dengan menyebut dan
mengingat pada Sang Maha Pecinta Yang Kekal. Ladang cinta yang di sirami oleh cinta Nya tentu akan
terus subur dan tumbuh terus mejulang sehingga
jannahNya.. Subhanallah.. Sahabat,memang melupakan kekasih yang telah kita
taruh harapan besar padanya,tapi sungguh selalu
mengingatnya pun hanya akan menjauhkan kita pada
mengingatNya. Hanya dengan dekat dengaNya,dengan
Sang Pecinta Sejati,cinta palsu yang didukung syetan itu
akan hilang. Yakinlah,Allah akan terus dekat denganmu dan tak akan membiarkanmu hidup tanpaNya. Janganlah kau kejar cinta duniamu,tapi kejarlah cinta
akhiratmu. Maka cinta dunia akan mengikutimu saat
engkau mengejar akhirat. Biarkan ku kehilangan cinta yang tak halal
bagiku,tapiku kan mendapatkan yang jauh lebih indah.
Cinta pada Sang Maha Pecinta. Wallahu'alam bi Showwab.
(¯`v´¯) ♥♥♥•♥•♥ `·.¸.·´ ♥♥.........¸.·´ Semoga bermanfaat...
♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫ Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir Salam Ukhuwah fillah
Syari'at Islam Mengenai Cinta & Menikah Tanpa Cinta
Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita
kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang
bersumber dari fitrah yang diciptakan Allah
Subhanallahu wa Ta’ala di dalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah
mencapai kematangan pikiran dan fisiknya.
Sebagaimana Firman Allah Subhanallahu wa Ta ’ala, yang artinya:
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendir ,
supaya kamu cenderung dan merasa tentram
kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa
kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang
berfikir” (QS. Ar Rum: 21) Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang
kotor, karena kekotoran dan kesucian tergantung dari
bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada
bingkai yang kotor dan haram. Cinta mengandung
segala makna kasih sayang, keharmonisan,
penghargaan dan kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka
dan duka, lapang dan sempit. Cinta Adalah Fitrah Yang Suci
Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik
saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan
cinta bukan puncaknya.Dan sudah fitrah manusia untuk
menyukai keindahan.Tapi disamping keindahan bentuk
dan rupa harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik. Islam adalah agama fitrah karena itulah islam tidaklah
membelenggu perasaan manusia.Islam tidaklah
mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri
seorang manusia .Akan tetapi islam mengajarkan pada
manusia untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga ,
dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya. Islam mebersihkan dan mengarahkan perasaan cinta
dan mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad
nikah harus bersih dari persentuhan yang haram. Menikah Tanpa Cinta
Adakalanya sebuah pernikahan terjadi tanpa dilandasi
oleh cinta. Mereka berpendapat bahwa cinta itu bisa
muncul setelah pernikahan. Islam memandang bahwa
faktor ketertarikan merupakan faktor yang tidak bisa
diabaikan begitu saja.Islam melarang seorang wali menikahkan seorang gadis tanpa persetujuannya dan
menghalanginya untuk memilih lelaki yang disukainya
seperti yang termuat dalam Al Qur ’an dan Al Hadist Firman Allah Subhanallahu wa Ta ’ala, yang artinya: “Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin dengan bakal suaminya ” (QS. Al Baqarah: 232) “Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu , bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam , lalu ia memberitahukan bahwa ayahnya telah
menikahkannya padahal ia tidak suka , lalu Rasulullah
shalallahu ‘alahi wa sallam memberikan hak kepadanya untuk memilih ” (HR Abu Daud) Karena yang menjalani sebuah pernikahan adalah
kedua pasangan itu bukanlah wali mereka. Selain itu seorang yang hendak menikah hendaknyalah
melihat dahulu calon pasangannya seperti termuat
dalam hadist: “Apabila salah seorang dari kamu meminang seorang wanita maka tidaklah dosa atasnya
untuk melihatnya, jika melihatnya itu untuk meminang,
meskipun wanita itu tidak melihatnya ” (HR. Imam Ahmad) Memang benar dalam beberapa kasus, pasangan yang
menikah tanpa didasari cinta bisa mempertahankan
pernikahannya. Tapi apakah hal ini selalu terjadi,
bagaimana bila yang terjadi adalah sebuah neraka
pernikahan, kedua pasangan saling membenci dan
saling mencaci maki satu sama lain. Sebuah pernikahan dalam islam diharapkan dapat memayungi pasangan
itu untuk menikmati kehidupan yang penuh cinta dan
kasih sayang dengan mengikat diri dalam sebuah
perjanjian suci yang diberikan AllahSubhanallahu wa
Ta’ala. Karena itulah rasa cinta dan kasih sayang ini sudah sepantasnya merupakan hal yang harus
diperhatikan sebelum kedua pasangan mengikat diri
dalam pernikahan. Karena inilah salah satu kunci
kebahagian yang hakiki dalam mensikapi problematika
rumah tangga nantinya.
kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang
bersumber dari fitrah yang diciptakan Allah
Subhanallahu wa Ta’ala di dalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah
mencapai kematangan pikiran dan fisiknya.
Sebagaimana Firman Allah Subhanallahu wa Ta ’ala, yang artinya:
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendir ,
supaya kamu cenderung dan merasa tentram
kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa
kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang
berfikir” (QS. Ar Rum: 21) Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang
kotor, karena kekotoran dan kesucian tergantung dari
bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada
bingkai yang kotor dan haram. Cinta mengandung
segala makna kasih sayang, keharmonisan,
penghargaan dan kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka
dan duka, lapang dan sempit. Cinta Adalah Fitrah Yang Suci
Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik
saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan
cinta bukan puncaknya.Dan sudah fitrah manusia untuk
menyukai keindahan.Tapi disamping keindahan bentuk
dan rupa harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik. Islam adalah agama fitrah karena itulah islam tidaklah
membelenggu perasaan manusia.Islam tidaklah
mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri
seorang manusia .Akan tetapi islam mengajarkan pada
manusia untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga ,
dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya. Islam mebersihkan dan mengarahkan perasaan cinta
dan mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad
nikah harus bersih dari persentuhan yang haram. Menikah Tanpa Cinta
Adakalanya sebuah pernikahan terjadi tanpa dilandasi
oleh cinta. Mereka berpendapat bahwa cinta itu bisa
muncul setelah pernikahan. Islam memandang bahwa
faktor ketertarikan merupakan faktor yang tidak bisa
diabaikan begitu saja.Islam melarang seorang wali menikahkan seorang gadis tanpa persetujuannya dan
menghalanginya untuk memilih lelaki yang disukainya
seperti yang termuat dalam Al Qur ’an dan Al Hadist Firman Allah Subhanallahu wa Ta ’ala, yang artinya: “Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin dengan bakal suaminya ” (QS. Al Baqarah: 232) “Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu , bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam , lalu ia memberitahukan bahwa ayahnya telah
menikahkannya padahal ia tidak suka , lalu Rasulullah
shalallahu ‘alahi wa sallam memberikan hak kepadanya untuk memilih ” (HR Abu Daud) Karena yang menjalani sebuah pernikahan adalah
kedua pasangan itu bukanlah wali mereka. Selain itu seorang yang hendak menikah hendaknyalah
melihat dahulu calon pasangannya seperti termuat
dalam hadist: “Apabila salah seorang dari kamu meminang seorang wanita maka tidaklah dosa atasnya
untuk melihatnya, jika melihatnya itu untuk meminang,
meskipun wanita itu tidak melihatnya ” (HR. Imam Ahmad) Memang benar dalam beberapa kasus, pasangan yang
menikah tanpa didasari cinta bisa mempertahankan
pernikahannya. Tapi apakah hal ini selalu terjadi,
bagaimana bila yang terjadi adalah sebuah neraka
pernikahan, kedua pasangan saling membenci dan
saling mencaci maki satu sama lain. Sebuah pernikahan dalam islam diharapkan dapat memayungi pasangan
itu untuk menikmati kehidupan yang penuh cinta dan
kasih sayang dengan mengikat diri dalam sebuah
perjanjian suci yang diberikan AllahSubhanallahu wa
Ta’ala. Karena itulah rasa cinta dan kasih sayang ini sudah sepantasnya merupakan hal yang harus
diperhatikan sebelum kedua pasangan mengikat diri
dalam pernikahan. Karena inilah salah satu kunci
kebahagian yang hakiki dalam mensikapi problematika
rumah tangga nantinya.
Suami Dan Istri Dalam Al- Qur'an
Bismillahirrohmanirrohim .... coretan untuk kita semua... Untuk mereka yang sudah memiliki arah...
Untuk mereka yang belum memiliki arah...
ataupun untuk mereka yang tidak memiliki arah.
Coretan ini untuk kita semuanya.
Semua yang menginginkan kebaikan... Ketahuilah, Nikah itu ibadah...
Ketahuilah, Nikah itu suci...
ingatlah itu... Memang nikah itu bisa karena harta,
bisa karena kecantikan,
bisa karena keturunan
dan bisa juga karena agama. Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun
kecantikan sebagai alasan...
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan...
Engkau akan mendapatkan kebahagiaan. Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena
cinta....
Namun...... jika cinta engkau jadikan sebagai landasan,
maka keluargamu akan rapuh,
akan mudah hancur. Jadikanlah "ALLAH" sebagai landasan...
Niscaya engkau akan selamat,
Tidak saja dunia, tapi juga akherat... Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan...
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan
tercapai. Wahai Fulan,
Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam
"istanamu"...
disambut istri ketika datang, dan dilayani segala
kebutuhan...
Jika ini kau lakukan, sekejap saja "istanamu" akan terguncang... Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw...
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu,
beralaskan sorban, hanya karena sang istri tercinta tak
mendengar kedatangannya. Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan
tersaji dihadapannya ketika lapar... Menjahit sendiri
bajunya yang robek... Wahai Fulanah,
Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam
"istanamu"...
Disayang, dimanja dan dilayani suami...
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu...
Jika itu engkau lakukan, "istanamu" akan menjadi neraka bagimu. Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu...
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu...
Jika itu engkau lakukan akan celaka... Engkau tidak akan dapat melihat perbedaan antara
yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah... Lihatlah bagaimana ALLAH menegur "Nabi"-mu tatakala
mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena
menuruti kemauan sang istri. Tegaslah terhadap istrimu...
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah...
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya...
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth...
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka
menjadi penentang... Istrimu bisa menjadi musuhmu... Wahai Fulan, didiklah istrimu...
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal
terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikanlah dia sebagai Maryam, wanita utama yang
bisa menjaga kehormatannya...
Jadikanlah dia sebagaiKhadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang suami Muhammad saw
menerima tugas risalah..... Wahai Fulan,
Istrimu adalah tanggung jawabmu...
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah...
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah...
Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam...
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu... Wahai Fulanah,
Jika engkau menjadi istri...
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu...
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah...
Siapkanlah dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia
terhadap tugas suami..... Siapkanlah dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa
menjaga kehormatannya....
Siapkanlah dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa
yang bisa mendampingi suami menjalankan misi. Wahai Fulanah,
Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu...
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu...
Jika itu kau lakukan... Kecintaannya terhadapmu akan
memaksanya menjadi pendurhaka...
jangan... Wahai Fulan,
Jika engkau menjadi Bapak...
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah...
Ajaklah mereka taat kepada Allah...
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti...
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat...
Tapi jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan'an
yang durhaka. Mohonlah kepada Allah...
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang
shalih...
Anak yang bisa membawa kebahagiaan, dunia dan
akhirat. Wahai Fulanah,
Jika engkau menjadi ibu...
Jadilah engkau ibu yang bijak, ibu yang teduh...
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu...
Jadikanlah mereka mujahid...
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah... Jangan biarkan mereka bermanja-manja, hingga terikat
jerat dunia...
Untuk mereka yang belum memiliki arah...
ataupun untuk mereka yang tidak memiliki arah.
Coretan ini untuk kita semuanya.
Semua yang menginginkan kebaikan... Ketahuilah, Nikah itu ibadah...
Ketahuilah, Nikah itu suci...
ingatlah itu... Memang nikah itu bisa karena harta,
bisa karena kecantikan,
bisa karena keturunan
dan bisa juga karena agama. Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun
kecantikan sebagai alasan...
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan...
Engkau akan mendapatkan kebahagiaan. Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena
cinta....
Namun...... jika cinta engkau jadikan sebagai landasan,
maka keluargamu akan rapuh,
akan mudah hancur. Jadikanlah "ALLAH" sebagai landasan...
Niscaya engkau akan selamat,
Tidak saja dunia, tapi juga akherat... Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan...
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan
tercapai. Wahai Fulan,
Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam
"istanamu"...
disambut istri ketika datang, dan dilayani segala
kebutuhan...
Jika ini kau lakukan, sekejap saja "istanamu" akan terguncang... Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw...
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu,
beralaskan sorban, hanya karena sang istri tercinta tak
mendengar kedatangannya. Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan
tersaji dihadapannya ketika lapar... Menjahit sendiri
bajunya yang robek... Wahai Fulanah,
Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam
"istanamu"...
Disayang, dimanja dan dilayani suami...
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu...
Jika itu engkau lakukan, "istanamu" akan menjadi neraka bagimu. Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu...
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu...
Jika itu engkau lakukan akan celaka... Engkau tidak akan dapat melihat perbedaan antara
yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah... Lihatlah bagaimana ALLAH menegur "Nabi"-mu tatakala
mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena
menuruti kemauan sang istri. Tegaslah terhadap istrimu...
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah...
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya...
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth...
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka
menjadi penentang... Istrimu bisa menjadi musuhmu... Wahai Fulan, didiklah istrimu...
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal
terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikanlah dia sebagai Maryam, wanita utama yang
bisa menjaga kehormatannya...
Jadikanlah dia sebagaiKhadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang suami Muhammad saw
menerima tugas risalah..... Wahai Fulan,
Istrimu adalah tanggung jawabmu...
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah...
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah...
Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam...
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu... Wahai Fulanah,
Jika engkau menjadi istri...
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu...
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah...
Siapkanlah dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia
terhadap tugas suami..... Siapkanlah dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa
menjaga kehormatannya....
Siapkanlah dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa
yang bisa mendampingi suami menjalankan misi. Wahai Fulanah,
Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu...
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu...
Jika itu kau lakukan... Kecintaannya terhadapmu akan
memaksanya menjadi pendurhaka...
jangan... Wahai Fulan,
Jika engkau menjadi Bapak...
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah...
Ajaklah mereka taat kepada Allah...
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti...
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat...
Tapi jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan'an
yang durhaka. Mohonlah kepada Allah...
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang
shalih...
Anak yang bisa membawa kebahagiaan, dunia dan
akhirat. Wahai Fulanah,
Jika engkau menjadi ibu...
Jadilah engkau ibu yang bijak, ibu yang teduh...
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu...
Jadikanlah mereka mujahid...
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah... Jangan biarkan mereka bermanja-manja, hingga terikat
jerat dunia...
Etika Terhadap Suami Istri
Orang Muslim meyakini adanya etika timbal balik
antara suami dan istri, dan etika tersebut adalah hak
atas pasangannya yang lain berdasarkan dalil-dalil
berikut,
Firman Allah Ta ‘ala, "Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang
dengan kewajibannya menurut cara yang baik, akan
tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan
dari isterinya. Dan Allah Maha perkasa lagi Maha
bijaksana." (Al-Baqarah: 228). Ayat yang mulia di atas menegaskan, bahwa setiap
suami-istri mempunyai hak atas pasangannya, dan
suami (laki-laki) diberi tambahan derajat atas wanita
(istri) karena alasan-alasan khusus. Sabda Rasulullah saw. di Haji Wada',
"Ketahuilah, bahwa kalian mempunyai hak-hak atas
wanita-wanita (istri-istri) kalian, dan sesungguhnya
wanita-wanita (istri-istri) kalian mempunyai hak-hak
atas kalian."
(Diriwayatkan para pemilik Sunan dan At-Tirmidzi men- shahih-kan hadits ini). ============================================
Hak-hak ini, sebagian sama di antara suami-istri dan
sebagiannya tidak sama. Hak-hak yang sama di antara
suarni-istri adalah sebagian berikut:
============================================ 1. Amanah
--------------
Masing-masing suami-istri harus bersikap amanah
terhadap pasangannya, dan tidak mengkhianatinya
sedikit atau banyak, karena suami istri adalah laksana
dua mitra di mana pada keduanya harus ada sifat amanah, saling menasihati, jujur, dan ikhlas dalam
semua urusan pribadi keduanya, dan urusan umum
keduanya. 2. Cinta kasih
-----------------
Artinya, masing-masing suami-istri harus memberikan
cinta kasih yang tulus kepada pasangannya sepanjang
hidupnya karena firman Allah Ta ‘ala, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia
menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian
sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih
dan sayang." (Ar-Ruum: 21). Dan karena sabda Rasulullah saw.,
"Barangsiapa tidak menyayangi ia tidak akan
disayangi."
(HR Ath-Thabrani dengan sanad yang baik). 3. Saling percaya
---------------------
Artinya masing-masing suami-istri harus mempercayai
pasangannya, dan tidak boleh meragukan
kejujurannya, nasihatnya, dan keikhlasannya, karena
firman Allah Ta‘ala, "Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah
bersaudara."
(Al Hujurat: 10). Dan karena sabda Rasulullah saw.,
"Salah seorang dan kalian tidak beriman hingga ia
mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai
dirinya sendiri."
(HR Bukhari, Muslim, dan lain-lain). Ikatan suami-istri itu memperkuat, dan mengokohkan
ikatan (ukhuwwah) iman. Dengan cara seperti itu, masing-masing suami-istri
merasa, bahwa dirinya adalah pribadi pasangannya.
Oleh karena itu, bagaimana ia tidak mempercayai
dirinya sendiri, dan tidak menasihatinya? Atau
bagaimana seseorang itu kok menipu dirinya sendiri,
dan memperdayainya? 4. Etika umum,
-------------------
seperti lemah lembut dalam pergaulan sehari-hari,
wajah yang berseri-seri, ucapan yang baik,
penghargaan, dan penghormatan. Itulah pergaulan baik
yang diperintahkan Allah Ta ‘ala dalam firman-Nya, "Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang
baik."
(An-Nisa': 19). Itulah perlakuan baik yang diperintahkan Rasulullah
saw. dalam sabdanya, "Perlakukan wanita dengan
baik." (HR Muslim). Inilah sebagian hak-hak bersama antar suami-istri, dan
masing-masing dan keduanya harus memberikan hak-
hak tersebut kepada pasangannya untuk merealisir
perjanjian kuat yang diisyaratkan firman Allah Ta ‘ala, "Bagaimana kalian akan mengambilnya kembali,
padahal sebagian kalian telah bergaul (bercampur)
dengan yang lain sebagai suami istri. Dan mereka (istri-
istri) telah mengambil dari kalian penjanjian yang
kuat." (An-Nisa': 21). Dan karena taat kepada Allah Ta ‘ala yang berfirman, "Dan janganlah kalian melupakan keutamaan di antara
kalian, Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa
yang kalian kerjakan." (A1-Baqarah: 237). Adapun hak-hak khusus, dan etika-etika yang harus
dikerjakan masing-masing suami-istri terhadap
pasangannya adalah sebagai berikut: ================
Hak-hak Istri atas Suami
================ Terhadap istrinya, seorang suami harus menjalankan
etika-etika berikut ini:
============================================= 1. Memperlakukannya dengan baik karena dalil-dalil
berikut:
---------------------------------------------------------------------- Firman Allah Ta‘ala, "Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang
baik." (An-Nisa': 19). Ia memberi istrinya makan jika ia makan, memberinya
pakaian jika ia berpakaian, dan mendidiknya jika ia
khawatir istrinya membangkang seperti diperintahkan
Allah Ta‘ala kepadanya dengan menasihatinya tanpa mencaci-maki atau menjelek-jelekkannya. Jika istri
tidak taat kepadanya, ia pisah ranjang dengannya. Jika
istri tetap tidak taat, ia berhak memukul dengan
pukulan yang tidak melukainya, tidak mengucurkan
darah, tidak meninggalkan luka, dan membuat salah
satu organ tubuhnya tidak dapat menjalankan tugasnya, karena firman Allah Ta ‘ala, "Wanita-wanita yang kalian khawatirkan nusyuznya
(pembangkangannya), maka nasihatilah mereka dan
pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan
pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaati
kalian, maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk
menyusahkan mereka." (An-Nisa': 34). Sabda Rasulullah saw. kepada orang yang bertanya
kepada beliau tentang hak istri atas dirinya,
"Hendaknya engkau memberinya makan jika engkau
makan, engkau memberinya pakaian jika engkau
berpakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menjelek-
jelekkannya, dan tidak mendiamkannya kecuali di dalam rumah." (HR Abu Daud dengan sanad yang baik). Sabda Rasulullah saw., "Ketahuilah bahwa hak-hak
wanita-wanita atas kalian ialah hendaknya kalian
berbuat baik kepada mereka dengan memberi mereka
makan dan pakaian." Sabda Rasulullah saw., "Laki-laki Mukmin tidak boleh
membenci wanita Mukminah. Jika ia membenci sesuatu
pada pisiknya, ia menyenangi lainnya." (HR Muslim dan
Ahmad). 2. Mengajarkan persoalan-persoalan yang urgen dalam
agama
--------------------------------------------------------------------------
kepada istri jika belum mengetahuinya, atau
mengizinkannya menghadiri forum-forum ilmiah untuk
belajar di dalamnya. Sebab, kebutuhan untuk memperbaiki kualitas agama, dan menyucikan jiwanya
itu tidak lebih sedikit dan kebutuhannya terhadap
makanan, dan minuman yang wajib diberikan
kepadanya. Itu semua berdasarkan dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta‘ala, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api
neraka." (At-Tahrim: 6). Wanita termasuk bagian dan keluarga laki-laki, dan
penjagaan dirinya dan api neraka ialah dengan iman,
dan amal shalih. Amal shalih harus berdasarkan ilmu,
dan pengetahuan sehingga ia bisa mengerjakannya
seperti yang diperintahkan syariat. Sabda Rasulullah saw., "Ketahuilah, hendaklah kalian
memperlakukan wanita-wanita dengan baik, karena
mereka adalah ibarat tawanan-tawanan pada
kalian." (Muttafaq Alaih). Di antara perlakuan yang baik terhadap istri ialah
mengajarkan sesuatu yang bisa memperbaiki kualitas
agamanya, menjamin bisa istiqamah (konsisten) dan
urusannya menjadi baik. 3. Mewajibkan istri melaksanakan ajaran-ajaran Islam
beserta etika-etikanya,
-------------------------------------------------------------------------------
melarangnya buka aurat dan berhubungan bebas
(ikhtilath) dengan laki-laki yang bukan muhrimnya,
memberikan perlindungan yang memadai kepadanya dengan tidak mengizinkannya merusak akhlak atau
agamanya, dan tidak membuka kesempatan baginya
untuk menjadi wanita fasik terhadap perintah Allah
Ta‘ala dan Rasul-Nya, atau berbuat dosa, sebab ia adalah penanggung jawab tentang istrinya dan
diperintahkan menjaganya, dan mengayominya,
berdasarkan firman Allah Ta ‘ala, "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita." (An-Nisa' 34). Dan berdasarkan sabda Rasulullah saw., "Seorang
suami adalah pemimpin di rumahnya, dan ia akan
diminta pertanggungan jawab tentang
kepemimpinannya." (Muttafaq Alaih). 4. Berlaku adil terhadap istrinya dan terhadap istri-
istrinya yang lain,
------------------------------------------------------------------------------
jika ia mempunyai istri lebih dan satu. Ia berbuat adil
terhadap mereka dalam makanan, minuman, pakaian,
rumah, dan tidur di ranjang. Ia tidak boleh bersikap curang dalam hal-hal tersebut, atau bertindak zhalim,
karena ini diharamkan Allah Ta ‘ala dalam firman-Nya, "Kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku
adil, maka kawinilah) seorang saja, atau budak-budak
wanita yang kalian miliki." (An-Nisa': 3). Rasulullah saw. mewasiatkan perlakuan yang baik
terhadap istri-istri dalam sabdanya, "Orang terbaik dan
kalian ialah orang yang paling baik terhadap
keluarganya, dan aku orang terbaik dan kalian
terhadap keluarganya." (HR Ath-Thabrani dengan sanad
yang baik). 5. Tidak membuka rahasia istrinya dan tidak
membeberkan aibnya,
------------------------------------------------------------------------------
sebab ia orang yang diberi kepercayaan terhadapnya,
dituntut menjaga, dan melindunginya. Rasulullah saw. bersabda,
"Sesungguhnya manusia yang paling jelek
kedudukannya di sisi Allah ialah suami yang menggauli
istrinya, dan istrinya bergaul dengannya, kemudian ia
membeberkan rahasia hubungan suami-istri
tersebut." (Diriwayatkan Muslim). ==================
Hak-hak Suami atas Istri
================== Terhadap suaminya, seorang istri harus menjalankan
etika-etika berikut ini:
============================================= 1. Taat kepadanya selama tidak dalam kemaksiatan
kepada Allah Ta ‘ala, karena dalil-dalil berikut: ------------------------------------------------------------------------------- Firman Allah Ta‘ala, "Kemudian jika mereka mentaati kalian, maka
janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan
mereka." (An-Nisa': 34). Sabda Rasulullah saw.,
"Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur,
kemudian istrinya tidak datang kepadanya, dan
suaminya pun marah kepadanya pada malam itu, maka
istrinya dilaknat para malaikat hingga pagi
harinya." (Muttafaq Alaih). "Seandainya aku suruh seseorang untuk sujud kepada
orang lain, maka aku suruh seorang istri sujud kepada
suaminya." (HR Abu Daud dan Al-Hakim. At-Tirmidzi
meng-shahih-kan hadits mi). 2. Menjaga kehormatan suaminya, kemuliaanya,
hartanya, anak-anaknya, dan urusan rumah tangga
lainnya, karena dalil-dalil berikut:
------------------------------------------------------------------------------- Firman Allah Ta'ala, "Maka wanita-wanita yang shalihah
ialah wanita-wanita yang taat kepada Allah lagi
memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena
Allah telah memelihara (mereka)." (An-Nisa': 34). Sabda Rasulullah saw., "Seoranq istri adalah pemimpin
di rumah suaminya, dan anaknya." (Muttafaq Alaih). Sabda Rasulullah saw., "Maka hak kalian atas istri-istri
kalian ialah hendaknya orang-orang yang kalian benci
tidak boleh menginjak ranjang-ranjang kalian, dan
mereka tidak boleh memberi izin masuk ke rumah
kepada orang orang yang tidak kalian sukai." (HR At-
Tirmidzi dan Ibnu Majah). 3. Tetap berada di rumah suami,
--------------------------------------
dalam arti, tidak keluar kecuali atas izin dan
keridhaannya, menahan pandangan dan merendahkan
suaranya, menjaga tangannya dari kejahatan, dan
menjaga mulutnya dari perkataan kotor yang bisa melukai kedua orang tua suaminya, atau sanak
keluarganya, karena dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta‘ala, "Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kamu berhias dan
bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang
dahulu." (Al-Ahzab: 33). "Maka janganlah kalian tunduk dalam berbicara
sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit
dalam hatinya." (Al-Ahzab: 32). "Allah tidak menyukai ucapan buruk." (An-Nisa': 148). "Katakanlah kepada wanita-wanita beriman,
‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah
mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang
(biasa) nampak daripadanya'." (An-Nuur: 31). Sabda Rasulullah saw., "Wanita (istri) terbaik ialah jika
engkau melihat kepadanya, ia menyenangkanmu. Jika
engkau menyuruhnya, ia taat kepadamu. Jika engkau
pergi darinya, ia menjagamu dengan menjaga dirinya
dan menjaga hartamu." (HR Muslim dan Ahmad). Sabda Rasulullah saw., "Kalian jangan melarang wanita-
wanita hamba-hamba Allah untuk pergi ke masjid-
masjid Allah. Jika istri salah seorang dari kalian
meminta izin kepada kalian untuk pergi ke masjid,
engkau jangan melarangnya." (HR Muslim, Ahmad, Abu
Daud, dan At Tirmidzi). Sabda Rasulullah saw.,
"Izinkan wanita-wanita pergi ke masjid pada malam
hari.
" Abu Bakr Jabir al-Jazairi
Sumber:
Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Minhaajul
Muslim, atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim, terj.
Fadhli Bahri (Darul Falah, 2002), hlm. 138-145.
antara suami dan istri, dan etika tersebut adalah hak
atas pasangannya yang lain berdasarkan dalil-dalil
berikut,
Firman Allah Ta ‘ala, "Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang
dengan kewajibannya menurut cara yang baik, akan
tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan
dari isterinya. Dan Allah Maha perkasa lagi Maha
bijaksana." (Al-Baqarah: 228). Ayat yang mulia di atas menegaskan, bahwa setiap
suami-istri mempunyai hak atas pasangannya, dan
suami (laki-laki) diberi tambahan derajat atas wanita
(istri) karena alasan-alasan khusus. Sabda Rasulullah saw. di Haji Wada',
"Ketahuilah, bahwa kalian mempunyai hak-hak atas
wanita-wanita (istri-istri) kalian, dan sesungguhnya
wanita-wanita (istri-istri) kalian mempunyai hak-hak
atas kalian."
(Diriwayatkan para pemilik Sunan dan At-Tirmidzi men- shahih-kan hadits ini). ============================================
Hak-hak ini, sebagian sama di antara suami-istri dan
sebagiannya tidak sama. Hak-hak yang sama di antara
suarni-istri adalah sebagian berikut:
============================================ 1. Amanah
--------------
Masing-masing suami-istri harus bersikap amanah
terhadap pasangannya, dan tidak mengkhianatinya
sedikit atau banyak, karena suami istri adalah laksana
dua mitra di mana pada keduanya harus ada sifat amanah, saling menasihati, jujur, dan ikhlas dalam
semua urusan pribadi keduanya, dan urusan umum
keduanya. 2. Cinta kasih
-----------------
Artinya, masing-masing suami-istri harus memberikan
cinta kasih yang tulus kepada pasangannya sepanjang
hidupnya karena firman Allah Ta ‘ala, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia
menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian
sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih
dan sayang." (Ar-Ruum: 21). Dan karena sabda Rasulullah saw.,
"Barangsiapa tidak menyayangi ia tidak akan
disayangi."
(HR Ath-Thabrani dengan sanad yang baik). 3. Saling percaya
---------------------
Artinya masing-masing suami-istri harus mempercayai
pasangannya, dan tidak boleh meragukan
kejujurannya, nasihatnya, dan keikhlasannya, karena
firman Allah Ta‘ala, "Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah
bersaudara."
(Al Hujurat: 10). Dan karena sabda Rasulullah saw.,
"Salah seorang dan kalian tidak beriman hingga ia
mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai
dirinya sendiri."
(HR Bukhari, Muslim, dan lain-lain). Ikatan suami-istri itu memperkuat, dan mengokohkan
ikatan (ukhuwwah) iman. Dengan cara seperti itu, masing-masing suami-istri
merasa, bahwa dirinya adalah pribadi pasangannya.
Oleh karena itu, bagaimana ia tidak mempercayai
dirinya sendiri, dan tidak menasihatinya? Atau
bagaimana seseorang itu kok menipu dirinya sendiri,
dan memperdayainya? 4. Etika umum,
-------------------
seperti lemah lembut dalam pergaulan sehari-hari,
wajah yang berseri-seri, ucapan yang baik,
penghargaan, dan penghormatan. Itulah pergaulan baik
yang diperintahkan Allah Ta ‘ala dalam firman-Nya, "Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang
baik."
(An-Nisa': 19). Itulah perlakuan baik yang diperintahkan Rasulullah
saw. dalam sabdanya, "Perlakukan wanita dengan
baik." (HR Muslim). Inilah sebagian hak-hak bersama antar suami-istri, dan
masing-masing dan keduanya harus memberikan hak-
hak tersebut kepada pasangannya untuk merealisir
perjanjian kuat yang diisyaratkan firman Allah Ta ‘ala, "Bagaimana kalian akan mengambilnya kembali,
padahal sebagian kalian telah bergaul (bercampur)
dengan yang lain sebagai suami istri. Dan mereka (istri-
istri) telah mengambil dari kalian penjanjian yang
kuat." (An-Nisa': 21). Dan karena taat kepada Allah Ta ‘ala yang berfirman, "Dan janganlah kalian melupakan keutamaan di antara
kalian, Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa
yang kalian kerjakan." (A1-Baqarah: 237). Adapun hak-hak khusus, dan etika-etika yang harus
dikerjakan masing-masing suami-istri terhadap
pasangannya adalah sebagai berikut: ================
Hak-hak Istri atas Suami
================ Terhadap istrinya, seorang suami harus menjalankan
etika-etika berikut ini:
============================================= 1. Memperlakukannya dengan baik karena dalil-dalil
berikut:
---------------------------------------------------------------------- Firman Allah Ta‘ala, "Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang
baik." (An-Nisa': 19). Ia memberi istrinya makan jika ia makan, memberinya
pakaian jika ia berpakaian, dan mendidiknya jika ia
khawatir istrinya membangkang seperti diperintahkan
Allah Ta‘ala kepadanya dengan menasihatinya tanpa mencaci-maki atau menjelek-jelekkannya. Jika istri
tidak taat kepadanya, ia pisah ranjang dengannya. Jika
istri tetap tidak taat, ia berhak memukul dengan
pukulan yang tidak melukainya, tidak mengucurkan
darah, tidak meninggalkan luka, dan membuat salah
satu organ tubuhnya tidak dapat menjalankan tugasnya, karena firman Allah Ta ‘ala, "Wanita-wanita yang kalian khawatirkan nusyuznya
(pembangkangannya), maka nasihatilah mereka dan
pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan
pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaati
kalian, maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk
menyusahkan mereka." (An-Nisa': 34). Sabda Rasulullah saw. kepada orang yang bertanya
kepada beliau tentang hak istri atas dirinya,
"Hendaknya engkau memberinya makan jika engkau
makan, engkau memberinya pakaian jika engkau
berpakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menjelek-
jelekkannya, dan tidak mendiamkannya kecuali di dalam rumah." (HR Abu Daud dengan sanad yang baik). Sabda Rasulullah saw., "Ketahuilah bahwa hak-hak
wanita-wanita atas kalian ialah hendaknya kalian
berbuat baik kepada mereka dengan memberi mereka
makan dan pakaian." Sabda Rasulullah saw., "Laki-laki Mukmin tidak boleh
membenci wanita Mukminah. Jika ia membenci sesuatu
pada pisiknya, ia menyenangi lainnya." (HR Muslim dan
Ahmad). 2. Mengajarkan persoalan-persoalan yang urgen dalam
agama
--------------------------------------------------------------------------
kepada istri jika belum mengetahuinya, atau
mengizinkannya menghadiri forum-forum ilmiah untuk
belajar di dalamnya. Sebab, kebutuhan untuk memperbaiki kualitas agama, dan menyucikan jiwanya
itu tidak lebih sedikit dan kebutuhannya terhadap
makanan, dan minuman yang wajib diberikan
kepadanya. Itu semua berdasarkan dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta‘ala, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api
neraka." (At-Tahrim: 6). Wanita termasuk bagian dan keluarga laki-laki, dan
penjagaan dirinya dan api neraka ialah dengan iman,
dan amal shalih. Amal shalih harus berdasarkan ilmu,
dan pengetahuan sehingga ia bisa mengerjakannya
seperti yang diperintahkan syariat. Sabda Rasulullah saw., "Ketahuilah, hendaklah kalian
memperlakukan wanita-wanita dengan baik, karena
mereka adalah ibarat tawanan-tawanan pada
kalian." (Muttafaq Alaih). Di antara perlakuan yang baik terhadap istri ialah
mengajarkan sesuatu yang bisa memperbaiki kualitas
agamanya, menjamin bisa istiqamah (konsisten) dan
urusannya menjadi baik. 3. Mewajibkan istri melaksanakan ajaran-ajaran Islam
beserta etika-etikanya,
-------------------------------------------------------------------------------
melarangnya buka aurat dan berhubungan bebas
(ikhtilath) dengan laki-laki yang bukan muhrimnya,
memberikan perlindungan yang memadai kepadanya dengan tidak mengizinkannya merusak akhlak atau
agamanya, dan tidak membuka kesempatan baginya
untuk menjadi wanita fasik terhadap perintah Allah
Ta‘ala dan Rasul-Nya, atau berbuat dosa, sebab ia adalah penanggung jawab tentang istrinya dan
diperintahkan menjaganya, dan mengayominya,
berdasarkan firman Allah Ta ‘ala, "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita." (An-Nisa' 34). Dan berdasarkan sabda Rasulullah saw., "Seorang
suami adalah pemimpin di rumahnya, dan ia akan
diminta pertanggungan jawab tentang
kepemimpinannya." (Muttafaq Alaih). 4. Berlaku adil terhadap istrinya dan terhadap istri-
istrinya yang lain,
------------------------------------------------------------------------------
jika ia mempunyai istri lebih dan satu. Ia berbuat adil
terhadap mereka dalam makanan, minuman, pakaian,
rumah, dan tidur di ranjang. Ia tidak boleh bersikap curang dalam hal-hal tersebut, atau bertindak zhalim,
karena ini diharamkan Allah Ta ‘ala dalam firman-Nya, "Kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku
adil, maka kawinilah) seorang saja, atau budak-budak
wanita yang kalian miliki." (An-Nisa': 3). Rasulullah saw. mewasiatkan perlakuan yang baik
terhadap istri-istri dalam sabdanya, "Orang terbaik dan
kalian ialah orang yang paling baik terhadap
keluarganya, dan aku orang terbaik dan kalian
terhadap keluarganya." (HR Ath-Thabrani dengan sanad
yang baik). 5. Tidak membuka rahasia istrinya dan tidak
membeberkan aibnya,
------------------------------------------------------------------------------
sebab ia orang yang diberi kepercayaan terhadapnya,
dituntut menjaga, dan melindunginya. Rasulullah saw. bersabda,
"Sesungguhnya manusia yang paling jelek
kedudukannya di sisi Allah ialah suami yang menggauli
istrinya, dan istrinya bergaul dengannya, kemudian ia
membeberkan rahasia hubungan suami-istri
tersebut." (Diriwayatkan Muslim). ==================
Hak-hak Suami atas Istri
================== Terhadap suaminya, seorang istri harus menjalankan
etika-etika berikut ini:
============================================= 1. Taat kepadanya selama tidak dalam kemaksiatan
kepada Allah Ta ‘ala, karena dalil-dalil berikut: ------------------------------------------------------------------------------- Firman Allah Ta‘ala, "Kemudian jika mereka mentaati kalian, maka
janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan
mereka." (An-Nisa': 34). Sabda Rasulullah saw.,
"Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur,
kemudian istrinya tidak datang kepadanya, dan
suaminya pun marah kepadanya pada malam itu, maka
istrinya dilaknat para malaikat hingga pagi
harinya." (Muttafaq Alaih). "Seandainya aku suruh seseorang untuk sujud kepada
orang lain, maka aku suruh seorang istri sujud kepada
suaminya." (HR Abu Daud dan Al-Hakim. At-Tirmidzi
meng-shahih-kan hadits mi). 2. Menjaga kehormatan suaminya, kemuliaanya,
hartanya, anak-anaknya, dan urusan rumah tangga
lainnya, karena dalil-dalil berikut:
------------------------------------------------------------------------------- Firman Allah Ta'ala, "Maka wanita-wanita yang shalihah
ialah wanita-wanita yang taat kepada Allah lagi
memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena
Allah telah memelihara (mereka)." (An-Nisa': 34). Sabda Rasulullah saw., "Seoranq istri adalah pemimpin
di rumah suaminya, dan anaknya." (Muttafaq Alaih). Sabda Rasulullah saw., "Maka hak kalian atas istri-istri
kalian ialah hendaknya orang-orang yang kalian benci
tidak boleh menginjak ranjang-ranjang kalian, dan
mereka tidak boleh memberi izin masuk ke rumah
kepada orang orang yang tidak kalian sukai." (HR At-
Tirmidzi dan Ibnu Majah). 3. Tetap berada di rumah suami,
--------------------------------------
dalam arti, tidak keluar kecuali atas izin dan
keridhaannya, menahan pandangan dan merendahkan
suaranya, menjaga tangannya dari kejahatan, dan
menjaga mulutnya dari perkataan kotor yang bisa melukai kedua orang tua suaminya, atau sanak
keluarganya, karena dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta‘ala, "Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kamu berhias dan
bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang
dahulu." (Al-Ahzab: 33). "Maka janganlah kalian tunduk dalam berbicara
sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit
dalam hatinya." (Al-Ahzab: 32). "Allah tidak menyukai ucapan buruk." (An-Nisa': 148). "Katakanlah kepada wanita-wanita beriman,
‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah
mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang
(biasa) nampak daripadanya'." (An-Nuur: 31). Sabda Rasulullah saw., "Wanita (istri) terbaik ialah jika
engkau melihat kepadanya, ia menyenangkanmu. Jika
engkau menyuruhnya, ia taat kepadamu. Jika engkau
pergi darinya, ia menjagamu dengan menjaga dirinya
dan menjaga hartamu." (HR Muslim dan Ahmad). Sabda Rasulullah saw., "Kalian jangan melarang wanita-
wanita hamba-hamba Allah untuk pergi ke masjid-
masjid Allah. Jika istri salah seorang dari kalian
meminta izin kepada kalian untuk pergi ke masjid,
engkau jangan melarangnya." (HR Muslim, Ahmad, Abu
Daud, dan At Tirmidzi). Sabda Rasulullah saw.,
"Izinkan wanita-wanita pergi ke masjid pada malam
hari.
" Abu Bakr Jabir al-Jazairi
Sumber:
Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Minhaajul
Muslim, atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim, terj.
Fadhli Bahri (Darul Falah, 2002), hlm. 138-145.
Kita Bahagia Bila...
==================
KITA BAHAGIA BILA........
==================
Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata. Untuk
menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti.Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati.
Untuk menyadari, betapa ia dicintai. Manusia bisa
bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa
mencintainya dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati,
berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa
untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau
menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri,
tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa
saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha
meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah. Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak
diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi
sendiri.
Memilih teman dan mencari-cari, padahal di
depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki
segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang
paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan. Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan
no. satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain,
dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain. Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jikalau
berharap dari orang lain, siaplah ditinggalkan, siaplah
dikhianati.
Kita akan bahagia bila bisa menerima diri
apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri,
mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.
Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah
kepadanya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik
sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati, Ia akan
memberi kita di saat yang tepat apa yang kita
butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok
hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.
KITA BAHAGIA BILA........
==================
Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata. Untuk
menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti.Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati.
Untuk menyadari, betapa ia dicintai. Manusia bisa
bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa
mencintainya dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati,
berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa
untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau
menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri,
tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa
saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha
meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah. Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak
diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi
sendiri.
Memilih teman dan mencari-cari, padahal di
depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki
segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang
paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan. Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan
no. satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain,
dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain. Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jikalau
berharap dari orang lain, siaplah ditinggalkan, siaplah
dikhianati.
Kita akan bahagia bila bisa menerima diri
apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri,
mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.
Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah
kepadanya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik
sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati, Ia akan
memberi kita di saat yang tepat apa yang kita
butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok
hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.
Langganan:
Postingan (Atom)