Kamis, 28 April 2011

Sejarah Islam Di Indonesia

S E J A R A H I S L AM D I I N D O N E S I A


Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang
sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW,
Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke
Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang
belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan
waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa
tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti
Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di
pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama
penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para
pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri
nan hijau ini sambil berdakwah. Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam
meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah
paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang
pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di
Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri,
yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692
H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang
menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu
Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang
ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M
menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi'i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin
yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa
Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu
diantaranya adalah makam seorang Muslimah
bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya
tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini
bukan dari penduduk asli, melainkan makam para
pedagang Arab. Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada
pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara
besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M,
penduduk pribumi memeluk Islam secara massal.
Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk
Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum
Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang
berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa
kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh
Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate.
Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan
para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad
ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh
surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan
Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit,
Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan
Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya
bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia
Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang,
tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk
ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil'alamin. Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara
dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam
di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan
dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi
semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke
Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman.
Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan
dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah
Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa
Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya
menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus.
Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya,
selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan
oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena
berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum
kolonialis. Setiap kali para penjajah - terutama Belanda - menundukkan kerajaan Islam di Nusantara,
mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya
melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang
dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka
terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara
dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum
kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara
dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka
yang mempersulit pembauran antara orang Arab
dengan pribumi. Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir
abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini,
memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk
menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan
bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam,
agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka
menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam
mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan
pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu
contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum
Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan
Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah
pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis
ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari
sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu
menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh
seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu
Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan
gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting
di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan
Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan
Turki Utsmani. Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah
membangkitkan semangat jihad kaum muslimin
Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman
akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren
(madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun
biasanya terbatas pada mazhab Syafi'i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi
percampuran akidah dengan tradisi pra Islam.
Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah
sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini
setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas
dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang- orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun
banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan
tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang
sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada
akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas
dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai
pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan
kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti
Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda
Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para
ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri
(Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN”

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :

1. ”AMIN” (aliF dan mim sama- samapendek),artinya AMAN, TENTRAM


2. “AAMIN ” (alif panjang & mim pendek),artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN


3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang),artinya JUJUR TERPERCAYA


4.“AAMIIN ” (alif & mim sama-sama panjang),artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI


Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ??? Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari,
karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do ’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa
Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat
menyebutnya Amun-Ra)



Semoga bermanfaat ^_ting

Ciri- ciri Cowok genit

1. Ikhwan genit akan bergaya dia paham agama tapi
sebenarnya biasa-biasa saja. 2. Ikhwan genit jarang ke Masjid, ke Masjidnya pas
jum’atan saja. Pas Jum’atan aja masih diselingi ngantuk, rame sendiri, dan sibuk dengan HP nya. 3.Ikhwan genit, akan menyingsingkan celananya alias
menjadi sosok congklangers ( biar ga isbal ) di depan
para akhwat sedang klo bertemu dengan cewek biasa
diturunkan lagi celananya. 4.Ikhwan genit suka chating dengan akhwat, diskusi
dengan hal-hal yang ga perlu, katanya segalah dakwah
di dunia maya, tetapi yang diobrolkan jauh dari nilai
esensi dakwah. 5.Ikhwan genit suka nelpon-nelpon akhwat tanpa
agenda yang jelas, lama banget,n mendayu-dayu,
padahal sms saja bisa. 6.Ikhwan genit, memanfaatkan amanah dakwah nya
untuk kepentingan dirinya, dan menseleksi akhwat,
menilai akhwat layak tidak untuk dirinya, sekufu tidak
dengan dirinya,dan orientasi pribadi lainnya. 7.Ikhwan genit memanfaatkan kepandaiannya dalam
skill tertentu untuk menarik akhwat, misal skill
memperbaiki komputer,HP, pemrograman, buat blog
(site) dan buat proposal atau kerja teknis lainnya. 8.Ikhwan genit berjalan suka jelalatan, klo ada akhwat
yang melintas di depannya selalu memberi penilaian,
“ akhwat ini 80, akhwat itu 70 … dsb” 9.Ikhwan genit, sok perhatian ke akhwat, mempunyai
belas kasihan yang terlalu berlebihan, padahal biasa-
biasa saja sebenarnya bisa. 10.Ikhwan genit, suka bercanda dan cair dengan
akhwat, dan ga risih dengan syuro yang berhadap-
hadapan. 11.Ikhwan genit suka sekali sms tausiyah padahal
sebenarnya dia lagi kangen saja sama akhwat
idolanya, menurut saya etika sms tausiyah, ” sent to all”, ga ada spesifikasi untuk ikhwan/akhwat tertentu, atau untuk lebih berhati-hati ikhwan sms tausiyahnya
ke ikhwan dan akhwat ke akhwat. 12. Ikhwan genit yang kebetulan mendapat amanah di
kaderisasi, perhatian n sok campur tangan dengan
kaderisasi akhwat, padahal jelas-jelas kaderisasi
ikhwan dan akhwat benar-banar sesuatu yang
terpisah, dan semuanya sudah ada yang ngurusin. 13.Ikhwan genit suka menjanjikan “ nikah “ kepada seorang akhwat padahal itu masih lama banget
menikahnya alias ngetek duluan, n yang terjadi
akhirnya adalah back street.. wew parah!! 14.Ikhwan genit suka koleksi foto akhwat, dan suka
menge-crop foto akhwat yang jadi idolanya, dan lebih
gila lagi, menjadikannya background atau screen
servernya di komputernya atau laptopnya. 15.Ikhwan genit suka koleksi teman-teman akhwat
dengan FS, YM, dan sok perhatian ngasih komen di FS
nya. 16.Ikhwan genit ga suka kajian, tapi seneng beli buku,
padahal bukunya juga ga di baca. 17.Ikhwan genit suka jalan-jalan di Sunday morning dan
melotot lihat akhwat cantik, n ga bisa Godhul
bashor,ayo ikhwan tundukkan pandanganmu, biar kami
bisa leluasa kalau harus berjalan di depanmu. “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah
lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara
kemaluannya, … (QS.An-Nuur[24]:30-31) 18. Ikhwan genit dalam obrolan teman sesamanya
yang dibicarakan selalu seputar akhwat, minim
membahas ilmu dien, dan strategi dakwah. 19.Ikhwan genit sering berkunjung ke tempat akhwat,
banyak sekali alasannya, entah mau pinjem buku, mau
ngantar sesuatu, atau apalah tanpa ada alasan yang
jelas. 20.Ikhwan genit suka tertawa terbahak-bahak ga
karuan kalau lagi berkumpul sesamanya, padahal
kelihatannya antheng & alim banget pas di depan
akhwat & pas syuro ’. Jadi ikhwan jangan genit..!!
status tiap menit ganti,
yang dibahas tentang isi hati.
Buka-bukaan ngincer ci wati,
nunjukin diri lg patah hati.
Minta di komen agar tidak bunuh diri, weleh-weleh ko nulis status bikin ruhiyah mati. Jadi ikhwan jangan lebay lah!
tujuan dakwah bukan amanah, tapi cari aminah
aminah dapat pingin walimah
padahal belum punya ma’isyah. akhirnya dakwahnya hilang dihutan antah barantah.. Hayoo merasa ikhwan kaya gini siapa hayoo … Haha GIRLs… BEWARE..!!!! *waduh ane sendiri masih ada yang termasuk dari
daftar itu…. waks..!!!!! O.o lsyami On Maret - 23 - 2011 ***
Bagi sahabat Group Oase Jiwa (Setetes Embun di Padang
Pasir) yang ingin namanya di TAG di Notes atau pict
Notes silahkan add dulu akun berikut agar Team kami
bisa dan memudahkan untuk men TAG sahabat
sekalian ! TeamAdmin Oase Jiwa (SetetesEmbun di PadangPasir) http://www.facebook.com/theadmin.oasejiwa 1 Menit saja, SARANKAN/SUGGEST keTeman Anda ! "Barang siapa MENUNJUKKAN pada KEBAIKAN ,
maka baginya PAHALA seperti orang yang
MELAKUKANnya ."
(HR.Muslim) Mohon maaf atas ketidak nyamanan ini
assalamu'alaikumussalam warahmatullahi
wabarakatuh... ==================================
Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata
“AMIN” yaitu : 1. ”AMIN” (aliF dan mim sama-samapendek),artinya AMAN, TENTRAM
2. “AAMIN ” (alif panjang & mim pendek),artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang),artinya JUJUR TERPERCAYA
4.“AAMIIN ” (alif & mim sama-sama panjang),artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ??? Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari,
karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do ’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa
Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat
menyebutnya Amun-Ra)

Salam dari akhwat, Salam dari ikhwat, (maaf) Genit

Assalamualaikum yaa akhi, kamu gak seperti
kebanyakan laki-laki, biasanya laki-laki suka menggoda
dan mendekatiku, kenapa kamu tidak? Apa kamu
homo? Ah, masa sih kamu makhluk yang lain dari
cowok yang saya kenal selama ini? Kamu pasti juga
cowok seperti mereka yang suka dengan cewek dan pastinya suka dengan keindahan kami. Akhi, itu panggilan buat kamu dan teman-temanmu
yah? Walaupun lucu kan kalo dipanggil jadinya Aki, hihi..
aki-aki yah? Walaupun penampilanmu begitu standart
tetapi ada yang berbeda deh dengan diri kalian, entah
apa itu, kenapa kalian bisa dibilang sebagai cowok
idaman sebagai suami mungkin pacar juga bisa. Ah begitu susahnya mendekatimu, kenapa kau tidak
suka melihatku? Apakah tubuhku kurang bagus? Atau
wajahku ga bersih?lihat dong ke matsaya! Uh, mungkin
kamu lebih tertarik seperti para akhwat itu ya? Apasih
bagusnya? Pake jubah gede, siapa tau kulitnya ga
semulus saya dan mungkin bodynya ga sebagus saya. Tapi demi rasa penasaranku padamu, saya akan seperti
akhwat walaupun rasanya pasti panas banget pake
baju dan kerudung seguede itu. Saya juga ikut mengaji
kok, yah walaupun hanya mendengarkan sambil
chatting dengan hapeku dibelakang, paling enggak
dengerin mp3 or radio, kan ga ketahuan kalo pake headset. Akhirnya kamu mau juga berbicara denganku,
walaupun awalnya hanya dibalik kain pembatas ini,
dan akhirnya saya juga bisa berbicara walaupun kita
saling memunggungi, tapi sadarga akh? Kitakan hanya
ngobrol berdua? Walaupun saling memunggungi kita
hanya berdua saling berbicara. Kamu begitu tau kalau kaum wanita itu “lemah” maka kumanfaatkan kelemahanku untuk menarik
perhatianmu, saya minta nasihat dengamu, saling
mengingatkan sholat tahajud yach walaupun saya
males sholat. Saya kadang ga ngerti apa yang kamu
bicarakan tapi biarlah yang penting kamu selalu kasih
semangat ke saya. Wah ternyata, walaupun saya tidak bisa memamerkan
keindahan tubuhku, saya tahu bagaimana menarik
perhatian matamu, setiap ada acara bersama maka
saya akan menggunakan baju yang sangat cerah
seperti merah, pink dan yang pastinya ga warna gelap
deh, pasti kamu menyukainya, karena kalo kamu ga suka berarti kamu ga normal. Di internet, gimana yah, mungkin saya akan pajang
muksaya ku jamin kamu akan membayangkan diriku
disaat senggang, walaupun saya hanya
memperlihatkan matsaya saya tahu kalau cowok itu
pengkhayal tingkat tinggi, kamu pasti bisa
membayangkan bagaimana diriku. Kita sering chatting, saya selalu bertanya tentang
pribadimu dan pastinya kamupun akan bertanya
tentang diriku, tentang masalah kita, bahkan kamupun
tidak akan menolak bila kita chatting dengan webcam.
Kita sudah saling teleponan, smsan yang padahal ga
ada sangkut pautnya dengan yang kamu bilang dakwah. Sekarang saya menunggu khitbahmu, atau sayapun
berani mengajakmu ta’arufan. Dengan begitu kamu mau mengantarkanku pergi jauh keluar kota, saling
mengingatkan padahal teman sepengajianmupun tidak
kamu peringatkan. Sempurnalah kamu menjadi milikku,
dan saya yakin dipikiranmu hanya ada saya, saya dan
saya. Walaupun saya ga pernah pacaran seperti ini tapi tak
apalah ternyata kamu tetaplah seorang pria yang
normal, hanya mungkin sudut pandangmu sajalah yang
berbeda kamu tetaplah mudah tertarik dengan apa
yang kamu lihat, dan saya sudah berhasil berpacaran
dengamu walaupun dengan bentuk lain yang berbeda, hihi… dasar cowok! Bismillahirrahmanirrahiiim… Jikalau mengetahui bahwa lawan jenis merupakan
godaan terberat, maka jangan pernah mencoba untuk
membuat syaitan menjadikan indah perbuatanmu
terhadap sikap mu dan dirinya. Janganlah membuat
Kekasih Sejati yang Mencintaimu Cemburu, Karena Dia
dapat Cemburu, ketika seorang diri bermaksiat kepada di hadapanNya. Bertaubatlah, karena kekasihmu itu
Mencintai orang-orang yang bertaubat dan Mensucikan
diri.. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu
oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua
ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya
pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya
‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut- pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang
kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami
telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-
pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. Al-
Araaf:27

Ta'aruf Islami ( Tambahan Menuju Walimatul Ur'si)

Lalu bagaimanakah kiat-kita ta ’aruf Islami yang benar agar nantinya tercipta rumah tangga sakinah
mawaddah warohmah,yaitu : 1.Melakukan Istikharoh dengan sekhusyu-khusyunya
------------------------------------------------------------
Setelah ikhwan mendapatkan data dan foto, lakukanlah
istikharoh dengan sebaik-baiknya, agar Allah SWT
memberikan jawaban yang terbaik. Dalam melakukan
istikharoh ini, jangan ada kecenderungan dulu pada calon yang diberikan kepada kita. Tapi ikhlaskanlah
semua hasilnya pada Allah SWT. Luruskan niat kita,
bahwa kita menikah memang ingin benar-benar
membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah
warohmah. Seseorang biasanya mendapatkan sesuatu
sesuai dengan apa yang diniatkannya. 2.Menentukan Jadwal Pertemuan (ta’aruf Islami) Setelah Ikhwan melakukan istikharoh dan adanya
kemantapan hati, maka segerlah melaporkan pada
Ustadz, lalu Ustadz pun memberikan data dan foto
kepada Ustadzah (guru akhwat), dan memberikan data
dan foto ikhwan tersebut kepada Akhwat. Biasanya
akhwat yang memang sudah siap, Insya Allah setelah istikharoh juga segera melaporkan kepada
Ustadzahnya. Lalu segeralah atur jadwal pertemuan
ta’aruf tersebut. Bisa dilakukan di rumah Ustadzah akhwatnya. Memang idealnya kedua pembimbing juga
hadir, sebagai tanda kasih sayang dan perhatian
terhadap mutarabbi (murid-murid). Hendaknya jadwal
pertemuan disesuaikan waktunya, agar semua bisa
hadir, pilihlah hari Ahad, karena hari libur. 3.Gali pertanyaan sedalam-dalamnya
-------------------------------------------
Setelah bertemu, hendaknya didampingi Ustadz dan
Ustadzah, lalu saling bertanyalah sedalam-dalamnya,
ya bisa mulai dari data pribadi, keluarga, hobi, penyakit
yang diderita, visi dan misi tentang rumah tangga. Biasanya pada tahap ini, baik ikhwan maupun akhwat
agak malu-malu dan grogi, maklum tidak mengenal
sebelumnya. Tapi dengan berjalannya waktu, semua
akan menjadi cair. Peran pembimbing juga sangat
dibutuhkan untuk mencairkan suasana. Jadi tidak
terlihat kaku dan terlalu serius. Dibutuhkan jiwa humoris, santai namun tetap serius.Silakan baik ikhwan
maupun akhwat saling bertanya sedalam-dalamnya,
jangan sungkan-sungkan, pada tahap ini. Biasanya
pertanyaan-pertanyaan pun akan mengalir. 4.Menentukan waktu ta ’aruf dengan keluarga akhwat -------------------------------------------------------------
Setelah melakukan ta’aruf dan menggali pertanyaan- pertanyaan sedalam-dalamnya, dan pihak ikhwan
merasakan adanya kecocokan visi dan misi dengan
sang akhwat, maka ikhwan pun segera memutuskan
untuk melakukan ta ’aruf ke rumah akhwat, untuk berkenalan dengan keluarga besarnya. Ini pun sudah
diketahui oleh Ustadz maupun Ustadzah dari kedua
belah pihak. Jadi memang semua harus selalu
dikomunikasikan, agar nantinya hasilnya juga baik. Jangan berjalan sendiri. Sebaiknya ketika datang
bersilaturahim ke rumah akhwat, Ustadz pun
mendampingi ikhwan sebagai rasa sayang seorang
guru terhadap muridnya. Tetapi jika memang Ustadz
sangat sibuk dan ada da’wah yang tidak bisa ditinggalkan, bisa saja ikhwan didampingi oleh teman
pengajian lainnya. Namun ingat,ikhwan jangan datang
seorang diri, untuk menghindarkan fitnah dan untuk
membedakan dengan orang lain yang terkenal di
masyarakat dengan istilah
’ngapel’ (pacaran).Hendaknya waktu ideal untuk silaturahim ke rumah akhwat pada sore hari, biasanya
lebih santai. Tapi bisa saja diatur oleh kedua pihak,
kapan waktu yang paling tepat untuk silaturahim
tersebut. 5.Keluarga Ikhwan pun boleh mengundang silaturahim
akhwat ke rumahnya
-------------------------------------------------------------------------------
Dalam hal menikah tanpa pacaran, adalah wajar jika
orang tua ikhwan ingin mengenal calon menantunya
(akhwat). Maka sah-sah saja, jika orang tua ikhwan ingin berkenalan dengan akhwat (calon menantunya).
Sebaiknya ketika datang ke rumah ikhwan, akhwat pun
tidak sendirian, untuk menghindari terjadinya fitnah.
Dalam hal ini bisa saja akhwat ditemani Ustadzahnya
ataupun teman pengajiannya sebagai tanda perhatian
dan kasih sayang pada mutarabbi. 6.Menentukan Waktu Khitbah
---------------------------------
Setelah terjadinya silaturahim kedua belah pihak, dan
sudah ada kecocokan visi dan misi dari ikhwan dan
akhwat juga dengan keluarga besanya, maka jangalah
berlama-lama. Segeralah tentukan kapan waktu untuk mengkhitbah akhwat. Jarak waktu antara ta ’aruf dengan khitbah, sebaiknya tidak terlalu lama, karena
takut menimbulkan fitnah. 7.Tentukan waktu dan tempat pernikahan
------------------------------------------------
Pada prinsipnya semua hari dan bulan dalam Islam
adalah baik. Jadi hindarkanlah mencari tanggal dan
bulan baik, karena takut jatuh ke arah syirik. Lakukan
pernikahan sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW, yaitu sederhana, mengundang anak yatim,
memisahkan antara tamu pria dan wanita, pengantin
wanita tidak bertabarruj (berdandan),makanan dan
minuman juga tidak berlebihan. Semoga dengan menjalankan kiat-kiat ta ’aruf secara Islami di atas, Insya Allah akan terbentuk rumah tangga
yang sakinah mawaddah warohmah …yang menjadi dambaan setiap keluarga muslim baik di dunia maupun
di akhirat. Teriring doaku yang tulus kepada ikhwah dan akhwat
fillah yang akan melangsungkan pernikahan kuucapkan
”Baarokallahu laka wa baaroka ’alaika wajama’a bainakumaa fii khoirin.. Dan bagi sahabat-sahabatku yang belum menikah,
teriring doa yang tulus dari hatiku, semoga Allah SWT
memberikan jodoh yang terbaik untuk semua baik di
dunia maupun di akhirat..
Aamiin ya Robbal ’alamiin

Cintamu Tak Ku miliki Tapi Cintanya ku Raih

" Ukhti,kenapa menangis ?"Nina sahabat sekamarku
membelai jilbabku penuh tanya. " Dia memutuskan hubungan ta'aruf nya dengan
ku,karna merasa aku bukan yag terbaik buat dia." Aku
masih menangis tersedu. " Ikhlaskan saja ukhti,insya Allah nanti akan datang
ikhwan yang juga lebih baik dari dia" Nina mencoba
memotivasiku. " Sulit ukhti,aku sudah berharap besar padanya." " Aku tahu itu sulit,tapi bukan berarti ga bisa kan. Cinta
mu sudah berselimut nafsu,makanya sulit untukmu
melepasnya. Bila cintamu hanya bersandar
padaNya,orang yang belum halal bagimu tak akan
membuatmu bersedih belama-lama apalagi sampai
putus asa. Apa ukhti tak yakin dengan janji AllOh?? Dia bukan jodohmu,jangan sia-siakan air matamu demi
cinta yang belum halal" Sahabatku Nina mencoba mengingatkan ku dan
membuatku tersadar hanya cinta Nya yang harus ku
harapkan. Sahabat,Ingatlah cinta kepada makhluk hanya sebuah
aplikasi cinta kepadaNya,kepada Allah tentunya.
Jangan sampai kita tergolong orang-orang yang "Mabuk
Cinta" terhadap dunia dan isinya. Ketika cinta yang di wakili oleh syetan maka nafsulah
yang akan berbicara. Syetan lah yang akan membuat
kita berbuat maksiat atas nama cinta..Naudzubillah.. "Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-
rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi
setan menjadikan umat-umat itu memandang baik
perbuatan mereka (yang buruk), maka setan menjadi
pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab
yang sangat pedih" ( An Nahl 63 ) Sungguh syetanlah yang membuat kemaksiatan indah
di mata kita,dan kita dengan pasrahnya rela di butakan
syetan cinta dalam ketidak halalan. Cinta seperti inilah
yang membuatmu menangis berkepanjangan karna
cinta yang tidak halal. Singkirkanlah syetan cinta itu dalam hatimu ketika cinta
yang belum halal bagimu meninggalkanmu,gantikanlah
cintamu pada cinta Nya,cinta pada Allah Subhanahu Wa
Ta'ala,maka engkau akan di mudahkan untuk
mendapakan kekasih sejatimu. Karna Allah lebih
mengetahui yang lebih baik bagimu. Apabila kita mencintai sesuatu tentu kita akan selalu
mengingatnya,menyebut namanya,itu pun yang akan
kita lakukan ketika cinta yang tak kekal itu
meninggalkanmu,gantikan dengan menyebut dan
mengingat pada Sang Maha Pecinta Yang Kekal. Ladang cinta yang di sirami oleh cinta Nya tentu akan
terus subur dan tumbuh terus mejulang sehingga
jannahNya.. Subhanallah.. Sahabat,memang melupakan kekasih yang telah kita
taruh harapan besar padanya,tapi sungguh selalu
mengingatnya pun hanya akan menjauhkan kita pada
mengingatNya. Hanya dengan dekat dengaNya,dengan
Sang Pecinta Sejati,cinta palsu yang didukung syetan itu
akan hilang. Yakinlah,Allah akan terus dekat denganmu dan tak akan membiarkanmu hidup tanpaNya. Janganlah kau kejar cinta duniamu,tapi kejarlah cinta
akhiratmu. Maka cinta dunia akan mengikutimu saat
engkau mengejar akhirat. Biarkan ku kehilangan cinta yang tak halal
bagiku,tapiku kan mendapatkan yang jauh lebih indah.
Cinta pada Sang Maha Pecinta. Wallahu'alam bi Showwab.
(¯`v´¯) ♥♥♥•♥•♥ `·.¸.·´ ♥♥.........¸.·´ Semoga bermanfaat...
♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫ Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir Salam Ukhuwah fillah

Syari'at Islam Mengenai Cinta & Menikah Tanpa Cinta

Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita
kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang
bersumber dari fitrah yang diciptakan Allah
Subhanallahu wa Ta’ala di dalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah
mencapai kematangan pikiran dan fisiknya.
Sebagaimana Firman Allah Subhanallahu wa Ta ’ala, yang artinya:
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendir ,
supaya kamu cenderung dan merasa tentram
kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa
kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang
berfikir” (QS. Ar Rum: 21) Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang
kotor, karena kekotoran dan kesucian tergantung dari
bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada
bingkai yang kotor dan haram. Cinta mengandung
segala makna kasih sayang, keharmonisan,
penghargaan dan kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka
dan duka, lapang dan sempit. Cinta Adalah Fitrah Yang Suci
Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik
saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan
cinta bukan puncaknya.Dan sudah fitrah manusia untuk
menyukai keindahan.Tapi disamping keindahan bentuk
dan rupa harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik. Islam adalah agama fitrah karena itulah islam tidaklah
membelenggu perasaan manusia.Islam tidaklah
mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri
seorang manusia .Akan tetapi islam mengajarkan pada
manusia untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga ,
dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya. Islam mebersihkan dan mengarahkan perasaan cinta
dan mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad
nikah harus bersih dari persentuhan yang haram. Menikah Tanpa Cinta
Adakalanya sebuah pernikahan terjadi tanpa dilandasi
oleh cinta. Mereka berpendapat bahwa cinta itu bisa
muncul setelah pernikahan. Islam memandang bahwa
faktor ketertarikan merupakan faktor yang tidak bisa
diabaikan begitu saja.Islam melarang seorang wali menikahkan seorang gadis tanpa persetujuannya dan
menghalanginya untuk memilih lelaki yang disukainya
seperti yang termuat dalam Al Qur ’an dan Al Hadist Firman Allah Subhanallahu wa Ta ’ala, yang artinya: “Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin dengan bakal suaminya ” (QS. Al Baqarah: 232) “Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu , bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam , lalu ia memberitahukan bahwa ayahnya telah
menikahkannya padahal ia tidak suka , lalu Rasulullah
shalallahu ‘alahi wa sallam memberikan hak kepadanya untuk memilih ” (HR Abu Daud) Karena yang menjalani sebuah pernikahan adalah
kedua pasangan itu bukanlah wali mereka. Selain itu seorang yang hendak menikah hendaknyalah
melihat dahulu calon pasangannya seperti termuat
dalam hadist: “Apabila salah seorang dari kamu meminang seorang wanita maka tidaklah dosa atasnya
untuk melihatnya, jika melihatnya itu untuk meminang,
meskipun wanita itu tidak melihatnya ” (HR. Imam Ahmad) Memang benar dalam beberapa kasus, pasangan yang
menikah tanpa didasari cinta bisa mempertahankan
pernikahannya. Tapi apakah hal ini selalu terjadi,
bagaimana bila yang terjadi adalah sebuah neraka
pernikahan, kedua pasangan saling membenci dan
saling mencaci maki satu sama lain. Sebuah pernikahan dalam islam diharapkan dapat memayungi pasangan
itu untuk menikmati kehidupan yang penuh cinta dan
kasih sayang dengan mengikat diri dalam sebuah
perjanjian suci yang diberikan AllahSubhanallahu wa
Ta’ala. Karena itulah rasa cinta dan kasih sayang ini sudah sepantasnya merupakan hal yang harus
diperhatikan sebelum kedua pasangan mengikat diri
dalam pernikahan. Karena inilah salah satu kunci
kebahagian yang hakiki dalam mensikapi problematika
rumah tangga nantinya.

Suami Dan Istri Dalam Al- Qur'an

Bismillahirrohmanirrohim .... coretan untuk kita semua... Untuk mereka yang sudah memiliki arah...
Untuk mereka yang belum memiliki arah...
ataupun untuk mereka yang tidak memiliki arah.
Coretan ini untuk kita semuanya.
Semua yang menginginkan kebaikan... Ketahuilah, Nikah itu ibadah...
Ketahuilah, Nikah itu suci...
ingatlah itu... Memang nikah itu bisa karena harta,
bisa karena kecantikan,
bisa karena keturunan
dan bisa juga karena agama. Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun
kecantikan sebagai alasan...
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan...
Engkau akan mendapatkan kebahagiaan. Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena
cinta....
Namun...... jika cinta engkau jadikan sebagai landasan,
maka keluargamu akan rapuh,
akan mudah hancur. Jadikanlah "ALLAH" sebagai landasan...
Niscaya engkau akan selamat,
Tidak saja dunia, tapi juga akherat... Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan...
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan
tercapai. Wahai Fulan,
Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam
"istanamu"...
disambut istri ketika datang, dan dilayani segala
kebutuhan...
Jika ini kau lakukan, sekejap saja "istanamu" akan terguncang... Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw...
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu,
beralaskan sorban, hanya karena sang istri tercinta tak
mendengar kedatangannya. Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan
tersaji dihadapannya ketika lapar... Menjahit sendiri
bajunya yang robek... Wahai Fulanah,
Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam
"istanamu"...
Disayang, dimanja dan dilayani suami...
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu...
Jika itu engkau lakukan, "istanamu" akan menjadi neraka bagimu. Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu...
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu...
Jika itu engkau lakukan akan celaka... Engkau tidak akan dapat melihat perbedaan antara
yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah... Lihatlah bagaimana ALLAH menegur "Nabi"-mu tatakala
mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena
menuruti kemauan sang istri. Tegaslah terhadap istrimu...
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah...
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya...
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth...
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka
menjadi penentang... Istrimu bisa menjadi musuhmu... Wahai Fulan, didiklah istrimu...
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal
terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikanlah dia sebagai Maryam, wanita utama yang
bisa menjaga kehormatannya...
Jadikanlah dia sebagaiKhadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang suami Muhammad saw
menerima tugas risalah..... Wahai Fulan,
Istrimu adalah tanggung jawabmu...
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah...
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah...
Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam...
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu... Wahai Fulanah,
Jika engkau menjadi istri...
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu...
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah...
Siapkanlah dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia
terhadap tugas suami..... Siapkanlah dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa
menjaga kehormatannya....
Siapkanlah dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa
yang bisa mendampingi suami menjalankan misi. Wahai Fulanah,
Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu...
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu...
Jika itu kau lakukan... Kecintaannya terhadapmu akan
memaksanya menjadi pendurhaka...
jangan... Wahai Fulan,
Jika engkau menjadi Bapak...
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah...
Ajaklah mereka taat kepada Allah...
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti...
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat...
Tapi jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan'an
yang durhaka. Mohonlah kepada Allah...
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang
shalih...
Anak yang bisa membawa kebahagiaan, dunia dan
akhirat. Wahai Fulanah,
Jika engkau menjadi ibu...
Jadilah engkau ibu yang bijak, ibu yang teduh...
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu...
Jadikanlah mereka mujahid...
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah... Jangan biarkan mereka bermanja-manja, hingga terikat
jerat dunia...

Etika Terhadap Suami Istri

Orang Muslim meyakini adanya etika timbal balik
antara suami dan istri, dan etika tersebut adalah hak
atas pasangannya yang lain berdasarkan dalil-dalil
berikut,
Firman Allah Ta ‘ala, "Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang
dengan kewajibannya menurut cara yang baik, akan
tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan
dari isterinya. Dan Allah Maha perkasa lagi Maha
bijaksana." (Al-Baqarah: 228). Ayat yang mulia di atas menegaskan, bahwa setiap
suami-istri mempunyai hak atas pasangannya, dan
suami (laki-laki) diberi tambahan derajat atas wanita
(istri) karena alasan-alasan khusus. Sabda Rasulullah saw. di Haji Wada',
"Ketahuilah, bahwa kalian mempunyai hak-hak atas
wanita-wanita (istri-istri) kalian, dan sesungguhnya
wanita-wanita (istri-istri) kalian mempunyai hak-hak
atas kalian."
(Diriwayatkan para pemilik Sunan dan At-Tirmidzi men- shahih-kan hadits ini). ============================================
Hak-hak ini, sebagian sama di antara suami-istri dan
sebagiannya tidak sama. Hak-hak yang sama di antara
suarni-istri adalah sebagian berikut:
============================================ 1. Amanah
--------------
Masing-masing suami-istri harus bersikap amanah
terhadap pasangannya, dan tidak mengkhianatinya
sedikit atau banyak, karena suami istri adalah laksana
dua mitra di mana pada keduanya harus ada sifat amanah, saling menasihati, jujur, dan ikhlas dalam
semua urusan pribadi keduanya, dan urusan umum
keduanya. 2. Cinta kasih
-----------------
Artinya, masing-masing suami-istri harus memberikan
cinta kasih yang tulus kepada pasangannya sepanjang
hidupnya karena firman Allah Ta ‘ala, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia
menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian
sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih
dan sayang." (Ar-Ruum: 21). Dan karena sabda Rasulullah saw.,
"Barangsiapa tidak menyayangi ia tidak akan
disayangi."
(HR Ath-Thabrani dengan sanad yang baik). 3. Saling percaya
---------------------
Artinya masing-masing suami-istri harus mempercayai
pasangannya, dan tidak boleh meragukan
kejujurannya, nasihatnya, dan keikhlasannya, karena
firman Allah Ta‘ala, "Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah
bersaudara."
(Al Hujurat: 10). Dan karena sabda Rasulullah saw.,
"Salah seorang dan kalian tidak beriman hingga ia
mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai
dirinya sendiri."
(HR Bukhari, Muslim, dan lain-lain). Ikatan suami-istri itu memperkuat, dan mengokohkan
ikatan (ukhuwwah) iman. Dengan cara seperti itu, masing-masing suami-istri
merasa, bahwa dirinya adalah pribadi pasangannya.
Oleh karena itu, bagaimana ia tidak mempercayai
dirinya sendiri, dan tidak menasihatinya? Atau
bagaimana seseorang itu kok menipu dirinya sendiri,
dan memperdayainya? 4. Etika umum,
-------------------
seperti lemah lembut dalam pergaulan sehari-hari,
wajah yang berseri-seri, ucapan yang baik,
penghargaan, dan penghormatan. Itulah pergaulan baik
yang diperintahkan Allah Ta ‘ala dalam firman-Nya, "Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang
baik."
(An-Nisa': 19). Itulah perlakuan baik yang diperintahkan Rasulullah
saw. dalam sabdanya, "Perlakukan wanita dengan
baik." (HR Muslim). Inilah sebagian hak-hak bersama antar suami-istri, dan
masing-masing dan keduanya harus memberikan hak-
hak tersebut kepada pasangannya untuk merealisir
perjanjian kuat yang diisyaratkan firman Allah Ta ‘ala, "Bagaimana kalian akan mengambilnya kembali,
padahal sebagian kalian telah bergaul (bercampur)
dengan yang lain sebagai suami istri. Dan mereka (istri-
istri) telah mengambil dari kalian penjanjian yang
kuat." (An-Nisa': 21). Dan karena taat kepada Allah Ta ‘ala yang berfirman, "Dan janganlah kalian melupakan keutamaan di antara
kalian, Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa
yang kalian kerjakan." (A1-Baqarah: 237). Adapun hak-hak khusus, dan etika-etika yang harus
dikerjakan masing-masing suami-istri terhadap
pasangannya adalah sebagai berikut: ================
Hak-hak Istri atas Suami
================ Terhadap istrinya, seorang suami harus menjalankan
etika-etika berikut ini:
============================================= 1. Memperlakukannya dengan baik karena dalil-dalil
berikut:
---------------------------------------------------------------------- Firman Allah Ta‘ala, "Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang
baik." (An-Nisa': 19). Ia memberi istrinya makan jika ia makan, memberinya
pakaian jika ia berpakaian, dan mendidiknya jika ia
khawatir istrinya membangkang seperti diperintahkan
Allah Ta‘ala kepadanya dengan menasihatinya tanpa mencaci-maki atau menjelek-jelekkannya. Jika istri
tidak taat kepadanya, ia pisah ranjang dengannya. Jika
istri tetap tidak taat, ia berhak memukul dengan
pukulan yang tidak melukainya, tidak mengucurkan
darah, tidak meninggalkan luka, dan membuat salah
satu organ tubuhnya tidak dapat menjalankan tugasnya, karena firman Allah Ta ‘ala, "Wanita-wanita yang kalian khawatirkan nusyuznya
(pembangkangannya), maka nasihatilah mereka dan
pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan
pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaati
kalian, maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk
menyusahkan mereka." (An-Nisa': 34). Sabda Rasulullah saw. kepada orang yang bertanya
kepada beliau tentang hak istri atas dirinya,
"Hendaknya engkau memberinya makan jika engkau
makan, engkau memberinya pakaian jika engkau
berpakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menjelek-
jelekkannya, dan tidak mendiamkannya kecuali di dalam rumah." (HR Abu Daud dengan sanad yang baik). Sabda Rasulullah saw., "Ketahuilah bahwa hak-hak
wanita-wanita atas kalian ialah hendaknya kalian
berbuat baik kepada mereka dengan memberi mereka
makan dan pakaian." Sabda Rasulullah saw., "Laki-laki Mukmin tidak boleh
membenci wanita Mukminah. Jika ia membenci sesuatu
pada pisiknya, ia menyenangi lainnya." (HR Muslim dan
Ahmad). 2. Mengajarkan persoalan-persoalan yang urgen dalam
agama
--------------------------------------------------------------------------
kepada istri jika belum mengetahuinya, atau
mengizinkannya menghadiri forum-forum ilmiah untuk
belajar di dalamnya. Sebab, kebutuhan untuk memperbaiki kualitas agama, dan menyucikan jiwanya
itu tidak lebih sedikit dan kebutuhannya terhadap
makanan, dan minuman yang wajib diberikan
kepadanya. Itu semua berdasarkan dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta‘ala, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api
neraka." (At-Tahrim: 6). Wanita termasuk bagian dan keluarga laki-laki, dan
penjagaan dirinya dan api neraka ialah dengan iman,
dan amal shalih. Amal shalih harus berdasarkan ilmu,
dan pengetahuan sehingga ia bisa mengerjakannya
seperti yang diperintahkan syariat. Sabda Rasulullah saw., "Ketahuilah, hendaklah kalian
memperlakukan wanita-wanita dengan baik, karena
mereka adalah ibarat tawanan-tawanan pada
kalian." (Muttafaq Alaih). Di antara perlakuan yang baik terhadap istri ialah
mengajarkan sesuatu yang bisa memperbaiki kualitas
agamanya, menjamin bisa istiqamah (konsisten) dan
urusannya menjadi baik. 3. Mewajibkan istri melaksanakan ajaran-ajaran Islam
beserta etika-etikanya,
-------------------------------------------------------------------------------
melarangnya buka aurat dan berhubungan bebas
(ikhtilath) dengan laki-laki yang bukan muhrimnya,
memberikan perlindungan yang memadai kepadanya dengan tidak mengizinkannya merusak akhlak atau
agamanya, dan tidak membuka kesempatan baginya
untuk menjadi wanita fasik terhadap perintah Allah
Ta‘ala dan Rasul-Nya, atau berbuat dosa, sebab ia adalah penanggung jawab tentang istrinya dan
diperintahkan menjaganya, dan mengayominya,
berdasarkan firman Allah Ta ‘ala, "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita." (An-Nisa' 34). Dan berdasarkan sabda Rasulullah saw., "Seorang
suami adalah pemimpin di rumahnya, dan ia akan
diminta pertanggungan jawab tentang
kepemimpinannya." (Muttafaq Alaih). 4. Berlaku adil terhadap istrinya dan terhadap istri-
istrinya yang lain,
------------------------------------------------------------------------------
jika ia mempunyai istri lebih dan satu. Ia berbuat adil
terhadap mereka dalam makanan, minuman, pakaian,
rumah, dan tidur di ranjang. Ia tidak boleh bersikap curang dalam hal-hal tersebut, atau bertindak zhalim,
karena ini diharamkan Allah Ta ‘ala dalam firman-Nya, "Kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku
adil, maka kawinilah) seorang saja, atau budak-budak
wanita yang kalian miliki." (An-Nisa': 3). Rasulullah saw. mewasiatkan perlakuan yang baik
terhadap istri-istri dalam sabdanya, "Orang terbaik dan
kalian ialah orang yang paling baik terhadap
keluarganya, dan aku orang terbaik dan kalian
terhadap keluarganya." (HR Ath-Thabrani dengan sanad
yang baik). 5. Tidak membuka rahasia istrinya dan tidak
membeberkan aibnya,
------------------------------------------------------------------------------
sebab ia orang yang diberi kepercayaan terhadapnya,
dituntut menjaga, dan melindunginya. Rasulullah saw. bersabda,
"Sesungguhnya manusia yang paling jelek
kedudukannya di sisi Allah ialah suami yang menggauli
istrinya, dan istrinya bergaul dengannya, kemudian ia
membeberkan rahasia hubungan suami-istri
tersebut." (Diriwayatkan Muslim). ==================
Hak-hak Suami atas Istri
================== Terhadap suaminya, seorang istri harus menjalankan
etika-etika berikut ini:
============================================= 1. Taat kepadanya selama tidak dalam kemaksiatan
kepada Allah Ta ‘ala, karena dalil-dalil berikut: ------------------------------------------------------------------------------- Firman Allah Ta‘ala, "Kemudian jika mereka mentaati kalian, maka
janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan
mereka." (An-Nisa': 34). Sabda Rasulullah saw.,
"Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur,
kemudian istrinya tidak datang kepadanya, dan
suaminya pun marah kepadanya pada malam itu, maka
istrinya dilaknat para malaikat hingga pagi
harinya." (Muttafaq Alaih). "Seandainya aku suruh seseorang untuk sujud kepada
orang lain, maka aku suruh seorang istri sujud kepada
suaminya." (HR Abu Daud dan Al-Hakim. At-Tirmidzi
meng-shahih-kan hadits mi). 2. Menjaga kehormatan suaminya, kemuliaanya,
hartanya, anak-anaknya, dan urusan rumah tangga
lainnya, karena dalil-dalil berikut:
------------------------------------------------------------------------------- Firman Allah Ta'ala, "Maka wanita-wanita yang shalihah
ialah wanita-wanita yang taat kepada Allah lagi
memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena
Allah telah memelihara (mereka)." (An-Nisa': 34). Sabda Rasulullah saw., "Seoranq istri adalah pemimpin
di rumah suaminya, dan anaknya." (Muttafaq Alaih). Sabda Rasulullah saw., "Maka hak kalian atas istri-istri
kalian ialah hendaknya orang-orang yang kalian benci
tidak boleh menginjak ranjang-ranjang kalian, dan
mereka tidak boleh memberi izin masuk ke rumah
kepada orang orang yang tidak kalian sukai." (HR At-
Tirmidzi dan Ibnu Majah). 3. Tetap berada di rumah suami,
--------------------------------------
dalam arti, tidak keluar kecuali atas izin dan
keridhaannya, menahan pandangan dan merendahkan
suaranya, menjaga tangannya dari kejahatan, dan
menjaga mulutnya dari perkataan kotor yang bisa melukai kedua orang tua suaminya, atau sanak
keluarganya, karena dalil-dalil berikut: Firman Allah Ta‘ala, "Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kamu berhias dan
bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang
dahulu." (Al-Ahzab: 33). "Maka janganlah kalian tunduk dalam berbicara
sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit
dalam hatinya." (Al-Ahzab: 32). "Allah tidak menyukai ucapan buruk." (An-Nisa': 148). "Katakanlah kepada wanita-wanita beriman,
‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah
mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang
(biasa) nampak daripadanya'." (An-Nuur: 31). Sabda Rasulullah saw., "Wanita (istri) terbaik ialah jika
engkau melihat kepadanya, ia menyenangkanmu. Jika
engkau menyuruhnya, ia taat kepadamu. Jika engkau
pergi darinya, ia menjagamu dengan menjaga dirinya
dan menjaga hartamu." (HR Muslim dan Ahmad). Sabda Rasulullah saw., "Kalian jangan melarang wanita-
wanita hamba-hamba Allah untuk pergi ke masjid-
masjid Allah. Jika istri salah seorang dari kalian
meminta izin kepada kalian untuk pergi ke masjid,
engkau jangan melarangnya." (HR Muslim, Ahmad, Abu
Daud, dan At Tirmidzi). Sabda Rasulullah saw.,
"Izinkan wanita-wanita pergi ke masjid pada malam
hari.

" Abu Bakr Jabir al-Jazairi

Sumber:
Diadaptasi dari Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Minhaajul
Muslim, atau Ensiklopedi Muslim: Minhajul Muslim, terj.
Fadhli Bahri (Darul Falah, 2002), hlm. 138-145.

Kita Bahagia Bila...

==================
KITA BAHAGIA BILA........
==================



Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata. Untuk
menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti.Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati.
Untuk menyadari, betapa ia dicintai. Manusia bisa
bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa
mencintainya dengan tulus.



Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati,
berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa
untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau
menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri,
tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa
saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha
meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah. Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak
diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi
sendiri.



Memilih teman dan mencari-cari, padahal di
depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki
segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang
paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan. Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan
no. satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain,
dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain. Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jikalau
berharap dari orang lain, siaplah ditinggalkan, siaplah
dikhianati.



Kita akan bahagia bila bisa menerima diri
apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri,
mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.


Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah
kepadanya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik
sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati, Ia akan
memberi kita di saat yang tepat apa yang kita
butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok
hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.

10 Sikap agar menjadi pribadi yang lebih baik

1. Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai
sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan
membuat orang lain merasa aman dan dihargai
karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi.
Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan
atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi
dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu,
ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa
merugikan diri sendiri.

2. Rendah Hati
Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan,
kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan.
Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap
rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi
semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia
bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan
membuat orang yang di bawahnya tidak merasa
minder.

3. Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat
tinggi harganya. Orang yg setia selalu bisa dipercaya
dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya
komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka
berkhianat.

4. Bersikap Positif
Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat
segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam
situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka
membicarakan kebaikan daripada keburukan orang
lain, lebih suka bicara mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada
frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb. 5. Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen
ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi
wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria
adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka
mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga
dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur
dan mendorong semangat orang lain.

6. Bertanggung Jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan
kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau
melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya.
Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari
kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan
menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya
sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang
dialami dan dirasakannya.

7. Kepercayaan Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang
menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai
dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang
percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan
lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan
seseorang memaafkan orang lain. Orang yang
berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh
rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi
masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan
dan keputusasaan.

9. Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan.
Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil.
Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah
besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak
mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang
berada di luar kontrolnya.

10. Empaty
Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang
yg berempati bukan saja pendengar yang baik tapi
juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain.
Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar
terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia
selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain. ————————————————————————————————

Jadi, sudahkah kita memiliki beberapa di antaranya??

Cinta yang halal untuk seorang teman

Assalamualaykum.. Sebenernya notes ini aku buat karna kemarin seorang
teman bertanya,
"katanya mereka ingin cinta yang halal, apa cinta bisa
dimakan? Apa kenyang ???" Ehmm,,
sebelumnya maaf kalo misalkan pendapatku ini
berbeda dengan kalian semua.. Cinta memang nggak bisa dimakan,
karna cinta bukanlah makanan,
tapi cinta, pengaplikasiannya, akan berdampak ke
tubuh kita, nggak cuma ke jiwa, Cinta yang haram akan mendatangkan mudharat,
karna nggak teraplikasikan dengan semestinya,
sedangkan cinta yang halal insyaAllah akan
membawa pengaruh yang baik,
sebaik kita merawat cinta. Mari belajar lebih benar tentang cinta..
cinta adalah sebuah potensi yang dapat
mendatangkan kebaikan ataupun sebaliknya..
cinta adalah fitrah yang ditiupkan Allah kepada setiap
makhluk-Nya,
sebagai satu dari sekian banyak tanda kekuasaan- Nya.. dengan cinta manusia dapat memperlakukan dirinya
dan hal-hal yang dicintainya dengan perlakuan hina
maupun mulia, itu semua tergantung manusianya.. adalah cinta bila seseorang menjadi merdeka
karenanya,
dan bukan cinta bila kita justru terjajah karenanya Cinta adalah sebuah kebijaksanaan, penghormatan,
dan penghargaan terhadap martabat orang lain,
dan juga sebagai sebuah rasa yang mengisi kepekaan
kita terhadap orang lain.. Cinta yang halal adalah yang nggak merugikan orang
lain,,
yang pengekspresiannya dengan penjagaan yang
ekstra hati-hati,, Cinta-cinta "kecil" yang dititipkan Sang Maha Pemilik
Cinta di dunia ini hanyalah sebuah ujian bagi
pemahaman kita terhadap hakikat cinta yang
sebenarnya.. Cinta yang haram adalah yang membebani pikiran,
yang menyebabkan kemanjaan ketakbertemuan,
yang membuat hati merasa begitu takut kehilangan,
yang menjadikan diri ragu tuk bertanggung jawab,
dan membutakan mata manusia dengan sesuatu
yang indah memesona namun kosong belaka.. bila makanan yang halal adalah yang tak merugikan
diri sendiri serta diridhai Allah karna kebaikannya,
maka cinta yang halal adalah yang tak merugikan
pihak manapun serta diridhai Allah karna sesuai
jalan-Nya.. cinta itu fitrah dari Allah dan sudah semestinya
dijunjung tinggi kesuciannya hingga sebuah hubungan
yang diridhai-Nya,
bukan hanya dengan rayuan-rayuan menggelikan,
karna Allah telah mencintai kita dengan sebuah akad
yang jelas dan ikrar yang kuat.. :D aku sendiri masih awam tentang masalah cinta,
sehingga hanya bisa menjawab dengan rangkaian
kata tak jelas ini,
untuk seorang teman itu, silahkan dikritik jika jawaban ini masih kurang berkenan..

Rabu, 27 April 2011

Ikatlah Ilmu Dengan Tulisan

Assalamu’alikum wr. wb Alhamdulillah setelah beberapa lama aktivitas kami jauh dari dunia maya karena kesibukan dan tuntutan akademik serta tugas yang kami emban akhirnya kami pun mampu kembali dengan motivasi baru. Dengan wajah yang lebih meriah karena bimbingan sang pembawa risalah akhirnya blog ini bisa kami semarakkan lagi.kami berharap bisa memanfaatkannya sebagai wadah pendewasaan diri dan gali potensi. Dalam sebuah komunitas blog yang pernah kami ikuti
kami teringat dengan kalimat singkat bermuatan nilai
yang teramat padat yaitu IKATLAH ILMU DENGAN TULISAN. Kalimat ini luar biasa bagi kami seorang pembelajar karena fakta dunia masyarakat
kita khususnya Indonesia budaya baca dan Tulis
seakan tabu. Rating membaca dan menulis sangat
rendah bila dibandingkan dengan negara-negara
maju di dunia. George Walker Bush yang biasa kita
sebut JOS BUS tiap minggu bisa menyelesaikan 7 buku. Bagaimanakah dengan kita … ?? bukan kah perintah Iqra’ (bacalah) adalah ayat Alqur ’an yang pertama kali turun. Ternyata kita hanya bisa
memaknai secara tekstual tidak secara kontekstual. Gerbang ilmu adalah membaca kemudian setelah kita mendapatkan ilmu ikatlah dengan tulisan.Hadist nabi pun telah menjelaskan “bila ingin mendapatkan dunia raihlah dengan ilmu, bila ingin mendapatkan akhirat raihlah dengan ilmu dan bila ingin mendapatkan keduanya raihlah dengan ilmu pula”. Ini adalah sesuatu yang linier dan berkesinambungan untuk menjadikan orang cerdas secara teoritis dan analitis. Ada pepatah arab tertulis “al ilmu bila ‘amalin kasajari bila tsamalin” (maaf kalau aa yang salah). Maksudnya kurang lebih yaitu ILMU YANG TIDAK DIAMALKAN BAGAIKAN POHON YANG TIDAK BERBUAH. Inginkah anda menjadi orang yang dangkal pemikiran ? ….dangkal kecerdasan emosional ? Sebagian besar orang2 di akhir zaman suka dengan
hedonisme. Sesuatu yang bersifat
menyenagkan,hura-hura,foya-foya dan segala
bentuknya. Lebih mendahulukan membahas hal-hal
yang tak begitu penting ketimbang permasalahan-
permasalah faktual. Bergur au berlebihan sehingga lupa akan kewajiban.
Berdiskusi tentang kenikmatan dunia tanpa
mensyukurinnya. Yang intinya hanya ada 3 pangkal
HARTA TAHTA dan WANITA. Ingatlah di depan sana
jauh lebih sulit tantangan kita.Sebagai bahan
interopeksi diri pernahkah kita mentarget : 1. Saya harus lulus Sarjana tepat waktu
2. Saya harus bisa melanjutkan ke S2 S3 dst..
3. Saya Harus bisa naik Haji
3. Saya harus punya program pribadi untuk
pengabdian masyarakat Jangan pernah merasa kecil meski anda berangkat dari orang-orang biasa. Keteguhan percaya diri dan ketegasan dalam menatap masa depan sebagai modal awal. Sering kami utarakan bahwa Fakta berawal dari mimpi tubuh menjadi motivasi berkembang menjadi inspirasi bangkit menjadi jati diri. Mulailah dari hal-hal sederhana abadikan pemikiran anda dengan tulisan. Bacalah dinamika kehidupan.. Kesalahan pola pikir kita adalah bila ingin melakukan suatu hal adalah “kalau ada waktu luang”. Kalau ada waktu luang kami persilakan mampir ke rumah.. kalau ada waktu luang mari ikut ngaji ”..dst.. Yang tepat sebenarnya ada upaya untuk meluangkan waktu dalam melakukan sesuatu. Saya akan meluangkan waktu untuk ngaji.. saya akan meluangkan waktu untuk menulis.. saya akan meluangkan waktu untuk membaca. Ingat jangan terjebak dengan kenikmatan dunia seolah-olah kita tak ada waktu luang tapi kitalah yang
harus meluangkan waktu. Tengok saja anak zaman sekarang akan lebih suka dengan melancong,pesta,kencan,hura-hura. Refreshing perlu namun bukan untuk kegiatan pokok. Hanya orang- orang yang tangguh yang mampu mengatur dirinya sendiri. Dunia tak kan lari kemana HARTA TAHTA DAN WANITA AKAN KITA DAPATKAN dengan sedirinya bila kualitas kita nyata. Jadilah orang pilihan maka anda akan punya power dan bisa dengan mudah menentukan. “saya bisa pilih kamu”. Bila tak mau itu urusan kamu,masih banyak pilihan lain yang lebih bisa bertanggungjawab dan mapan secara emosional,kecerdasan,dan kedewasaan”. Itulah bahasa orang yang punya power kata-kata bijak kali ini … “Apa yang tak mampu membunuhku, hanya akan membuatku lebih kuat” (Nietzsche) Semoga sukses !!! Wallahu ‘alam bissawwab.. Wassalamu’alikum wr.wb

Aku Mencintaimu Karena Alloh

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? ketika kita menangis? Ketika kita membayangkan? Ini karena hal terindah di dunia tidak terlihat. Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keunikan serupa yang dinamakan Cinta. Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,tapi melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru, kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah dan tengah mencari, dan mereka yang telah mencoba. Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka. Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya, adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia. Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata, “Aku turut berbahagia untukmu”. Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi, kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati kamu tidak perlu mati bersama cinta itu. Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada, cintamu akan tetap dihatinya, sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup yang telah kau buat. Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata, “Aku lupa..”. Menunggu selamanya ketika kamu berkata, “Tunggu sebentar”. Tetap tinggal ketika kamu berkata, “tinggalkan aku sendiri”. Membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan belum berkata, “bolehkah saya masuk?” Mencintai juga bukanlah bagaimana kamu melupakan dia bila ia berbuat kesalahan, melainkan bagaimana kamu memaafkan. Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti, bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasa, bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan. Lebih menyakitkan menangis dalam hati dari pada menangis tersedu atau mengadu, air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka dihatimu yang tidak akan pernah hilang. Sayang dalam cinta, kita sangat jarang peduli, tapi ketika cinta itu tulus, meskipun kau acuhkan, cinta tetap mulia, dan kamu seharusnya berbahagia, hatimu dapat mencintai seseorang yang kau sayang. Mungkin akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya. KADANG KALA , ORANG YANG PALING MENCINTAIMU ADALAH ORANG YANG
TAK PERNAH MENYATAKAN CINTA PADAMU ,KARENA IA TAKUT KAU BERPALING DAN MEMBERI JARAK , DAN BILA SUATU SAAT IA PERGI , KAU AKAN MENYADARI IA ADALAH CINTA YANG TIDAK KAMU SADARI

Peradaban Mesir kuno

Mesir Kuno adalah suatu peradaban kuno di bagian timur laut Afrika. Peradaban ini terpusat sepanjang pertengahan hingga hilir Sungai Nil yang mencapai kejayaannya pada sekitar abad ke-2 SM, pada masa yang disebut sebagai periode Kerajaan Baru. Daerahnya mencakup wilayah Delta Nil di utara, hingga Jebel Barkal di Katarak Keempat Nil. Pada beberapa zaman tertentu, peradaban Mesir meluas hingga bagian selatan Levant, Gurun Timur, pesisir pantai Laut Merah, Semenajung Sinai, serta Gurun Barat (terpusat pada beberapa oasis). Peradaban Mesir Kuno berkembang selama kurang lebih tiga setengah abad. Dimulai dengan unifikasi awal kelompok-kelompok yang ada di Lembah Nil sekitar 3150 SM, peradaban ini secara tradisional dianggap berakhir pada sekitar 31 SM, sewaktu Kekaisaran Romawi awal menaklukkan dan menyerap wilayah Mesir Ptolemi sebagai bagian provinsi Romawi. Walaupun hal ini bukanlah pendudukan asing pertama terhadap Mesir, periode kekuasaan Romawi menimbulkan suatu perubahan politik dan agama secara bertahap di Lembah Nil, yang secara efektif menandai berakhirnya perkembangan peradaban independen Mesir. Peradaban Mesir Kuno didasari atas kontrol keseimbangan yang baik antara sumber daya alam dan manusia, ditandai terutama oleh irigasi teratur terhadap Lembah Nil; eksploitasi mineral dari lembah dan wilayah gurun di sekitarnya; perkembangan awal sistem tulisan dan literatur independen; organisasi proyek kolektif; perdagangan dengan wilayah Afrika timur dan tengah serta Mediterania timur; serta aktivitas militer yang menunjukkan karakteristik kuat hegemoni kerajaan dan dominasi wilayah terhadap kebudayaan tetangga pada beberapa periode berbeda. Pengelolaan kegiatan-kegiatan ini dilakukan oleh elit sosial, politik, dan ekonomi yang mencapai konsensus sosial melalui sistem yang rumit didasari kepercayaan agama di bawah sosok penguasa setengah dewa (semi-divine), yang biasanya laki-laki, melalui suatu suksesi dinasti penguasa yang dikenal oleh dunia luas sebagai kepercayaan politeisme. Tentang peta Mesir Kuno. Bagian selatan Mesir mereka sebut Mesir baru. Bagian Utara Mesir mereka sebut Mesir lama. Di Mesir baru ada lembah para raja, tempat Kuburan Tuthankhamen. Di Mesir lama, ada Giza, tempat piramida paling besar. Di Mesir, tentu saja ada Dewa dan Dewi. Salah satunya adalah Dewa Osiris, dewa kematian. Dewa-dewa lainnya adalah Isis, Tawaret, Thoth, Sebek, Nut, Amun- Ra, dan masih banyak lagi! Tahukah kamu, bahwa Orang Mesir Kuno menyembah kurang lebih 2.000 dewa dan dewi. Wisata Mesir Dengan peradaban yang telah dimulai sejak sekitar 7000 tahun yang lampau, Mesir menempatkan dirinya dalam urutan atas negara-negara tujuan wisata dunia. Hal ini tidak aneh, apalagi Pyramid dan Sphinx (salah satu dari tujuh keajaiban dunia) sudah ribuan tahun sebelum Masehi berdiri kokoh menjadi saksi bisu lahirnya peristiwa-peristiwa bersejarah di lembah Nil. Jangan pula heran bila anda melangkah di negara ini, setiap jengkal tanah yang dipijak akan mengisahkan peristiwa sejarah tersendiri, begitulah kira-kira. Seakan-akan kita sedang berjalan menelusuri sebuah museum raksasa yang menyimpan ribuan peninggalan sejarah berbagai peradaban, mulai dari Mesir Kuno (coptic), Fir'aun (pharaoh), Yunani (Hellenisme), romawi hingga peradaban Islam yang pernah ada dan berkembang di negeri Ardhul Kinanah ini. Drama sejarahnya dimulai ketika menjelang tahun 3400 SM. Kala itu di Mesir timbul revolusi kebudadyaan yang merupakan titik-tolak kemajuan zaman, yaitu dimulainya budaya bercocok tanam. Sehingga sifat nomaden berubah menjadi sikap menetap, lalu terbentuklah masyarakat baru. Setelah kian berkembang akhirnya tersusun kerajaan- kerajaan kecil. Menjelang tahun 3000 SM. kerajaan kecil itu terkelompok menjadi dua kertajaan besar, yaitu Mesir Hulu di daerah Selatan dengan ibukota Thebes (kini Luxor) dan Mesir Jilir di bagian Utara dengan ibukota Memphis. Bahkan, selanjutnya raja Mesir Hilir yang bernama Menes bisa menyatukan dua kerajaan tersebut, dan ditetapkanlah Memphis sebagai ibukota. Usaha Menes rupanya tak cuma itu, pada zamannya pula berhasil diciptakan jenis huruf atau lambang Hieroglyphics. Rangkaian sejarah ini sejalan dengan ungkapan bangsa Yunani yang menyebut Memphis untuk sebuah nama ibukota Mesir Kuno (2615-1990 SM.), terletak di dekat Sakkara. Kerajaan awal dari dinasti pertama didirikan di kota ini, dan disitu juga banyak kuburan para pemamgku dinasti pertama (3200 SM.) maupun kuburan hampir semua raja dinasti kedua. Sememnjak berdirinya kerajaan baru (1570-332 SM.), ibukota Mesir Kuno lalu berpindah dari Memphis ke Thebes. Meskipun administrasinya dijalankan di Tehbes, tapi kebanyakan pegawai pemerintahan tetap tinggal di Memphis dan dikuburkan di Sakkara. sakkara itu sendiri dibangun untuk raja Zoser dari dinasti ke-3. Seorang budayawan bernama Champollion yang mengikuti ekspedisi Napolen Bonaparte ketika menduduki Mesir tahun 1798 berusaha menyelidiki sebuah batu bertulis (prasasti) yang ditemukan di kampung Rasyid (belakang dikenal dengan Rosetta Stone). Prasasti tersebut memuat dekrit Ptolomeus V dari Yunani, tahun 320 SM. Dekrit itu terdiri atas tiga tulisan, yaitu: Hieroglyphics, Demotic, dan Coptic yang merupakan terjemahan antara satu sama lainnya. Dalam penyelidikan Champollion selama puluhan tahun atas prasasti itu, terbacalah nama Ptolemy dan Cleopatra. Sejak saat itu huruf Hieroglyphics dapat dibaca, dan tersingkaplah rahasia sejarah Mesir Kuno. Hingga tahun 332 SM. atau selama 2.250 tahun, Mesir Kuno telah diperintah oleh 330 Fir'aun yang terbagi menjadi 31 dinasti. Setelah itu datang Iskandar Agung,
Romawi, Yunani, dan Islam yang dibawa oleh panglima 'Amru bin 'Ash pada tahun 641 M.

Selasa, 26 April 2011

Kisah Sahabat Nabi, Bilal bin Rabah si Pengumandang adzan bersuara emas

Bilal bin Rabah, salah seorang sahabat dekat
Rasulullah. Seperti yang kita tahu, Bilal adalah seorang
keturunan Afrika, Habasyah tepatnya. Kini Habasyah
biasa kita sebut dengan Ethiopia. Seperti penampilan
orang Afrika pada umumnya, hitam, tinggi dan besar,
begitulah Bilal. Pada mulanya, ia adalah budak seorang bangsawan Makkah, Umayyah bin Khalaf.
Meski Bilal adalah lelaki dengan kulit hitam pekat,
namun hatinya, insya Allah bak kapas yang tak
bernoda. Itulah sebabnya, ia sangat mudah menerima
hidayah saat Rasulullah berdakwah.
Meski ia sangat mudah menerima hidayah, ternyata ia menjadi salah seorang dari sekian banyak sahabat
Rasulullah yang berjuang mempertahankan
hidayahnya. Antara hidup dan mati, begitu kira-kira
gambaran perjuangan Bilal bin Rabab. Keislamannya,
suatu hari diketahui oleh sang majikan. Sebagai
ganjarannya, Bilal di siksa dengan berbagai cara. Sampai datang padanya Abu Bakar yang
membebaskannya dengan sejumlah uang tebusan.
Boleh dikata, di antara para sahabat, Bilal bin Rabah
termasuk orang yang amat tegas dalam
mempertahankan agamanya. Zurr bin Hubaisy, suatu
ketika berkata, orang yang pertama kali menampakkan keislamannya adalah Rasulullah.
Kemudian setelah beliau, ada Abu Bakar, Ammar bin
Yasir dan keluarganya, Shuhaib, Bilal dan Miqdad.
Selain Allah tentunya, Rasulullah dilindungi oleh
paman beliau. Dan Abu Bakar dilindungi pula oleh
sukunya. Dalam posisi sosial, orang paling lemah saat itu adalah Bilal. Ia seorang perantauan, budak belian
pula, tak ada yang membela. Bilal, hidup sebatang
kara. Tapi itu tidak membuatnya merasa lemah atau
tak berdaya. Bilal telah mengangkat Allah sebagai
penolong dan wali-nya, itu lebih cukup dari segalanya.
Derita yang ditanggung Bilal bukan alang kepalang. Umayyah bin Khalaf, sang majikan, tak berhenti
hanya dengan menyiksa Bilal saja. Setelah puas
hatinya menyiksa Bilal, Umayyah pun menyerahkan
Bilal pada pemuda-pemuda kafir berandalan. Diarak
berkeliling kota dengan berbagai siksaan sepanjang
jalan. Tapi dengan tegarnya, Bilal mengucap, "Ahad, ahad," puluhan kali dari bibirnya yang mengeluarkan
darah.
Bilal bin Rabah, meski dalam strata sosial posisinya
sangat lemah, tapi tidak di mata Allah. Ada satu
riwayat yang membukti-kan betapa Allah
memberikan kedudukan yang mulai di sisi-Nya. Suatu hari Rasulullah memanggil Bilal untuk
menghadap. Rasulullah ingin mengetahui langsung,
amal kebajikan apa yang menjadikan Bilal
mendahului berjalan masuk surga ketimbang
Rasulullah. "Wahai Bilal, aku mendengar gemerisik
langkahmu di depanku di dalam surga. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu."
Dengan wajah tersipu tapi tak bisa menyembunyikan
raut bahagianya, Bilal menjawab pertanyaan
Rasulullah. "Ya Rasulullah, setiap kali aku berhadats,
aku langsung berwudhu dan shalat sunnah dua
rakaat." "Ya, dengan itu kamu mendahului aku," kata Rasulullah membenarkan. Subhanallah, demikian
tinggi derajat Bilal bin Rabah di sisi Allah.
Meski demikian, hal itu tak menjadikan Bilal tinggi hati
dan merasa lebih suci ketimbang yang lain. Dalam
lubuk hati kecilnya, Bilal masih menganggap, bahwa
ia adalah budak belian dari Habasya, Ethiopia. Tak kurang dan tak lebih.
Bilal bin Rabah, terakhir melaksanakan tugasnya
sebagai muadzin saat Umar bin Khattab menjabat
sebagai khalifah. Saat itu, Bilal sudah bermukim di
Syiria dan Umar mengunjunginya.
Saat itu, waktu shalat telah tiba dan Umar meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan sebagai tanda
panggilan shalat. Bilal pun naik ke atas menara dan
bergemalah suaranya.
Semua sahabat Rasulullah, yang ada di sana
menangis tak terkecuali. Dan di antara mereka, tangis
yang paling kencang dan keras adalah tangis Umar bin Khattab. Dan itu, menjadi adzan terakhir yang
dikumandangan Bilal, hatinya tak kuasa menahan
kenangan manis bersama manusia tercinta, nabi
akhir zaman.
Suatu malam, jauh sepeninggal Rasulullah, Bilal bin
Rabbah, salah seorang sahabat utama, bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya itu, Bilal bertemu
dengan Rasulullah.
"Bilal, sudah lama kita berpisah, aku rindu sekali
kepadamu," demikian Rasulullah berkata dalam
mimpi Bilal. "Ya, Rasulullah, aku pun sudah teramat
rindu ingin bertemu" kata Bilal masih dalam mimpinya. Setelah itu, mimpi tersebut berakhir begitu
saja. Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang
gulana. Ia dirundung rindu.
Keesokan harinya, ia menceritakan mimpi tersebut
pada salah seorang sahabat lainnya. Seperti udara,
kisah mimpi Bilal segera memenuhi ruangan kosong di hampir seluruh penjuru kota Madinah. Tak
menunggu senja, hampir seluruh penduduk Madinah
tahu, semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi
junjungannya.
Hari itu, Madinah benar-benar diselubungi rasa haru.
Kenangan semasa Rasulullah masih bersama mereka kembali hadir, seakan baru kemarin saja Rasulullah
tiada. Satu persatu dari mereka sibuk sendiri dengan
kenangannya bersama manusia mulia itu. Dan Bilal
sama seperti mereka, diharu biru oleh kenangan
dengan nabi tercinta.
Menjelang senja, penduduk Madinah seolah bersepakat meminta Bilal mengumandangkan adzan
Maghrib jika tiba waktunya. Padahal Bilal sudah cukup
lama tidak menjadi muadzin sejak Rasulullah tiada.
Seolah, penduduk Madinah ingin menggenapkan
kenangannya hari itu dengan mendengar adzan yang
dikumandangkan Bilal. Akhirnya, setelah diminta dengan sedikit memaksa,
Bilal pun menerima dan bersedia menjadi muadzin
kali itu. Senjapun datang mengantar malam, dan Bilal
mengumandangkan adzan. Tatkala, suara Bilal
terdengar, seketika, Madinah seolah tercekat oleh
berjuta memori. Tak terasa hampir semua penduduk Madinah menitiskan air mata. "Marhaban ya
Rasulullah," bisik salah seorang dari mereka.
Sebenarnya, ada sebuah kisah yang membuat Bilal
menolak untuk mengumandangkan adzan setelah
Rasulullah wafat. Waktu itu, beberapa saat setelah
malaikat maut menjemput kekasih Allah, Muhammad, Bilal mengumandangkan adzan. Jenazah Rasulullah,
belum dimakamkan. Satu persatu kalimat adzan
dikumandangkan sampai pada kalimat, "Asyhadu
anna Muhammadarrasulullah." Tangis penduduk
Madinah yang mengantar jenazah Rasulullah pecah.
Seperti suara guntur yang hendak membelah langit Madinah.
Kemudian setelah, Rasulullah telah dimakamkan, Abu
Bakar meminta Bilal untuk adzan. "Adzanlah wahai
Bilal," perintah Abu Bakar. Dan Bilal menjawab
perintah itu, "Jika engkau dulu membebaskan demi
kepentinganmu, maka aku akan mengumandangkan adzan. Tapi jika demi Allah kau dulu membebaskan
aku, maka biarkan aku menentukan pilihanku."
"Hanya demi Allah aku membebaskanmu Bilal," kata
Abu Bakar. "Maka biarkan aku memilih pilihanku,"
pinta Bilal. "Sungguh, aku tak ingin adzan untuk
seorang pun sepeninggal Rasulullah," lanjut Bilal. "Kalau demikian, terserah apa
kehendakmu," jawab Abu Bakar.

Tulang Rusuk Yang Hilang...Sebuah Cerita Cinta Yg Mengharukan..

Cerita ini saya posting untuk seorang teman yang sedang duduk termenung disana menyesali diri. Kehidupan cinta yang penuh dengan pertengkaran membuat teman saya ini merasa salah memilih calon pendamping hidupnya yaiu sang pacar yang sudah 4 tahun menemani hari- harinya. cerita ini untuk kita semua yang sering kali membuat sedihati orang yang kita sayang …..semoga kisah ini membuat perubahan akan perasaan pada sang kekasih….terima kasih untuk penulis cerita ini Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta. Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini? Raka : Kamu dong? Dara : Menurut kamu, aku ini siapa? Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.” Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku !” Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku !” Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. ” Lima tahun berlalu….. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya. Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara. Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas. Raka : Apa kabar? Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang? Raka : Belum. Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut. Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan adayang berubah. Dara tersenyum manis, lalu berlalu. “Good bye….” Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan. “Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal” cerita ini saya peroleh dari email yang dikirimkan oleh teman melalui karisma_22@yahoogroups.com. thanks

Renungan Bagi Wanita Menjadi Seorang Wanita

Banyak wanita yang bilang bahwa susah menjadi
wanita, lihat saja aturan-aturan dibawah ini : 1. Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki. 2. Wanita perlu minta ijin dari suami apabila mau keluar
rumah tetapi tidak sebaliknya. 3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang
berbanding lelaki. 4. Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada
lelaki. 5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung
dan melahirkan anak 6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara
suami tak perlu taat pada istrinya. 7. Talak terletak di tangan suami dan bukan istri. 8. Wanita kurang nyaman dalam beribadat karena
adanya masalah haid dan nifas. 9. dan lain-lain. Tetapi… PERNAHKAH KITA LIHAT KENYATAANNYA ? 1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai
serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik.
Sudah pasti itulah intan permata bandingannya dengan
seorang wanita. 2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki
wajib taat kepada Ibunya 3 kali lebih utama daripada
kepada Bapaknya ? 3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada
lelaki, tetapi tahukah bahwa harta itu akan menjadi
miliknya dan tidak perlu diserahkan kepada suami?
Sementara suami apabila menerima warisan ia wajib
juga menggunakan hartanya untuk istri dan anak-
anaknya ? 4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan
melahirkan anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia
didoakan oleh segala mahluk, malaikat dan seluruh
mahluk Allah dimuka bumi ini, dan tahukah jika ia
meninggal karena melahirkan adalah syahid dan surga
menantinya. Diakherat kelak, seorang lelaki akan
dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu :
Istrinya, Ibunya, Anak Perempuannya dan Saudara
Perempuannya. Artinya , bagi seorang wanita tanggung
jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki,
yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya. 5.Seorang Wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui
pintu mana saja yang disukainya cukup dengan 4
Syarat saja, yaitu : Sholat 5 waktu, Puasa di bulan
Ramadhan, taat kepada Suaminya dan menjaga
Kehormatannya. 6.Seorang lelaki wajib berjihad di jalan Allah, sementara
bagi wanita jika taat kepada suami serta menunaikan
tanggung jawabnya kepada ALLOH SWT, maka ia akan
turut menerima pahala setara seperti pahala orang
pergi berjihad di jalan Alloh tanpa perlu mengangkat
senjata. Masya'Allah … ! demikian sayangnya ALLAH SWT kepada wanita….. Yakinlah bahwa sebagai Dzat yang Maha Pencipta
sudah pasti Allah Maha Tahu akan segala yang
diciptakan-Nya sehingga peraturan-Nya adalah yang
terbaik bagi manusia.//_^) Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua.
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang
terkunci Barakallahufiikum.semoga bermanfaat
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh -------------------------------- === ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ ✿ ✩ ❤ ✩ === Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas,semuanya
milik bersama ✿ Prinsip ABC ✿ ✩ A mbil yang baik ✩ B uang yang buruk ✩ C iptakan yang baru Keep Istiqomah wa HAMASAH ^_senyum_^

Wahai Engkau Yang Telah Mampu Melumpuhkan Hatiku

Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai
engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini
ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku
hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam
mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang
terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu. Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku
Tak terasa dua tahun aku memendam rasa itu, rasa
yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus
mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang
engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku
selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu
usaha untuk mencapainya. Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan
hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata
“cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa
beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku
mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui
bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai
walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika
boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong
lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan
dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti. Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara
bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam
kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu
amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku
mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang
berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti
bahwa aku harus mengalah. Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku
boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin
meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku
mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak
ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus
mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan
melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih
baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini. Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak
teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian
mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku
tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka
adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk
membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangmu terhadapku. Namun di titik yang lain
ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan
rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini
dan membukanya saat waktu yang indah yang telah
ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi). Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku,
mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap
untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi
lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali.
Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku,
kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya
memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung
beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan
kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak
ingin BERPACARAN denganmu. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku,
mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan
kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah
bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya
akan kuberikan kepada BIDADARI-ku. Wahai engkau
yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanmu. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku,
tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling
kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak
menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku
telah meminangmu bukan sebagai istriku namun
sebagai kekasihku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak
berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah
penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang
berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita
atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya
demi hal yang tampak sepele yang demikian itu. Aku yang tidak mengerti diriku … Ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau
menungguku hingga aku siap dengan tegak
meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?!
Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang
aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-
saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu. .. aku takut tak
akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri
mereka-mereka yang lain. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan
aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara
tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana
mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga
demikian, mungkin kita akan saling tersenyum
bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan
menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan
tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka
setelah menahan perih rindu yang begitu
mengguncang. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku,
mintalah kepada Tuhan-mu, Tuhan-ku, dan Tuhan
semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita.
Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini
mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap
menetapkan malu ini pada tempatnya. Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal
yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA. Post Situs by:Muslimah Sholehah..
Selengkapnya kunjungi Blog http:// andikaalbanjariiiyahoocom.blogspot.com/2011/04/
wahai-engkau-yang-telah-melumpuhkan.html Oleh:Andhika Al-Banjari Mtp Semoga bermanfa'at.insya Allah
Bilamana catatan ini dirasa bermanfaat bagi Para
Sahabat ?
Maka Sebarkanlah dgn cara klik tombol "share/
bagikan" dibawah catatan ini,
semoga membawa PERUBAHAN ke yang lebih baik bagi Bangsa ini & menjadi amal jariyah bagi kita
semua,aamiin... :-) "Barang siapa MENUNJUKKAN pada KEBAIKAN ,maka
baginya PAHALA seperti orang yang
MELAKUKANnya ." (HR.Muslim)

Minggu, 17 April 2011

Kedatangan dajjal, imam al- mahdi dan Nabi Isa As

Dajjal adalah seorang manusia biasa, ia dinamakan
demikian karena ia menutupi kebenaran dengan
kebathilan atau dikarenakan ia menyembunyikan
kekufurannya di hadapan manusia dengan kedustaan
dan tipu dayanya terhadap mereka. Ada sejumlah
hadits yang menjelaskan tentang sifat-sifat Dajjal a. Dalam Sahih Bukhori diriwayatkan bahwasanya
Rasulullah SAW pernah memberikan khutbah di
hadapan para sahabatnya, lalu beliau menyebutkan
Dajjal. Beliau bersabda: dajjal “Aku benar-benar akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Tidak ada seorang nabi melainkan ia
pernah memperingatkan kaumnya tentang masalah
tersebut. Tetapi aku akan mengatakan kepada kalian
suatu ucapan yang belum pernah dikatakan oleh
seorang nabi pun sebelumku. Dia itu (Dajjal) picak
(bermata sebelah) sedangkan Alloh tidaklah picak” (Sahih Jami’ shogir 3495/ Al-Bany) b. Hadits lainnya adalah : Dari Ibnu Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW
bersabda: ” Ketika aku sedang tidur aku mengelilingi di Ka’bah?… (beliau menyebutkan bahwasanya ia melihat Nabi Isa bin Maryam, kemudian melihat Dajjal
dan menyebutkan sifat-sifatnya). Ibnu Umar berkata:
Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang besar tubuhnya,
berwarna merah, rambutnya pendek, matanya picak,
seakan-akan matanya itu buah anggur yang
mengambang, Mereka berkata: “Ini adalah Dajjal, manusia yang paing menyerupainya adalah Ibnu
Quthn seorang laki-laki dari Bani Khuza ’ah (Sahih Bukhori 13/90 dan Muslim 2/237). c. Hadits lainnya adalah : Dari Nawwas bin Sam’an RA, ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda berkaitan sifat Dajjal: “Dia itu seorang pemuda, rambutnya pendek, matanya
mengambang, seakan-akan aku menyerupakannya
denga Abdul ‘izz bin Qathn” (Sahih Muslim 18/65) Dan ia dinamakan dengan Masihid Dajjal karena salah
satu matanya, yaitu mata kanannya tertutup (picak).
Ia akan keluar pada saat kaum muslimin sedang
memiliki kekuatan besar dan keluarnya dia adalah
untuk mengalahkan kekuatan tersebut. dajjal d. Hadits lainnya adalah hadits yang menjeaslkan
bahwa tertulis di antara dua matanya “Kaafir” atau “Kafara” sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW: Sesungguhnya di antara kedua matanya tertulis
kaafir” (HR Bukhori 13/91 dan Muslim 18/59) Keluarnya Dajjal merupakan salah satu tanda kiamat
kubro. Sebelum Dajjal keluar, manusia diuji dengan
kemarau dan kelaparan, serta tidak turunnya hujan
dan matinya pepohonan. e. Hadits lainnya menjelaskan tentang Dajjal yang
akan keluar dari arah timur tepatnya dari negri
Khurosan atau Syihristaan. Kemudia ia akan
mengembara ke seluruh penjuru bumi. Ia akan
memasuki setiap negeri kecuali Makkah dan Madinah
karena para malaikan menjaganya. Dari Abu Bakar ash-Shidiq RA ia berkata: Rasulullah
SAW menceritakan kepada kami tentang Dajjal, beliau
bersabda: “Dajjal akan keluar dari negeri sebelah timur yang disebut Khurosan” (Tirmidzy 6/495) Dari Fatimah bin Qais RA; Dajjal berkata: “Maka aku keluar dan aku menelusuri seluruh negeri, aku tidak
meninggalkan suatu negeri kecuali aku telah tinggal
di dalamnya selam 40 hari. Kecuali kota Makkah dan
Madinah. Keua kota tersebut diharamkan bagiku.
Setiap kali aku akan memasuki salah satu dari
keduanya. Seorang malaikat akan menghalangiku dengan pedang terhunus. Dan di setiap pelosok negeri
tersebut ada malaikat yang menjaganya ” (Shohih Muslim 18/83) f. Hadits lainnya menjelaskan diantara shifat Dajjal
lainnya yaitu ia akan mengaku dirinya sebagai tuhan
dan ia akan melakukan hal-hal yang aneh untuk
membenarkan pengakuannya dan menarik orang-
orang agar menjadi pengikutnya. Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang mendengar tentang kedatangan
Dajjal, hendaklah ia menjauhinya. Demi Alloh
sesungguhnya seseorang akan mendatanginya dan ia
menyangka bahwa dirinya seorang yang beriman,
lalu ia mengikutinya yang dapat menimbulkan
berbagai syubuhaat” (Sahih Jami’ shogir 6301/ Al- Bany) g. Dalam hadits lainnya dijelaskan bahwa Dajjal tersebut akan datang sambil membawa neraka
dan surga. Surganya adalah neraka, dan nerakanya
adalah surga, dan ia memiliki sungai yang penuh
dengan air, gunung dari roti. Ia kan menyuruh langit
untuk merunkan hujan, mak hujan pun turun dan
menyuruh bumi untuk menumbuhkan beraneka macam tumbuhan maka tumbuhlah tanaman
tersebut. Dan ia kan menempuh perjalan dengan
cepat, secepat air hujan yang ditiup angin, dan
keanehan-keanehan lainnya (HR Muslim 18/65-66) Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah
SAW bersabda,”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari
kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu
pemimpin umat Islam saat iu berkata kepada Nabi
Isa,”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”. Namun Nabi Isa menjawab,”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri . Sebagai
bentuk pemuliaan Allah atas umat ini ”. Rasulullah SAW bersabda,”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40
tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan
jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud,
Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi) 2. Imam Mahdi Ada banyak hadits yang menerangkan sosok Al-
Mahdi itu dan merupakan kewajiban kita untuk
mempercayainya sesuai dengan apa yang kita terima
dari Rasulullah SAW, tanpa menafsirkan,
mentakwilkan atau menolaknya. Al-Mahdi menurut hadits-hadits yang kita terima
adalah sosok manusia yang Allah akan turunkan di
akhir zaman, meksi tidak ada riwayat yang
memastikan kapan kejadian itu. Selain itu, dijelaskan
bahwa beliau adalah merupakan ahli bait Rasulullah
SAW. Untuk memastikan apakah dia benar Al-Mahdi yang
dimaksud, ada ciri-ciri yang telah disebutkan, yang
paling penting diantaranya adalah bahwa beliau akan
mengisi bumi ini dengan keadilan setelah sebelumnya
dipenuhi dengan kezaliman dan kerusakan. Diantara hadits itu antara lain : Dari Ibnu Mas`ud ra bahwa Rasulullah SAW
bersabda,”Bila tidak kekal dunia ini kecuali sehari saja, maka Allah akan panjangkan hari itu hingga Dia
mengutus seseorang dari aku atau dari ahli baitku,
namanya sesuai dengan namaku dan nama ayahnya
sesuai dengan nama ayahku. Dia akan memenuhi
dunia dengan keadilan dan qisth sebagaimana dunia
ini sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan al- Juur. (HR. At-Tirmizy dalam kitab Fitan dan haditsnya
hasan shahih). Dijelaskan bahwa kedatangan Al-Mahdi ini sebelum
turunnya Nabi Isa as. yang akan memberi petunjuk
kepada banyak manusia dan menegakkan hujjah
Allah SWT. Dari Ali bin Abi Tholib Ra ia berkata: Rasulullah SAW
telah bersabda: ” Al-Mahdi dari golongan kami, Ahlul Bait, Allah memperbaikinya dalam satu
malam” ( (Musnad Ahmad 2/58 dan sunan Ibnu Majah 2/1367. Hadis ini ditashih oleh Al-Bani dalam
Shohih Al-Jami’ Ash-Shogir 6/22) 3. Nabi Isa Diantara tanda-tanda datangnya hari kiamat kubro
adalah turnnya Nabi Isa as. Beliau akan menjadi
muslimin atau bagian dari umat Islam,
menghancurkan salib dan menghancurkan berhala.
Karena risalah yang beliau bawa adalah risalah yang
bersumber dari Allah juga. Namun turunnya beliau bukan sebagai nabi lagi
karena setelah diangkatnya Rasulullah SAW sebagai
nabi terakhir, maka tidak ada lagi nabi yang turun ke
bumi dengan membawa risalah dari langit. Karena itu Nabi Isa kedudukannya bukan sebagai
Nabi lagi, tapi bagian dari umat Islam ini, berkitab suci
Al-Quran, mengucapkan dua kalimat syahadat, shalat
menghadap ka’bah, puasa Ramadhan, berhaji ke Mekkah dan menjalankan syariat Islam yang kita
terapkan saat itu. Semua keteragan itu kita dapatkan dari hadits-hatis
Rasulullah yang sampai kepada kita, antara lain: Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW
bersabda,”Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, Nyaris akan turun kepada kalian putera Maryam (Nabi Isa as)
menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib dan
membunuh babi dan memungut jizyah dan memenuhi
harta … HR Muslim dalam kitab Iman bab turunnya Isa) Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah
SAW bersabda,”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari
kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu
pemimpin umat Islam saat iu berkata kepada Nabi
Isa,”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”. Namun Nabi Isa menjawab,”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri . Sebagai
bentuk pemuliaan Allah atas umat ini ”. Rasulullah SAW bersabda,”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40
tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan
jenazahnya oleh umat Islam. (HR Ahmad, Abu Daud,
Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi) Untuk lebih dalamnya pembahasan ini, silahkan
merujuk pada kitab An-Nihayah karya Ibnu Katsir.
Juga buku Asyrotus-Saa ’ah (Tanda-tanda kiamat) karangan Yusuf bin Abdulloh bin Yusuf Al Wabil serta
An-Nihayah Fil Fitan Wal malahim (fitnah dan huru
hara) karya Ibnu Katsir.